Ada 2 teknik penyembahan kepada BATU HITAM "AWLOH" 

1) Teknik Jarak Jauh, yaitu lewat sholat 5 waktu 

 

2) Teknik Langsung, yaitu dengan upacara haji ke Mekkah. 

 

Apakah ada muslim-muslim botol yang masih mau memberi sangkalan?
 
Bangsa Arab adalah bangsa penyembah Dewa Bulan. Dewa Bulan ini memiliki nama 
bermacam-macam, dan juga memiliki rupa dan wujud yang bermacam-macam pula, 
tergantung selera dari masing-masing suku yg meyakininya. Di antaranya ada yang 
berwujud patung manusia (Hubal), dan berwujud BATU HITAM. Suku Quraish Mekkah 
adalah pemuja DEWA BULAN yang wujudnya batu itu. Nah, Dewa Bulan yang berwujud 
BATU inilah yang paling dimuliakan dan ditinggikan dalam kalangan masyarakat 
Mekkah (hal ini tidak aneh, karena batu itu adalah dewa milik suku mereka 
sendiri, sudah pasti dewanya sendirilah yang paling diagungkan daripada wujud 
dewa-dewa bulan lainnya yg notabene adalah milik suku lain). 

Karena suku Quraish adalah suku yang menguasai Kaabah, suku yang memelihara 
Kaabah dan melayani para peziarah, maka secara otomatis suku Quraish dapat 
dengan seenaknya mengklaim kalau BATU HITAM itulah yang paling tinggi 
derajatnya di antara dewa-dewa lainnya; itulah kenapa BATU HITAM itu diberi 
nama AL-ILAH atau bila disingkat menjadi ALLAH (Ilah yang tertinggi). 

Sejarah menyatakan, Muhammad lahir sebagai anak yatim piatu dan pada masa 
bayinya, kakeknya yang bernama Abdul Muthalib membawa bayi tersebut ke Ka'bah 
untuk pelaksanaan upacara pemberkatan melalui 360 patung-patung berhala yang 
berada di Ka'bah sesuai dengan tradisi bangsa Arab pada waktu itu. 

Pada saat itu di Ka'bah terdapat 360 patung-patung berhala karena Ka'bah 
merupakan pusat penyembahan berhala sebagaimana yang disebut dalam Hadits 
Shahih Bukhari no. 1187 berikut ini: 


"Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya: Nabi SAW memasuki kota Mekkah, sedang 
di waktu itu di sekeliling Ka'bah terdapat 360 berhala."


Dengan demikian, sejak bayi, Muhammad sudah diserahkan kepada kelompok berhala 
yang ada di Ka'bah, satu di antaranya adalah berhala BATU HITAM bernama "ALLAH" 
itu, ilah tertinggi sembahan sukunya sendiri, di samping ilah-ilah kecil 
lainnya seperti Laata, Uzza dan Manah serta berhala-berhala lain total 360 
buah. 

Sekalipun Muhammad disucikan dengan 360 berhala, tapi rupanya, hanya BATU HITAM 
"ALLAH" itulah yang mempunyai daya tarik luar biasa bagi dirinya. Mungkin, 
karena wujudnya yang ditafsirkan secara naif oleh Muhammad bukan sebagai 
berhala. Muhammad menafsirkan ayat Taurat tentang definisi berhala secara 
bodoh. Di dalam Taurat tertulis: 


Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, 
atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, 
Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada 
anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang 
membenci Aku,


Karena BATU HITAM itu bukan hasil pahatan atau bikinan tangan manusia, bukan 
hasil karya kerajinan tangan manusia, dan yang terutama sekali, ia tidak 
menyerupai makhluk apapun di bumi, di langit maupun di laut, karena ia BATU, 
maka Muhammad tidak menganggapnya sebagai BERHALA.  

Muhammad dan orang-orang Arab terkemudian, tidak menganggapnya sebagai berhala, 
tapi sekedar menyebutnya sebagai DZAT. Di samping untuk maksud mengaburkan 
sosok sebenarnya dari apa yang mereka sebut sebagai "allah", agar dunia 
tertipu. Dunia tidak menyangka, bila yang disebut sebagai "allah" oleh Muhammad 
dan apa yang disembah olehnya sesungguhnya berwujud BATU. 

Tidak bisa disangkal lagi, menurut sejarah dan fakta yg masih terjadi sampai 
detik ini, Bangsa Arab adalah PENYEMBAH DEWA BULAN. Hampir seluruh suku di 
semenanjung Arab adalah penyembah SABIT. Hanya, DEWA BULAN ini dirupakan dalam 
bentuk yang bermacam-macam. Ada yang berbentuk patung manusia, dan ada yang 
cuma sebuah BATU METEOR. 

Sekalipun Muhammad sudah menghancurkan patung-patung Dewa Bulan dari dalam 
Kaabah, tapi bangsa Arab masih tetap menyembah Dewa Bulan, karena Muhammad 
tidak menghancurkan seluruhnya, masih ada 1 berhala Dewa Bulan yang tersisa, 
yang sengaja ditinggalkan oleh Muhammad agar menjadi at-tauhid, penghuni Kaabah 
satu-satunya, sebagai satu-satunya yang disembah oleh Muslim, yaitu "ALLAH", 
sebuah BATU HITAM yang diberi nama samaran "HAJAR ASWAD" untuk mengelabui 
orang-orang bodoh yg tidak mengetahui hal yg sesungguhnya. 

Jadi, dari zaman sebelum Islam, sampai zaman Islam, bangsa Arab tetap menyembah 
DEWA BULAN. Itulah kenapa simbol SABIT masih dipakai hingga detik ini. Hanya 
saja, sebelumnya bangsa Arab menyembah banyak sekali wujud DEWA BULAN, kini 
diubah oleh Muhammad menjadi 1 wujud Dewa Bulan saja, yaitu yang wujudnya BATU. 
Wujud-wujud yang lain yang berupa patung disingkirkan agar tidak memberi kesan 
penyembah berhala. Walau sejatinya, BATU pun adalah BERHALA juga.  

Muhammad menghancurkan patung-patung dewa bulan yang lain, dan hanya menyisakan 
satu berhala dewa bulan saja, yaitu yang berwujud BATU HITAM. 

Agar dunia ini bersedia menerima agama barunya dengan sukarela (walau kalau 
bisa dengan paksaan pula), Muhammad membual kalau ALLAH (sang batu hitam itu) 
adalah Tuhan yang sama dengan Tuhannya Yahudi, Tuhannya Nasrani, Tuhannya kaum 
Sabiin, dan Tuhannya Adam dan Ibrahim. Sebagaimana bualannya dalam ayat 
berikut: 


Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau 
tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah 
telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan 
itu. (QS 10:19)


dan 


Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), 
tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan 
orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak 
pula seorang penolong. (QS 42:


juga 


Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang 
paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: 
"Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang 
diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya 
kepada-Nya berserah diri." (QS 29:46)


Bangsa Arab, khususnya Muhammad, merasa perlu mengarang bualan seperti di atas, 
bahwa Awloh adalah sosok Tuhan yang sama dengan Tuhannya agama-agama lain, 
tujuannya adalah agar supaya dunia mau menerima DEWANYA QURAISH sebagai 
sesembahan mereka, yang lebih memaksa lagi, sebagai SATU-SATUNYA SESEMBAHAN YG 
HARUS DISEMBAH, tidak boleh menyembah yang lain atau nyawa taruhannya. 

Muhammad membuat kalimat-kalimat arogan dan kurang ajar, mencap orang-orang 
yang menolak menyembah DEWANYA QURAISH sebagai KAFIR-KAFIR CALON NERAKA, 
binatang paling hina, dan pantas diperangi atau diperlakukan secara tidak 
manusiawi. 

Semua itu adalah sikap egoismenya sebagai PSIKOPAT GENDHENG, yang hendak 
memaksakan keinginannya kepada dunia, agar seluruh dunia mau menyembah DEWA 
LELUHURNYA saja. 

Ujung-ujungnya, juga kekuasaan. Muhammad memang tidak bisa hidup selamanya, 
menjadi Penguasa Dunia selamanya, tapi cita-cita luhurnya itu dianggap sebagai 
tujuan mulia bagi bangsa Arab. Bagi orang Arab, Muhammad adalah PAHLAWAN 
SEJATI. Tanpa Muhammad, Arab dan kebudayaannya yang terbelakang itu, tidak 
bakalan bisa dikenal dan diadopsi oleh dunia luar. Malah diagung-agungkan 
sebagai budaya surgawi pula. 

Muhammad bilang, "Cintailah Arab, karena Muhammad adalah orang Arab, dan 
penduduk surga juga berbahasa Arab." 

Ya terang dong, awloh itu bahasanya Arab, karena dia memang DEWANYA BANGSA 
ARAB. Karena itu, semua pengikut agama Arab, wajib sholat pakai bahasa Arab. 
Kalau tidak pakai bahasa Arab, tidak sah, dan awloh tidak bakalan mau 
mendengarnya. 

Dunia telah ditipu Arab. Secara teori, sifat-sifat awloh menjiplak sifat-sifat 
Tuhannya agama Yahudi, namun dalam praktek, yang disembah adalah tetap DEWANYA 
orang Arab sendiri, bukan Tuhan yang Sebenarnya yang telah mengutus nabi-nabi. 

Muslim sedunia kini dengan bodohnya, 5 kali sehari, NYEMBAH BATU berhalanya 
bangsa Arab tanpa mereka sendiri menyangkanya demikian. 





Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror 
pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang 
ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan 
pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang 
kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti 
terwujud. 
Feifei_fairy
 


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Kirim email ke