Makin Banyak Pemimpin2 Hamas Mati Terbunuh Sesama !!!

Baru2 ini tgl 25 July 2008, kembali beberapa pemimpin Hamas mati
terbunuh oleh bomb mobil yang dilakukan oleh sesama mereka.  Hal ini
makin menambah buruk citra dan posisi Hamas di Gaza, makin melemahkan
kekuatan Hamas, sementara pasukan2 Hamas terus melanjutkan perampokan2
terhadap rakyatnya sendiri.  Bantuan2 makanan, bensin dll yang datang
dari UN melalui Israel selalu dirampas diperbatasan oleh pasukan Hamas
sewaktu sedang diangkut dengan truk2 sipil dari lembaga2 kemanusiaan UN.

Kehidupan makin mencekik, tidak seorangpun yang bekerja, menjadi
pegawai negeri diGaza tidak bergaji, pembagian pangan hanya
berlangsung kepada anggauta2 pasukan bersenjata Hamas saja.

Yang paling parah adalah bahwa tidak satupun negara2 berSyariah yang
berkenan tersentuh nuraninya untuk ikut membantu kelaparan yang sudah
berlangsung beberapa bulan di Gaza.  Makanan dan bantuan kemanusiaan
hanya datang dari Israel dan UN.  Mesir yang menjanjikan juga bantuan
ternyata tidak pernah kunjung tiba, malah mereka menutup perbatasannya
melarang penyebrangan2 untuk membeli makanan warga Gaza.

Ini hanyalah satu contoh bagaimana penegakkan Syariah akan menyebabkan
negara tsb tergantung segalanya kepada Barat sementara saudara2 seiman
yang juga berSyariah tidak akan pernah bersedia membantunya.  Dari
sini sudah bisa dipastikan, penegakkan Syariah di Indonesia akan
mengundang bencana yang paling hebat nantinya karena perbatasan negara
ini semuanya berupa lautan.  Keadaan akan makin parah lagi karena
negara2 Barat sudah mulai makin membatasi bantuan2nya kepada negara2
Syariah yang jelas2 mendukung gerakan2 terorist diseluruh dunia.

Yang akan menjadi bencana fatas justru pertentangan antara negara2
Syariah itu sendiri yang masing2 berbeda dalam akidah2 syariahnya
masing2.  Saling bunuh antara pendukung Syariah satu dengan yang lain
telah menunjukkan statistik yang meningkat sangat tajam diseluruh
dunia.  Tidak satupun negara berSyariah yang bisa merasakan kehidupan
dalam kedamaian, semuanya dicekam oleh teror sesama Islam itu sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

Kirim email ke