Thanks Pak HMNA atas bahannya,saya juga sudah infokan kehalayak bahwa
Kristen itu dulunya juga punya Bait Allah di yerusalem,tapi waktu
diserang oleh jendral Titus dibiarkan wae sama Allah,tapi yang di
Makah ketika mau dihancurkan Rojo Abrohah dijaga.Juga 12 mata air
hasil sabetan tongkat Musa wis gak ngocor lagi,padahal Allah masih
menjaga ZAM ZAM masih ngocor sampai detik ini.Tahu gak sebabny?
Karena yang masih dijaga oleh Allah tsb adalah peninggalan Ismail
binti Hagar,dimana di Bijbel atau di Quran adalah orang yang dibuang
yang telah berubah jadi batu penjuru.
Yesus:Batu yang oleh tukang bangunan dibuang seperti tdk berharga
telah berubah menjadi batu penjuru.Padahal yang dibuang itu Hagar dan
Ismail jadi wajarlah peninggalannya masih ramai dikunjungi.

Shalom,
Tawangalun.

- In [EMAIL PROTECTED], "H. M. Nur Abdurrahman"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Klarifikasi ini bukan untuk fei-fei la'natuLlah, kafir tengik yang
doyan "monkey business" di cyber space. Mengapa saya katakan bukan
untuk fei-fei, lalu untuk siapa. Bukan untuk fei-fei sebab tidak ada
guanya kafir tengik itu membaca klarifikasi ini. Kafir tengik sejeneis
fei-fei in dalam Al-Quran (2:6,7) disebutkan: "Sama saja bagi mereka,
apakah kamu memberikan peringatan/klarifikasi atau tidak, mereka itu
tidak akan percaya, (sebab karena kekafirannya itu) Allah menutup hati
nurani mereka, dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka, dan
untuk itu mereka akan mendapat siksa yang keras di akhirat kelak. Lalu
klarifikasi ini untuk siapa? Ya untuk yang e-mailnya ada tertera di
bawah itu. Bacalah baik-baik klarifikasi ttg Hajar al-Aswad di bawah.
HMNA

*********************************************************************************************
 

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

Hajar al-Aswad
disusun oleh H.Muh.Nur Abdurrahman

Hajar al-Aswad (batu hitam) dijumpai oleh Ismail (belum jadi Nabi)
tatkala dia diperintahkan oleh ayahadanya, Nabi Ibrahim AS untuk
mencari bahan binaan (batu) ketika baginda berdua di dalam proses
membangun Ka'bah (BaituLlah)(1). BaituLlah disebut juga Bait al-Atiq
(Rumah Antik), karena bangunan tersebut dibangun oleh kakek dan nenek
manusia, yaitu Nabi Adam AS dan Sitti Hawa(2), yang telah hancur
tatkala banjir pada zamannya Nabu Nuh AS. Nabi Ibrahim AS diberitahu
oleh Jibril tempat bekas Baitulatiq, yaitu gundukan tanah yang lebih
tinggi dari tanah sekelilingnya.  

Tatkala pembinaan BaituLlah itu selesai, Nabi Ibrahim AS lalu
memerintahkan anakanda baginda,  Ismail: "Pergilah engkau mencari
sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia".
(Jadi berbeda dengan kebiasaan kita sekarang dilazimkan "perletakan
batu pertama", maka Nabi Ibrahim AS melakukan "perletakan batu
terakhir"). Maka Ismailpun pergi mencari batu tersebut seperti yang
diminta oleh Nabi Ibrahim AS. Ketika Ismail sedang duduk beristirahat
melepaskan penat lelahnya, tiba-tiba sahaja dihadapannya berdiri
seorang lelaki yang begitu tampan dan gagah, sambil membawa sebuah
batu yang berwarna hitam dan berkilat. Sambil tersenyum ramah, lelaki
tersebut menyerahkan batu hitam tersebut kepada Ismail dan menyuruhnya
segera pergi kepada ayahandanya. Berangkatlah Ismail membawa batu
hitam tersebut dan setibanya di hadapan Nabi Ibrahim AS,
diserahkannyalah batu hitam tersebut kepada Nabi Ibrahim AS.  Melihat
bentuk batu dan warna batu itu, Nabi Ibrahim AS menatap wajah Ismail
seraya bertanya: "Dari mana kau dapatkan batu ini?" Maka Ismailpun
menceritakan segalanya kepada Nabi Ibrahim AS mengenai pertemuannya
dengan seorang lelaki tampan dan gagah yang telah menolongnya. 

Mendengar penjelasan putera kesayangannya itu, Nabi Ibrahim AS dengan
serta merta menciumi batu tersebut dengan rasa suka dan gembira yang
teramat sangat. Menyaksikan tingkah laku ayahandanya yang agak ganjil
itu, Ismailpun menjadi heran.  Melihat perubahan pada wajah putera
kesayangannya yang keheranan, maka dipanggilnyalah Ismail duduk dekat
dirinya.  Lalu Nabi Ibrahim AS berkata: "Tahukah engkau anakku,
siapakah lelaki tampan yang memberikan batu ini kepadamu?," sambil
menunjuk ke arah batu hitam yang telah diletakkan oleh Nabi Ibrahim AS
di atas tanah.  Ismail menggelengkan kepalanya.  "Lelaki tampan itu
tadi adalah Malaikat Jibril AS yang menjelma menyerupai manusia biasa,
dan batu ini adalah sisa yang tertinggal dari Bait al-Atiq yang
dibangun oleh kakek dan nenek kita Nabi Adam AS dan Sitti Hawa,"
menjelaskan Nabi Ibrahim AS.
 
Sejak itulah dan sampai sekarang ini, setiap orang yang bertawaf
mengelilingi BaituLLah, disunatkan(3) pula mencium batu hitam (Hajar
al-Aswad) dan nama Hajar al-Aswad pun, diberikan oleh Nabi Ibrahim AS.
Nabi Ibrahim AS bersama Ismail 7 kali berkeliling dalam membangun itu,
dan tawaf 7 kali berkeliling BaituLlah merupakan napak tilas mereka
berdua. Mencium Hajar al-Aswad itu juga berupa napak tilas Nabi
Ibrahim AS mencium batu hitam itu karena sukacita.(3) Di samping itu
untuk menguji keimanan ummat Islam tatkala mencium Hajar al-Aswad,
yaitu meniatkan dalam hati bahwa batu hitam itu tidak ada apa-apanya,
batu itu tidaklah sakral. Haji Eros Jarot sutradara film Cut Nyak Dien
menyatakan bahwa ia tidak berani mencium Hajar al-Aswad, ia cukup
dengan mencium tangannya lalu menempelkannya ke Hajar al-Aswad,
katanya ia kuatir tatkala mencium batu itu lalu timbul pikirannya yang
lain-lain.

Hajar al-Aswad adalah istimewa, karena tidak pernah disembah sebagai
berhala oleh orang Arab jahiliyah yang telah menyimpang dari ajaran
Nabi Ismail AS, dari beragama Tawhid menjadi penyembah berhala. Juga
Hajar al-Aswad tidak pernah dijadikan wasilah (medium, perantara)
dalam menyembah Allah oleh orang Arab jahiliyah. Bahwa nama Allah
telah dikenal oleh orang Arab jahiliyah, buktinya nama ayahanda Nabi
Muhammad SAW adalah AbduLlah, artinya Hamba Allah. Mengenal nama Allah
itu merupakan ajaran yang masih tersisa dari Nabi Ismail AS, termasuk
tawaf menapak tilas pembangunan BaituLlah 7 kali berkeliling dari Nabi
Ibrahim AS dan Ismail seperti telah disebutkan di atas itu. Namun
napak tilas itu telah diselewengkan orang Arab Jahiliyah kerena mereka
melakukannya dengan telanjang bulat.

Jadi Hajar al-Aswad yang tidak dibehalakan itu, tidak seperti Kristian
memberhalakan salib, yang dijadikan ornamen, dikalungkan di leher,
dipakai sebagai penangkal roh-roh jahat, dipasang di gereja-gereja.
Dipakai sebagai atribut dalam Perang Salib. Tidak ada ummat Islam yang
pakai kalung duplikat Hajar al-Aswad ataupun Ka'bah utk mengusir
roh-roh jahat, tidak ada duplikat Hajar al-Aswad dan Ka'bah dipasang
di masjid-masjid.  

***

Nabi Ibrahim AS adalah satu generasi dengan Salitis dari Dinasti
Hyksos di Mesir.(4). Nabi Ibrahim AS menurunkan bangsa Arab melalui
Nabi Isma'il AS. Bangsa Arab pada mulanya beragama Millah Ibrahim,
agama tawhid. Dapat dibaca dalam Targum oleh seorang Rabbi (pendeta
Yahudi) yang termasyhur, Salomon bin Ishak (1040-1105) dari Troye (=
Ilion = Pergame; sekarang Hissarlick di Turki): Hagar adalah puteri
dari Firaun yang ketika melihat aneka mu'jizat dari pihak Sarah,
berkata: lebih baik untuk anak perempuan saya ini menjadi pembantu
dalam rumah (Ibrahim)," sehingga diangkatnya Ibrahim menjadi
menantunya. Targum (Tafsir Taurat) berisi kitab-kitab sejarah dan
kitab Para Nabi. Kebiasaan membacakan Kitab Suci kepada jemaat di
synagoge dengan diikuti uraian secara lisan dalam bahasa Aram (bahasa
pribumi) mulai berkembang pada abad-abad akhir Sebelum Masehi. Bahasa
Ibrani makin kurang dikenal khalayak ramai sebagai bahasa lisan, maka
mereka perlu dilengkapi dengan tafsiran teks Kitab Suci dalam bahasa
yang sungguh-sungguh mereka fahami, jika mereka diharapkan untuk
mengerti apa yang dibacakan kepada mereka. Rabbi yang bertugas untuk
memberikan uraian lisan ini disebut methurgeman (penerjemah atau
penafsir) dan uraiannya itu disebut Targum. Rabbi Salomon bin Ishak
menyatakan: Hagar adalah puteri dari “Firaun”, berhubung pada
waktu itu belum ada yang tahu bahwa pernah Dinasti Fir'aun dipotong
selama 150 tahun oleh Dinasti Raja-Raja Hyksos. Dalam Al-Quran
disebutkan Nabi Yusuf AS berhadapan dengan Malik, bukan Fir’aun:

-- WQAL ALMLK ANY ARY SB’A BRRT SMAN YAKLHN SB’A ‘AJAF (S. YWSF,
12:43), dibaca:
-- waqa-lal maliku inni- ara- sab’a baqara-tin sima-nin
ya’kuluhunna sab’un ‘ija-fun, artinya:
-- Raja berkata "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi
betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang
kurus-kurus."

Bandingkan dengan Bible yang tidak mengenal Penguasa Mesir Kuno selain
dari Dinasti Fir’aun:
[Kejadian 41:4] Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya
itu  memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu.
Lalu terjagalah Firaun.

Setelah Dinasti Fir'aun yaitu Fir'aun Ahmose dalam tahun 1580 S.M (4)
dapat mengalahkan Dinasti Hyksos, maka agama tauhid di kawasan tengah
sudah bercampur baur dengan agama Mesir Kuno penganut Trinitas
Amun-Ra-Osiris. Bangsa Arab masih mengenal Allah tetapi juga menanut
Trinitas Lat-Uzza-Manat. Inilah zaman jahiliyah paganisme dalam
kalangan bangsa Arab. Para peneliti sejarah dan antropolog menelusuri
sejarah bangsa Arab hanya bisa mereka lakukan ke belakang pada zaman
paganisme ini, sehingga mereka mengatakan upacara mengelilingi Ka'bah
7 kali adalah berasal dari paganisme, padahal kalau ditelusuri ke
belakang hingga Millah Ibrahim, tawaf berkeliling Ka'bah itu adalah
"napak tilas" Nabi Ibrahi AS dan Ismail pada waktu membangun Ka'bah
kembali tujuh kali berkeliling baru selesai pembangunan itu. Wallahu
a'lamu bisshawab.

--------------
(1)
"For behold darkness shall cover the earth, .... but the LORD will
arise upon you, and the glory will be seen upon you .... All the
flocks of Kedar shall be gathered to you,  .... and I will glorify My
Glorious House" (Isaiah, 60:2,7). Karena sesungguhnya kegelapan akan
meliputi bumi, .... namun (terang) Tuhan akan terbit atas kamu, ....
Semua kawanan domba Kedar akan berhimpun kepadamu, .... dan Aku akan
menyemarakkan Rumah KeagunganKu."
 
flocks of Kedar maksudnya qabilah-qabilah Arab turunan Kedar (Haidar)
anak sulung Isma'il.
shall be gathered to you, you di sini maksudnya Nabi Muhammad SAW
darkness shall cover the earth, maksudnya zaman jahiliyah, orang-orang
Arab sepeninggal Nabi Ismail AS menjadi penyembah berhala, seperti
orang-orang Kristian lebih 300 tahun setelah Jesus, mereka mulai
menyembah manusia, Jesus dinobatkan jadi Tuhan pada Konsili Nicaea,
tahun 325 M. 
THE CREED OF NICAEA: 
"We believe in one God the Father, Almighty, maker of all things
visible and invisible; and in one Lord Jesus Christ, the Son of God,
begotten of the Father, only begotten that is, from the substance of
the Father; God from God, light from light, Very God from Very God
"100% human and 100% God" (The History of Christianity, a Lion
handbook, p. 177). 

(2)
Empat puluh tahun kemudian mereka berdua membangun lagi sebuah tempat
peribadatan di Bait Al-Maqdis yang juga hancur karena banjir, lalu
dibangun kembali yaitu Haikal Sulaiman.

(3)
RasuluLah berkata: "Sesungguhnya yang kulakukan (mencium Hajar
al-Aswad) ini adalah apa yang pernah dilakukan oleh Ibrahim dan
anaknya, janganlah kalian menjadikannya sebagai kewajiban dalam
berhaji (HR Abu Dawud). Jadi hukum mencium Hajar al-Aswad itu tidak
wajib, melainnakan sunnat. Dalam ilmu fiqh status hukm ini tidak black
and white, melainkan ada lima tingkat: Pertama wajib, berpahala kalau
dikerjakan, berdosa kalau tidak dikerkajan, kedua sunnat, berpahala
jika dikerjakan tidak berdosa kalau tidak dikerjakan, ketiga mubah,
tidak berpahala dan tidak berdosa jika dikerjakan ataupun tidak
dikerjakan, keempat makruh, tidak berdosa kalau dikerjakan tetapi
berpahala jika tidak dikerjakan, kelima haram, berdosa kalau
dikejakan, berpahala jika tidak dikerjakan.

(4)
Dinasti Raja-Raja Hyksos, sebagai dinasti XV dan XVI mendapatkan
legitimasi dalam Dokumen Hieroglyph yang tertera dalam Daftar Penguasa
Mesir di Turin.
The Hyksos (The Shepherd  Kings) [1730 - 1580] B.C. invaded Egypt and
conquered the Pharao Dynasty. 
The 15th Hyksos Dynasty: Salitis - Bnon - Apachnan (Khian) - Khamudi
16th Hyksos Dynasty: Anat-Her - User-anat - Semqen - Zaket - Wasa -
Qar - Pepi III - Bebankh - Nebmaatre - Nikare II - Aahotepre -
Aaneterire - Nubankhre - Nubuserre - Khauserre - Khamure - Jacob-El -
Yakbam - Yoam - Apophis (Auserre Apepi) - Amu, defeated by Ahmose in
1580 B.C.
Asal-usul Hyksos dari qabilah 'Ad, kaum terkuat bangsa Semit, penghuni
asli Arabia, menguasai padang pasir luas Arabia Tenggara dari pantai
teluk Parsi sampai perbatasan Iraq. Al Quran menyebutkan daerah yang
dikuasai kaum 'Ad itu dengan Al Ahqaf (46:21), yang juga menjadi nama
surah. Karena merasa dirinya kuat, kaum 'Ad menyombongkan diri dengan
mengatakan: "Siapakah yang lebih unggul dari kami dalam kekuatan?"
Itulah yang dikatakan mereka tatkala Allah SWT mengutus Nabi Hud AS
kepada mereka. Mereka dihancurkan Allah dengan angin kencang dan
dingin selama 7 malam 8 hari terus-menerus lalu mereka mati terguling
seakan-akan tunggu-tunggul pohon kurma yang keropos (69:6-7). Nabi Hud
AS beserta semua pengikutnya pindah ke Hijaz sebelum angin itu datang.
Mereka ini disebut kaum 'Ad yang akhir menurunkan seorang yang
terkenal yaitu Luqman alHakim. Kaum 'Ad yang akhir ini dikenal dalam
sejarah sebagai bangsa Finiqy (Phunicia), atau kaum Al 'Ibriyah Al
Qadimah (Proto 'Ibriyah). Kata 'Ibriyah berasal dari 'Ain, Ba, Ra,
'Abara artinya penyeberang. Dalam dokumen hieroglyph orang Mesir
menamakan bangsa 'Ibriyah ini dengan nama Khabiru. Mereka menyeberang
(beremigrasi) dan mendirikan kerajaan-kerajan di Babilonia, di Kan'an,
kemudian ke Mesir mendirikan Dinasti Hyksos setelah menundukkan Dinasi
Fir'aun. Bangsa Al'Ibriyah Al Qadimah ini disusul kemudian dengan
emigrasi gelombang kedua yaitu kaum Al 'Ibriyah Al Jadidah (Deutro
'Ibriyah), di bawah piminan Nabi Ibrahim AS. Salitis Raja Pertama dari
Dinasti Hyksos mengambil Ibrahim menjadi menantu dengan mengawinkannya
dengan Hajar puteri Salitis. Itu karena Hyksos juga beragama tauhid
seperti Nabi Ibrahim AS. Hyksos mengancurkan candi-candi Mesir:
"Josephus claims to quote directly from Manetho, when he describes the
conquest and occupation of Egypt by the Hyksos: By main force they
easily seized it without striking a blow; and having overpowered the
rulers of the land, they then burned ruthlessly, razed to the ground
the temples of gods."

###############################################################################################


  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: Ulil Abshar-Abdalla ; Luthfi Assyaukanie ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ; Agus Hamonangan ; Hudzaifah
Ibnul ; [EMAIL PROTECTED] ; Jemmy ; [EMAIL PROTECTED] ; DOMBA2
KAFIR ; DOMBA2 KAFIR ; DOMBA2 KAFIR ; DOMBA2 KAFIR ; DOMBA2 KAFIR ;
Mey Lan ; [EMAIL PROTECTED] ; H. M. ; mediacare ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
; [EMAIL PROTECTED] ; Samuel Sam ; sang_candu ; ratna sarumpaet ; budi
sulistiyo ; yahoo2teguh ; zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Friday, July 25, 2008 2:05 PM
  Subject: ALLAH SWT adalah BATU HITAM HAJAR ASWAD 


        ALLAH SWT adalah BATU HITAM HAJAR ASWAD  


------------------------------------------------------------------------------

--- End forwarded message ---


Kirim email ke