"Membantah interpretasi yang diberikan oleh kaum agama adalah TABU. 
Kenapa tabu? Karena kalau tidak di-tabukan maka segalanya akan 
terbuka."

Pengekangan penyebarkan informasi dengan menabukan masih ada di 
Indonesia. Jaringan toko buku besar masih takut menjual buku yang 
sebenarnya informatif tetapi akan membuka kebohongan Islam. Kita 
beruntung ada internet tetapi baru sedikit penduduk Indonesia yang 
punya akses ke internet. 
Mari kita sama-sama berusaha memberikan informasi yang benar kepada 
sebanyak mungkin rakyat Indonesia tetang Islam yang sebenarnya a.l. 
bahwa jaman jahiliah itu terjadi justru setelah Muhammad menjadi 
penyuasa Islam. 
Jaman jahiliah terjadi pada masyarakat di mana penguasa atau 
pemimpin punya kekuasaan mutlak lalu dapat melakukan apa saja 
seenaknya. Muhammad memimpin perampokan, memimpin pembunuhan, 
melakukan pelecehan seksual terhadap anak kecil, punya istri sampai 
11 yang disetubuhi secara digilir setiap hari dan semua dikerjakan 
atasnama Allah sehingga legitimasi kekuasaanya menjadi tambah 
mutlak.  
Kekuaan yang mutlak tersebut diteruskan para Kalifah sesudahnya dan 
sekarang disambung oleh Arab Saudi dan menjadi bukti jelas bahwa 
jaman jahiliah ada setelah Muhammad berkuasa dan masih ada hingga 
sekarang dan yang paling kuat ada di Arab Saudi yang menerapkan 
sistem pendidikan seperti di gambarkan di bawah.

"Bendungan itu akan jebol sendiri karena orang2 akan belajar bahwa 
segalanya itu ternyata buatan belaka, artifisial belaka."

Mari kita sama-sama berusaha menjebol bendungan yang ada di 
Indonesia agar Indonesia segera lepas dari kebodohan dan dibodohi 
orang Arab.
Salam

--- In zamanku@yahoogroups.com, "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: leonardo rimba 
>   To: [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Wednesday, July 23, 2008 8:18 AM
>   Subject: [RumahKita] Sekolah di Arab Saudi Mengajarkan 
Intoleransi
> 
> 
> 
>   Friends, tulisan saya berikut merupakan komentar atas tulisan 
dari milis wanita-muslimah yang menyorot intoleransi beragama yang 
SENGAJA diajarkan di sekolah2 di Arab Saudi. 
>    
>   Menurut pendapat saya, Arab Saudi itu merupakan negara yang 
membodohi masyarakatnya sendiri agar bisa didaya-gunakan untuk 
mengekalkan Dinasti Saud. Segala macam upaya PEMBODOHAN dilakukan 
disana, termasuk dengan pembungkusan anggota2 tubuh wanita, termasuk 
dengan menempatkan wanita sebagai makhluk yang harus dikontrol 
dengan ketat eksistensinya, termasuk dengan pemutar-balikan sejarah 
segala macam. 
>    
>   Saya selalu bilang bahwa agama2 itu BUATAN manusia saja. Semua 
agama itu buatan manusia, dan tidak ada yang jatuh gedebuk dalam 
bentuk gelondongan dari langit, walaupun REJIM pemerintahan yang 
memiliki vested interest untuk mengekalkan pembodohan masyarakatnya 
sendiri akan TETAP bertahan bahwa Islam itu jatuh dalam bentuk 
gelondongan dari langit, dan bahwa Allah adanya di Surga, dan bahwa 
manusia di dunia WAJIB mengumpulkan Pahala melalui Amal Ibadah 
supaya bisa masuk Surga. 
>    
>   Lalu diciptakanlah yang namanya Pendidikan di Arab Saudi 
sekarang ini yang sebenarnya BUKAN Pendidikan as far as religions 
are concerned. Tidak ada agama2 di Arab Saudi, yang ada hanya satu 
agama yang melakukan MONOPOLI atas interpretasi. Interpretasi 
segalanya dilakukan berdasarkan sudut pandang sempit agama itu 
sendiri. Nah, SEMUA agama2 itu melakukan interpretasi sejarah dan 
sebagainya berdasarkan sudut pandang sempit mereka sendiri. Arab 
Saudi hanya satu contoh ekstrim tentang PEMBODOHAN yang dilakukan 
oleh suatu pemerintah terhadap masyarakatnya sendiri. 
>    
>   Tetapi, apakah hal itu bisa berlangsung terus ? Tentu saja 
tidak. Segala sesuatu itu akan dikaji terus, dibandingkan terus, dan 
apabila ternyata TIDAK SESUAI dengan realita, maka tentu saja akan 
di-revisi. Cepat atau lambat pasti akan di-revisi. Siapa bilang 
Rejim Saud di Arab Saudi akan bertahan sepanjang masa ? They are 
buying their time alias mengulur waktu datangnya pembaharuan di 
masyarakat mereka sendiri. Saudi Arabia adalah contoh masyarakat 
yang dibentuk untuk menjadi MESIN tanpa bisa berpikir sendiri, dan 
membandingkan sendiri. Membantah interpretasi yang diberikan oleh 
kaum agama adalah TABU. Kenapa tabu ? Karena kalau tidak di-tabukan 
maka segalanya akan terbuka. Bendungan itu akan jebol sendiri karena 
orang2 akan belajar bahwa segalanya itu ternyata buatan belaka, 
artifisial belaka. 
>    
>   Indonesia MULAI mengerti dan menyadari bahwa agama2 itu buatan 
manusia belaka. Tetapi negara NON demokratik seperti Arab Saudi itu 
masih perlu waktu lebih lama lagi karena ada PEMBODOHAN yang 
berlangsung terus dan dijalankan oleh pemerintahnya sendiri demi 
pengekalan rejim. Demokrasi itu membuka pikiran manusia bahwa kita 
itu memiliki HAM (Hak Azasi Manusia, Basic Rights). Tetapi demokrasi 
sendiri BELUM ada di Arab Saudi. Namanya sendiri masih "Saudi" 
(milik Al Saud). Itu negara yang dikontrol oleh keturunan Al Saud, 
so pantas saja rakyatnya dibodohi terus demi pengekalan rejim.
>    
>   Memeluk Islam atau agama apapun, atau bahkan tidak memeluk agama 
apapun merupakan salah satu HAM. Memakai jilbab atau tidak memakai 
jilbab juga merupakan HAM. Mengemukakan pendapat apapun merupakan 
HAM. Tetapi hal2 yang sangat  BASIC seperti itu tidak ada di Arab 
Saudi. Segalanya dikontrol demi pengekalan rejim. Apakah itu 
Islami ? 
>    
>   Menurut saya, pertanyaannya bukanlah apakah itu Islami atau 
tidak, melainkan apakah hal2 seperti dipraktekkan di Arab Saudi itu 
manusiawi ?  Menurut saya TIDAK. Praktek2 yang tidak manusia itu, 
sadly to say, masih berlangsung di tempat2 tertentu di muka bumi 
ini. Ada praktek2 pembodohan massal yang mencolok sekali seperti di 
negara2 Arab itu yang KEBETULAN penduduknya memeluk Islam. Bagaimana 
selanjutnya is up to the people themselves, mereka mau dicocok 
hidungnya sebagai "hewan", atau mereka mau menjadi manusia yang 
memiliki dignity ?  (Leo)
>    
>    
>   +++++
>    
>   --- In [EMAIL PROTECTED], "Dwi W. Soegardi" 
<soegardi@> wrote:
> 
>   Pilih salah satu:
> 
>   Tanda-tanda iman yang benar adalah:
>   A) Orang yang salat tetapi membenci mereka yang bertakwa
>   B) Orang yang bersaksi tiada tuhan selain Allah, tetapi 
mencintai orang-orang kafir
>   C) Orang yang menyembah Allah semata, mencintai orang-orang yang 
beriman dan membenci orang-orang kafir.
> 
>   Pertanyaan di atas muncul dalam buku pelajaran agama, dan 
tampaknya tidak terlalu sulit untuk menentukan jawaban 
yang "benar."  Jangan harap anak didik mendapat poin kalau tidak 
melingkari huruf "C." Apa benar demikian? Apakah tidak ada jawaban 
lain?
>   Mengingat pelajaran ini ditanamkan di benak siswa semenjak usia 
awal, bisa dibayangkan benih-benih kebencian yang tumbuh.
> 
>   Contoh di atas berasal dari buku pelajaran Tauhid dan Fikih 
untuk kelas 4 SD di Arab Saudi. Bagaimana buku pelajaran kita dulu? 
Dan bagaimana sekarang?
> 
>   salam,
> 
>    
>   +++++
> 
>   Source: http://www.slate.com/id/2195684/
> 
>   A Textbook Case of Intolerance
>   Changing the world one schoolbook at a time.
>   By Anne Applebaum
>   Posted Monday, July 21, 2008, at 8:01 PM ET
> 
>   Because they are so clearly designed for the convenience of 
large testing companies, I had always assumed that multiple-choice 
tests, the bane of any fourth grader's existence, were a 
quintessentially American phenomenon. But apparently I was wrong. 
According to a report put out by the Hudson Institute's Center for 
Religious Freedom last week, it seems that Saudi Arabians find them 
useful, too. Here, for example, is a multiple-choice question that 
appears in a recent edition of a Saudi fourth-grade textbook, 
Monotheism and
>   Jurisprudence, in a section that attempts to teach children to 
distinguish "true" from "false" belief in god:
> 
>       Q. Is belief true in the following instances:
> 
>       a) A man prays but hates those who are virtuous.
>       b) A man professes that there is no deity other than God but 
loves the unbelievers.
>       c) A man worships God alone, loves the believers, and hates 
the unbelievers.
> 
>   The correct answer, of course, is c). According to the Wahhabi 
imams who wrote this textbook, it isn't enough just to worship god 
or just to love other believersâ€"it is important to hate 
unbelievers as well. By the same token, b) is also wrong. Even a man 
who worships god cannot be said to have "true belief" if he loves 
unbelievers.
> 
>   "Unbelievers," in this context, are Christians and Jews. In 
fact, any child who sticks around in Saudi schools until ninth grade 
will eventually be taught that "Jews and Christians are enemies of 
believers." They will also be taught that Jews conspire to "gain 
sole control of the world," that the Christian crusades never ended, 
and that on Judgment Day "the rocks or the trees" will call out to 
Muslims to kill Jews.
> 
>   These passages, it should be noted, are from new, "revised" 
Saudi textbooks. Following a similar analysis of earlier versions of 
these same textbooks in 2006, American diplomats immediately 
approached their Saudi counterparts about the more disturbing 
passages, and the Saudis agreed to conduct a "comprehensive revision 
… to weed out disparaging remarks towards religious groups."
> 
>   The promised revisionâ€"hailed, at the time, as a great 
diplomatic successâ€"was supposed to be finished by the beginning of 
the 2008-09 school year and was accompanied by a Saudi PR campaign. 
Among other things, the Saudis sponsored an interfaith dialogue last 
week, one that all participants hailed as a great 
breakthroughâ€"despite the fact that the actual meetings took place 
in Spain as it would be too embarrassing for Saudi Arabia to host 
Christian and Jewish religious leaders on its own soil. But although 
the beginning of the 2008-09 school year is nearly upon us, the only 
textbook revisions have been superficial, and the most disturbing 
part of the messageâ€"that faithful Muslims should hate Jews and 
Christiansâ€"remains.
> 
>   Normally, the contents of another country's textbooks would be 
of no interest to us. Indeed, I've no doubt that there are plenty of 
U.S. textbooks that contain insane, incorrect, or otherwise 
unacceptable information. Saudi school textbooks are a special case, 
however. They are written and produced by the Saudi government and 
subsequently distributed, free of cost, to Saudi-sponsored schools 
as far afield as Lagos, Nigeria, and Buenos Aires, Argentina. 
Americans are not the only ones who worry about their influence. In 
Britain, as small political storm began last year when British 
mosques were found to be distributing Saudi books that called on 
Muslims to kill all apostates.
> 
>   Still, even if U.S. diplomacy is a legitimate response to this 
peculiarly insidious form of propaganda, it clearly isn't a 
sufficient response. Far more significant, and surely more 
effective, would be a unified response from the rest of the world's 
Muslims, the vast
>   majority of whom do not share Saudi views and do, occasionally, 
say so. The Hudson Insitute report cites a few of them, outside as 
well as inside Saudi Arabia. It would be useful, for us but 
especially for them, if they would say so more often and more loudly.
> 
>   Of course, we are not a Muslim nation, and Americans cannot, by 
themselves, orchestrate a meaningful Muslim response to Saudi 
extremism. But we do have a large Muslim population, we do have 
friends in the moderate Muslim world, and we do have some money, 
much of which is wasted, to spend on public diplomacy. We also have 
two presidential candidates who are arguing hard this week about the 
best ways to combat terrorism, the best way to deploy guns and aid, 
the best uses of American military power.
> 
>   Here is a novel idea for both of them: Make sure that children 
in Iraq, Afghanistan, and in Islamic schools all around the world 
have decent fourth-grade textbooks. It might save a lot of trouble 
later on.
> 
>   Anne Applebaum is a Washington Post and Slate columnist. Her 
most recent book is Gulag: A History.
> 
>   Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke