Pak Darmawan,

Bapak mengulas pernyataan mas Radityo dari kata kunci TANDUS. Bagaimana kalau 
kita ulas dari kata kunci utamanya ANTI SENI? ANTI artinya samasekali menolak. 
Jadi tidak ada seni atau menolak seni samasekali. Padahal Islam tidak anti seni 
IN TOTAL. Ini tidak bisa dipungkiri. Kalau bapak mencontohkan keindahan gereja, 
begitu pun mesjid. Walau hanya dengan hiasan roset, caligraphy, dan geometrical 
ornament yang rumit bisa juga mengagumkan.

Kalau kita analogikan, ANTI MAKAN berarti tidak mau makan samasekali. Jadi bisa 
MATI. Nah.. seni menurut Islam bisa dianalogikan dengan DIET, artinya mengatur 
makan. Tidak sembarang makan dan makan hanya yang berguna saja. Jadi bisa SEHAT.

Meskipun bapak berantipati terhadap Islam, mohon agar lebih cermat dalam 
mendukung pernyataan pernyataan yang anti Islam agar citra intelektualitas 
bapak terjaga. Jangan melulu dilandasi oleh kedengkian saja.

BTW saya menduga mas Radityo dalam hal ini hanya melontarkan topic yang dinilai 
controversial agar bisa dipakai bahan kita berdebat. Padahal di kejauhan sana 
beliau tertawa tawa. Ya menertawakan kita kita ini. Ya to mas Radityo? 
Hahahaha......




  ----- Original Message ----- 
  From: Darmawan 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Tuesday, July 22, 2008 10:37 PM
  Subject: [zamanku] Islam anti-seni - Re: Allah = Hajar Aswad


  Tidak ada yang salah pada pernyataan Mas Radityo, yang namanya 
  tandus bukan berarti tidak ada air sama sekali. Di padang gurung 
  juga ada oase. Tetapi dibandingkan wilayah yang subur sudah jelas, 
  wilayah tandus terlihat sangat merana.
  Wilayah manapun yang dikuasai Islam tidak mungkin menandingi seni 
  tari di Bali. Wilayah manapun yang dipengaruhi Islam tidak mungkin 
  menandingi seni musik Gereja. Wilayah manapun yang dikuasai Islam 
  tidak mungkin menandingi seni ukir suku Asmat yang dapat dikatakan 
  tertinggal kebudayaannya apa lagi dibandingkan dengan Bali.
  Kenapa tidak mungkin? Karena ajaran Islam sendiri melarang 
  mengekspresikan seni. Tubuh wanita yang Indah yang menjadi sumber 
  ispirasi seni malah harus ditutup sesuai ajaran Islam. Seni musik 
  tidak mungkin berkembang melebihi tilawatul Quran. 
  Seni menjadi karya yang indah a.l. sebagai persembahan kepada Tuhan. 
  Gereja yang dilukis dan dihiasi patung oleh Michaelanggelo merupakan 
  persembahan kepada Tuhan yang baik. Musik Gereja yang indah adalah 
  persembahan kepada Tuhan. Patung Buddha dan Hindu adalah persembahan 
  kepada yang Maha Kuasa.
  Umat Islam tidak perlu melakukan persembahan kepada Allah dalam 
  bentuk seni, karena Allah Islam sudah menentukan apa yang harus 
  dilakukan kepada Tuhan, yaitu sembahyang lima waktu dalam bahasa 
  Arab, lebih dari itu boleh ditambah zakat sampai naik haji lalu 
  sempurna dan sesudah itu jangan mikir seni untuk Allah yang kaku dan 
  kejam.
  Memang tandus tidak berarti sama sekali tidak ada air. Kaligrafi 
  dapat disebut sabagai salah satu karya seni Islam. Tetapi mengenai 
  bangunan sebaiknya hati-hati karena seni bangunan di jaman kuno 
  seperti Borobudur atau Piramid sudah ada jauh sebelum Islam. Bicara 
  seoal mesjid juga harus hati-hati, contohnya mesjid Istiqlal 
  dirancang oleh Silaban yang Kristen dan di jaman sekarang jika ada 
  bangunan yang indah belum tentu karya budaya Islam karena banyak 
  orang kafir yang menyediakan jasanya untuk kegiatan Islam salah satu 
  contoh pemeliharaan Kabah yang menjadi tempat suci Islam tidak 
  dilakukan oleh orang Islam tetapi oleh orang kafir.
  Salam.

  --- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Padahal musik Bonang itu yang gawe Sunan Bonang.lalu karena patung
  > uwong tdk boleh maka oleh Wali dipilihlah yang pipih jadinya wayang
  > kulit itu.Terus kaligrafi itu opo bukan seni?
  > Yo Islam jangan disuruh bikin patung wanaita telanjang,gak boleh.
  > La Fei Fei malah aneh Tuhannya malah dibikin patung pakai cawet.
  > Kok gak kasihan masak Tuhannya dipajang pakai cawet.
  > 
  > Shalom,
  > Tawangalun.
  > 
  > 
  > - In zamanku@yahoogroups.com, "Supriyadi" <supriyadi@> wrote:
  > 
  > Wah wah wah, mas Radityo ternyata kadang kadang naif juga yaaa !
  > 
  > Masak Islam dikatakan agama anti seni. Menurut saya cuma seninya 
  punya
  > gaya dan aturan sendiri.
  > 
  > Islam, karena sesuatu alasan hanya melarang menggambarkan nabinya 
  dan
  > menggambar machluk hidup di dalam masjid. Selain itu cakrawala seni
  > masih terbentang sangat luas.
  > 
  > Sedangkan baru seni masjid saja sudah demikian mengagumkan kok.
  > Contohnya masjid masjid besar di Asia Tengah sana. Bahkan mesjid
  > AtTien di TMII atau mesjid kubah emas di Depok pun sudah cukup 
  bagus.
  > 
  > Salam,
  > 
  > Supriyadi
  > 
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: Radityo 
  > To: zamanku@yahoogroups.com 
  > Sent: Tuesday, July 22, 2008 4:13 AM
  > Subject: [zamanku] Islam anti-seni - Re: Allah = Hajar Aswad
  > 
  > 
  > Agama-agama di luar Islam pada dasarnya pro-seni. Hanya Islam 
  saja
  > agama yang anti-seni. Kalau toh ada secuil, terlalu dipaksakan 
  dan
  > hasilnya kering kerontang selayaknya gurun pasir.
  > 
  > Bayangkan kalau tinggal di sebuah negeri dengan seni budaya yang 
  tandus?
  > 
  > salam,
  >



   

Kirim email ke