Kisah 2 Orang Raja 

Alkisah pada zaman dahulu kala, ada 2 negeri yang masing-masing dipimpin oleh 
seorang Raja dengan tabiat yang berbeda. 

Negeri pertama dijuluki orang sebagai negeri Jahanam, Rajanya bernama Tauhid. 
Pada suatu masa, sebuah desa dalam wilayah negeri itu diserang wabah penyakit 
yang mematikan. Rakyat menjadi sangat menderita akibat dari serangan wabah itu. 
Banyak di antara mereka yang meninggal. Wabah penyakit itu harus segera 
dihentikan, bila tidak, seluruh penduduk desa bisa punah. Maka, Raja Tauhid 
membuat sebuah pengumuman di seluruh negeri, bahwa barangsiapa bisa 
menghentikan wabah penyakit itu dan mengobati penduduk yang terserang hingga 
sembuh total, orang itu akan dianugerahi kedudukan penting dalam istana Raja. 

Maka, datanglah seorang Tabib dari desa lain yang sangat ahli dalam pengobatan, 
hampir semua penyakit dia sanggup tangani, tak terkecuali penyakit yang 
menyerang salah satu desa di negerinya itu. Tanpa banyak basa-basi, dia 
langsung mengobati para penduduk yang sakit dan memberi pengarahan tentang 
bagaimana cara pencegahan penyakit itu agar tidak terus merajalela dan mewabah. 
Tidak berselang terlalu lama, maka akhirnya selamatlah desa yang tadinya 
diserang wabah penyakit mematikan itu. Raja Tauhid mendengar kabar tersebut, 
lalu mengundang sang Tabib datang ke istana. 

Tatkala sang Tabib masuk ke dalam ruangan Raja, dan berdiri di hadapan Raja 
Tauhid yang sedang duduk di atas takhtanya, maka marahlah Raja Tauhid kepada 
sang Tabib yang kurang terpelajar itu. Bentak Raja, "Hei, kisanak, kenapa kamu 
tidak masuk ke dalam ruanganku ini dengan merangkak? Dan kenapa kamu dengan 
beraninya berdiri tegak di hadapanku dengan tiada bersujud?" 

Harap diketahui, Raja Tauhid ini membuat suatu aturan kepada seluruh 
bawahannya, bahwa barangsiapa yang masuk ke dalam ruangan Raja, haruslah 
berjalan dengan merangkak, serta setelah sampai di hadapan Raja haruslah 
melakukan sembah sujud sebanyak 50 kali sebagai tanda setia dan takluk kepada 
Raja. 

Tetapi entah karena disengaja atau memang tidak tahu lantaran para menteri yang 
membawanya ke istana tidak menceritakan perihal peraturan itu, sang Tabib tidak 
melaksanakannya. Setelah sang Tabib mendengar bentakan Raja Tauhid, sang Tabib 
menjadi pucat ketakutan, tapi dia tetap berdiri tegak di hadapan Raja Tauhid 
dengan tiada bersujud. Mungkin karena usia tuanya itu, sang Tabib menjadi 
sangat pikun dan bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia malah 
melotot membalas tatapan Raja Tauhid. 

Akhirnya, Raja Tauhid menjadi murka. Raja Tauhid berteriak kepada prajuritnya 
yang menjaga pintu, "Seret Tabib murtad ini ke luar, dan pancung dia!" Maka 
diseretlah Tabib malang itu ke luar istana lalu dipancunglah ia. Trenyuh 
memang, jasa mulia yang telah dia berikan untuk negeri tersebut menjadi hilang 
seketika hanya lantaran aturan gila Raja Tauhid. 

Rupanya, Raja Tauhid lebih mementingkan egonya daripada kebaikan/jasa yang 
telah dilakukan rakyat terhadap negeri yg dipimpinnya. 

Setelah Tabib itu diseret keluar untuk dieksekusi mati, datang seorang 
penjahat, dia seorang pemerkosa dan perampok ulung di wilayah ini. Dia 
tertangkap dan minta pengampunan dari sang Raja Tauhid. Raja Tauhid sudah 
membuat suatu aturan, barangsiapa bersedia sujud menyembah Raja Tauhid sebanyak 
200 kali dengan disaksikan oleh seluruh menteri, maka dosa atau kejahatan 
sebesar apa pun akan diampuni. 

Maka, ketika perampok dan pemerkosa bejat itu tiba di depan pintu ruangan Raja, 
ia segera merangkak perlahan dan setelah persis di hadapan sang Raja, ia sujud 
sebanyak 200 kali sesuai dengan peraturan. Setelah selesai sujud 200 kali, 
tanpa basa-basi, sang Raja Tauhid berkata, "Bagus Kisanak. Aku ampuni 
kejahatan-kejahatanmu. He...he...he... Kamu benar-benar mengerti apa yang aku 
inginkan." 

Maka, si perampok dan pemerkosa itu pun bebas berkeliaran melakukan 
aksi-aksinya kembali. 

Apa yang dijalankan oleh Raja Tauhid tersebut sesuai dengan bunyi Hadist 
Bukhari: 

Diriwayatkan oleh Abu Dharr : Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi 
aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah 
akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), "Walaupun dia mencuri, walaupun 
dia berzinah?" Dia menjawab, "Ya, Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia 
berzinah." (Sahih Bukhari Vol 9, Book 93. Oneness, Uniqueness Of Allah 
(Tawheed). Hadith 579.) 

Hafal 99 Asma Allah, akan masuk surga 

Sahih Muslim, Book 035, Number 6475: 
Abu Huraira melaporkan rasulullah (saw) mengatakan : Ada 99 nama Allah; orang 
yg setia menghafalnya akan masuk Surga... 

========================================== 

Sementara itu, negeri kedua yang letaknya di belahan lain bumi ini, namanya 
Negeri Firdaus, juga mengalami permasalahan serupa yang tidak jauh berbeda 
dengan kasus yang menimpa negeri Jahanam. Salah satu desa dalam wilayah negeri 
Firdaus ditimpa wabah penyakit yang mematikan. Rajanya bernama Esa, membuat 
pengumuman di seluruh negeri dan menjanjikan kedudukan yang istimewa di istana 
sebagai pahala bagi siapa yang sanggup menghentikan wabah yang menimpa salah 
satu desa di negerinya. 

Sebagaimana di negeri Jahanam, maka akhirnya seorang Tabib dari desa lain mampu 
menghentikan wabah penyakit mematikan itu dan menyembuhkan semua penduduk yang 
sakit. 

Raja Esa mendengarnya dan bersukacita, lalu mengundang sang Tabib ke istana 
untuk menghadap. 

Ketika sang Tabib sampai di hadapan Raja, sang Tabib terpesona oleh keindahan 
takhta Raja Esa dan kemuliaan yang terpancar dari wajah sang Raja. Sehingga dia 
lupa untuk bersujud sebagai tanda hormat. Setelah berselang beberapa saat, 
akhirnya seorang menteri yang berdiri di samping takhta berkata dengan lembut 
kepada sang Tabib, "Wahai Tabib, sembahlah Rajamu." 

Mendengar salah satu menterinya menegur sang Tabib, Raja Esa lalu memotong, 
"Sudahlah, tidak perlu begitu. Yang saya kehendaki bukanlah penyembahan, 
melainkan bagaimana rakyatku ini bisa hidup aman sentosa, damai sejahtera dan 
terhindar dari segala malapetaka." 

Mendengar kata-kata Raja Esa, sang Tabib langsung rebah menelungkup di hadapan 
Raja, sambil menangis terharu dia berkata, "Betapa bahagianya kami, memiliki 
Raja yang arif bijaksana seperti engkau. Semoga kekuasaan dan kemuliaan akan 
terus berada di tanganmu, wahai Rajaku yang baik." 

Sesuai janjinya, Raja Esa memberi kedudukan kepada Tabib itu di istananya. 

-------------------------------------------- 

Nah, dari kisah di atas, wahai para pembaca, Raja manakah yang kau suka dan kau 
pilih? Raja Tauhid ataukah Raja Esa? 

Pesan saya: 

Bila Anda suka dengan perangai dan watak Raja Tauhid, maka silakan kau pilih 
ALLAH SWT sebagai sesembahanmu. 

Bila Anda suka dengan sifat dan karakter Raja Esa, maka silakan kau pilih TUHAN 
SEMESTA ALAM sebagai sesembahanmu. 

Semoga cerita ini bermanfaat untuk merangsang hikmat dan akal budimu. 





Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror 
pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang 
ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan 
pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang 
kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti 
terwujud. 
Feifei_fairy
 


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Kirim email ke