"The Islam Threat" - Buku Ali Sina
 
http://www.faithfreedom.org/book.htm 
Ancaman Islam (The Islam Threat) 

Wahai kawan2: 

Bukuku yang berjudul "The Islam Threat" (Ancaman Islam) telah selesai. Aku 
yakin buku ini merupakan pukulan keras bagi Islam dan akan mengubah sepenuhnya 
cara dunia melihat aliran kepercayaan ini. Aku telah dijuluki sebagai seorang 
ekstrimis. Aku terima tuduhan ini dengan rasa bangga. Islam adalah kejahatan 
belaka. Ia harus dilawan sepenuhnya. Kurang dari itu berarti bersikap kompromi 
dengan kejahatan. Bagaimana caranya kau membetulkan sebuah kebohongan besar? 
Dengan cara menyampaikan separuh kebenaran? Mengatakan bahwa kita harus 
menerima Islam moderat (= lunak, tak berlebihan) merupakan pemikiran yang 
salah. Islam berkata: bunuh para kafir. 

Bagaimana seseorang bisa bersikap moderat akan hal itu? Apakah moderasi berarti 
menerima keadaan bahwa para Muslim hanya memenjarakan atau memukuli para kafir? 
Islam mengajarkan seorang pria boleh memiliki empat istri. Apakah kita harus 
kompromi dan mengatakan bahwa dua istri saja boleh? Kemungkinannya hanya dua: 
Allah itu Tuhan atau ini adalah ciptaan dari pikiran yang sinting. Apakah 
moderasi berarti mengakui Tuhan sepenuhnya tapi meminta para Muslim untuk tidak 
mendengar ajaran2 penuh kebencian dan kekerasan dari nabiNya? Kejahatan ekstrim 
harus dilawan dengan cara radikal. 

Aku menolak bulat2 segala pengakuan bahwa Islam adalah agama yang sah dan 
menuntut penolakan dan pelarangan penuh atas Islam. Jika tujuh puluh tahun yang 
lalu seseorang menuntut penolakan atas Nazisme, dia akan dijuluki sebagai 
seorang ekstrimis, tapi sepuluh tahun kemudian ternyata semua orang menganut 
sikap ini. Tidakkah kita harus belajar dari sejarah? Kejahatan harus ditolak 
mentah2 dan tanpa ragu. 
Jika kau tertarik untuk mendapatkan keterangan kapan buku ini bisa dibeli, 
mohon mendaftar di kolom berikut dan tinggalkan e-mail-mu. Aku masih mencari 
penerbit yang sesuai yang bersedia menangani buku seperti ini. 

Terima kasih dan sahabatmu yang tulus, 
Ali Sina 

Join my book mailing list 
http://www.faithfreedom.org/book.htm 

Kata pembuka dari buku “The Islam Threat” ditulis oleh ilmuwan Islam terkenal 
Ibn Warraq (pengarang "Why I am Not a Muslim" dan juga "Leaving Islam". 

Beberapa komentar yang mendukung 

1- Buku ini benar2 blak2an, dengan dokumentasi yang menyeluruh, dan penelaahan 
tajam yang menghujam jauh ke dalam akar penyebab fanatisme dan kekerasan Islam 
yang saat ini mengancam seluruh dunia. Buku ini harus jadi buku wajib untuk 
dibaca oleh Departmen Pertahanan dan Gedung Putih -- Robert Spencer, director 
of Jihad Watch and author of The Politically Incorrect Guide to Islam and the 
Crusades (Regnery) 

2- Penelaahan yang sangat tajam, tidak tanggung2 atas ideologi kebencian dan 
apa yang harus dilakukan untuk memberantasnya. Buku ini tidak menahan diri. 
Wajib dibaca oleh setiap orang yang ingin mengerti tentang terorisme Islam. -- 
Professor Kim Ezra Shienbaum, Ph.D Dept. of Political Science, Rutgers 
University Camden, NJ. Chief Editor of Beyond Jihad. 

3- Dengan keberanian yang besar, pengetahuan yang mendalam dan kecerdikan yang 
tinggi, Ali Sina membabat habis pandangan khayalan2 yang benar secara politis 
(politically correct) tentang Islam dan pendirinya. Diharapkan para elite 
pembuat hukum mau membaca penelaahan2 Ali Sina yang jauh masuk ke dalam, yang 
meremukan khayalan berbahaya yang mereka ciptakan sendiri tentang Islam. -- 
Andrew G. Bostom, MD, author of “The Legacy of Jihad” 

4- Setengah abad yang lalu Whittaker Chambers dalam bukunya “Witness” (Saksi2), 
memperingatkan kita akan bahaya Komunisme. Sekarang Ali Sina menyampaikan 
peringatan dengan suara keras akan ancaman Islam. “Witness” hanya dapat ditulis 
oleh orang yang mengetahui tentang Komunisme dari dalam. Hal yang sama dapat 
dikatakan tentang buku “The Islam Threat” yang ditulis dari sudut pandang 
seseorang yang tahu betul secara intim akan Islam dari dalam. Islam lebih 
berbahaya daripada Komunisme karena diselubungi dengan istilah “agama”. -- 
Jacob Thomas, Consultant on Middle Eastern affairs / Columnist 

5- Benar2 bacaan yang mengguncangkan dan sangat dalam. Perspektif pandangan Dr. 
Sina yang unik menawarkan penelaahan dan pengetahuan luarbiasa akan ancaman 
yang dihadapi dunia beradab. -- Jesse Petrilla, Founder & Chair of the United 
American Committee 

6- Aku dengan sepenuh hati merekomendasi buku Ali Sina. Buku ini bukan sekedar 
pencerahan di waktu genting sejarah dunia. Buku ini juga ditulis oleh orang 
yang benar2 tahu apa yang ditulisnya. Aku tidak pernah tahu penulis lain yang 
menulis topik ini dengan otoritas dan fakta yang begitu hebat. Dia adalah 
penjabar fakta yang hebat karena dia adalah peneliti yang komplit akan Islam 
sebagai aliran kepercayaan perang. -- J. Grant Swank, Jr., Columnist, Pastor, 
New Hope Church , Windham Maine 

7- Ali Sina telah jadi tokoh utama dalam Reformasi Islam. Buku ini akan 
mendidik dan menyentuh orang dengan kekuatan untuk merubah keadaan menjadi 
lebih baik. Analisanya yang jujur menusuk jauh ke dalam Islam kontemporer dan 
masa lalu dan membuat pembaca menghadapi pertanyaan2 penting. Debat dan kritik 
menarik yang menelaah diri sendiri ini sangat dibutuhkan dan sudah lama 
ditunggu-tunggu. -- Chris Blackburn, Director of givethemlight.org- A 
Foundation for Democracy and Global Pluralism. 

8- Ali Sina merupakan salah satu pemikir yang paling berani di jaman kita. 
Bacalah analisa yang brilian dan sangat tajam ini jika kau ingin mengerti 
mengapa tidak ada Islam moderat, dan mengapa gagal untuk mengerti hal ini akan 
membuat kita terancam bahaya besar. -- Wolfgang Bruno, writer, author of 
"Reformation Impossible" 

9- Perang melawan Jihad dapat dan harus dimenangkan, meskipun kelas elite Barat 
cenderung pasif dan mudah dikhianati. Tugas pertama adalah untuk menganalisa 
terang2an identitas dan karakter musuh dan apa bentuk ancamannya. Adalah sangat 
penting untuk membuang segala tabu dan mendiskusikan Islam tanpa rasa takut dan 
bersalah, atau belenggu2 dari pemikiran yang telah diamanatkan. Buku baru Ali 
Sina memberi sumbangan penting akan hal ini. 

“Jika kau tahu siapa musuhmu dan siapa dirimu, kau tidak perlu takut akan 
hasil2 seratus peperangan, “ kata Sun Tzu. Karena buku ini kita tahu pihak 
musuh para Jihadis lebih baik – akar kepercayaannya, idola2nya, catatan 
sejarahnya, pemikirannya, modus operandinya, dan tujuannya. Kita juga tahu 
kelemahannya, dan itu banyak jumlahnya. Di atas semuanya kita tahu akan 
ketidakmampuannya untuk mengembangkan perekonomian yang makmur atau masyarakat 
yang berfungsi, harmonis, dan rukun. 

Akan tetapi, masalah utama tetaplah pada diri kita sendiri, dengan adanya para 
pejabat yang berkuasa untuk menentukan hukum dan membentuk opini2, dan yang 
akan menolak dan mengutuk diagnosa Ali Sina. Kaum pejabat elit kita 
memperlakukan jalan pikir Jihadis sebagai kelainan jiwa yang dapat dan harus 
dirawat dengan menangani kasus2 di luar Islam itu sendiri. Hasilnya adalah 
sejumlah besar cara2 “penyembuhan2” yang diajukan yang kemungkinan suksesnya 
dalam menanggulangi terorisme adalah sama besarnya seperti minyak ular dipakai 
untuk menyembuhkan leukemia. -- Dr. S. Trifkovic, Foreign Affairs Editor 
CHRONICLES chroniclesmagazine.org/cgi-bin/newsviews.cgi 


Garis Besar Buku 

The Islam Threat terdiri dari empat bagian: 
Bagian I dengan singkat memperkenalkan pendiri Islam, siapa dirinya dan 
bagaimana dia mengembangkan karir kenabiannya untuk mendirikan kekaisarannya. 
Bagian ini mendiskusikan sifat2 Islam dan menyorot pesan Qur’an sebenarnya. 
Bagian ini membuka kenyataan yang buruk di belakang kedok “agama damai” dan 
menunjukkan bahwa Islam bukan agama dan tidak bersifat damai pula. Islam adalah 
ideologi imperialistik yang sama sifatnya dengan fasisme. Tapi Islam lebih 
berbahaya lagi sebagai Islam diselubungi dengan istilah “agama”. Bagian ini 
menelaah sifat2 kultis (aliran sesat) Islam dan membandingkannya dengan aliran2 
sesat berbahaya lainnya. Untuk mengerti apa yang mendorong Muhammad untuk 
melakukan tindakan2 keji, kekerasan, ingin diakui dan tekadnya yang keras, kita 
akan masuk ke dalam pikirannya dan melihat latar belakang kejiwaannya. Kita 
akan belajar bahwa Islam tidak sejalan dengan Golden Rule dan bagaimana Islam 
itu dan bagaimana Islam digunakan
 sebagai alat dominasi yang sempurna untuk memobilisasi masyarakat berjumlah 
besar yang mudah dikelabui. 

Bagian II adalah tentang merubah (reformasi) Islam. Bagian ini mendiskusikan 
mengapa Islam tidak dapat diubah dan mengapa dalam pertentangan antara Muslim 
“moderat” dan Muslim fanatik, yang terakhir ini yang selalu menang. Bagian ini 
meruntuhkan khayalan akan Islam moderat dan menelaah efek hilangnya kemanusiaan 
dalam diri Muslim karena Islam. Bagian ini menerangkan mengapa reformasi tidak 
mungkin terjadi dan mengapa satu2nya jalan menumpas terorisme Islam adalah 
dengan mengenyahkan Islam itu sendiri. Juga kita akan belajar bahwa melindungi 
Islam berarti menjunjung terorisme dan bagaimana dua hal ini (Islam dan 
terorisme) berhubungan tak terpisahkan satu sama lain. 

Bagian III menyoroti bahayanya sikap pasif. Para Muslim mencari pengakuan dan 
persetujuan dari pihak lain. Mereka ingin dianggap valid (sahih). Sungguh suatu 
tindakan yang sangat salah untuk mengakui kepercayaannya dan memujinya. Mereka 
yang memuji Islam; mereka yang menjadi penganut Islam; dan “orang2 idiot yang 
berguna” untuk menyebarkan Islam di dunia Barat dan negara2 non-Islam lainnya 
sebenarnya memupuki fundamentalisme Islam dan memberi bahan bakar bagi 
terorisme Islam meskipun mereka bersikeras mengatakan bahwa Islam adalah agama 
damai. Kesalahan orang2 ini dalam hal timbulnya terorisme Islam sama besarnya 
dengan kesalahan para imam Muslim yang sarat rasa benci dan terang2an membujuk 
Muslim melakukan kekerasan dan pertumpahan darah. 

Bagian IV membahas tentang bahaya Islam di seluruh dunia dan terutama tentang 
imigrasi para Muslim. Bagian ini juga membahas kesalahan2 yang dilakukan 
berbagai pihak. Pihak Barat bukannya tidak bersalah sama sekali. Pihak Barat 
bersalah karena melakukan berbagai tindakan yang dimotivasi oleh keserakahan, 
paranoia, keputusan2 politik yang ngawur dan buta sama sekali tentang Islam dan 
jalan pikiran Muslim. Bagian ini juga menggarisbawahi kesalahan2 fundamental 
masyarakat Barat, kelemahan2nya, dan merosotnya nilai moral dan mudahnya ditipu 
tidak hanya oleh Islam, tapi juga oleh berbagai pandangan2 dan kepercayaan2 
yang berbahaya. Ini bukan hanya politik2 saja dan apa yang telah dilakukan 
Pemerintah, tapi setiap orang bertanggungjawab. Jika kita gagal untuk mencegah 
bangkitnya Islamofasisme, maka tak dapat dihindari lagi Erofasisme akan terjadi 
sebagai hasil kegagalan ini dan kota2 Barat akan diubah menjadi medan2 perang. 
Pihak Barat harus berubah. Yang
 dibutuhkannya adalah kebangkitan spiritual dan moral. Tidak cukup hanya 
melawan Islam saja tapi kita harus membuat diri kita dan masyarakat kita kebal 
melawan Islam.



Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror 
pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang 
ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan 
pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang 
kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti 
terwujud. 
Feifei_fairy
 


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Kirim email ke