ITU-LAH REFOTNYA dg ajaran2 Islam. Apa saja kalo sudah di-HALAL-kan maka
umat Islam dipersilakan untuk melakukannya tanpa takaut hukuman dari
Aulloh.

Selain pelacuran, i.e. kawin kontrak - sawaj muta'a ato bahasa kerennya
'one night stand' di mana 'temanten' laki2 membayar 'temanten' perempuan
untuk dpt menikmati tubuhnya selama sehari, dua hari atopun seminggu
dst. tanpa ada responsibilities apa-2 pun. Misalnya kalo si 'temanten'
perempuan jadi bunting, terkena HIV/AIDS- si laki2 tidak punya moral
obligation untuk menanggung semuanya krn sudah dihalakan oleh Aulloh dan
nabi-Nya.

Begitu juga membunuh orang2 yg tidak percaya kpd Aulloh dan nabinya -
halal untuk dibunuh, dipenggal lehernya - you're right krn sudah
dfi-HALAL-kan. Hal ini tentunya bertentangan dg ajaran yg
menyatakan:'Membunuh seorang yg tidak bersalah itu sama dg membunuh
seluruh umat manusia!' dan 'Tidak ada paksaan dlm Islam'. Jelas krn ayat
menyuruh bunuh orang2 yg tidak percaya Aulloh dan nabinya punya
precedence atas membiarkan orang beragama non-Islam.

Gabriela Rantau
--- In zamanku@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pelacuran Islam Yang Dihalalkan Disebut Sebagai Nikah Muta
>
> Pelacuran pada hakekatnya eksist dalam agama Islam dalam beberapa
> bentuk, yaitu bentuk pelacuran yang dilarang dan bentuk pelacuran yang
> dihalalkan.
>
>
http://www.inthenameofallah.org/Islamic%20Prostitution%20OR%20Nikah%20al\
%20Mut'ah.html
>
> Dizaman modern ini, segala bentuk hubungan sex yang berlandaskan jual
> beli dinamakan sebagai PELACURAN, dan definisi ini belum dianut
> dizaman dahulu kala.
>
> Oleh karena itu tidak mungkin kita katakan bahwa Islam melarang
> pelacuran karena istilah pelacuran perdefinisi belum dikenal dizaman
> dahulu kala.  Quran hanya menggunakan istilah nikah, nikah mutah, dan
> zinah.
>
> Kesimpulannya, kalo kita mau merujuk kepada Quran tentang pandangan
> Quran mengenai pelacuran, maka Quran menetapkan bahwa pelacuran ada
> dua bentuk, yaitu pelacuran yang dilarang atau diharamkan dan
> pelacuran yang diizinkan atau dihalalkan.
>
> Pelacuran yang dihalalkan didalam Islam adalah pelacuran yang harus
> memenuhi persyaratan2 yang ditetapkan Quran sebagai persyaratan "Nikah
> Muta'h".
>
> Pada mulanya Sunni dan Syiah memiliki pandangan yang sama bahwa
> pelacuran yang berlandaskan nikah mutah dihalalkan dari zaman nabi
> Muhammad hingga detik ini.  Namun dengan banyaknya ulama Sunni yang
> berkecimpung dalam penelitian2 di Amerika, akhirnya muncul pemuka
> Syiah yang melarang dan mengharamkan nikah muta'h.  Namun dunia Sunni
> dan dunia Syiah masih tetap dalam perpecahan internal-nya masing2,
> dikedua belah pihak sekarang ini ada yang pro dan ada yang kontra dan
> sementara itu nikah muta'h ini terus berlangsung dikedua pusat Islam
> dunia ini yaitu di Arab Saudia maupun di Iran.
>
> Kesimpulannya, disemua negara Syariah masih berlangsung pelacuran
> karena jenis pelacuran nikah Mutah masih dihalalkan.
>
> Dizaman sekarang segala bentuk pelacuran dilarang oleh pemerintahan
> negara2 maju seperti bentuk kawin muta, poligamy, escort, dll.
>
>
http://www.inthenameofallah.org/Islamic%20Prostitution%20OR%20Nikah%20al\
%20Mut'ah.html
>
> Semuanya sangatlah tergantung definisinya, sekali definisi sudah
> terbentuk, maka yang sebelumnya tidak jelas kategorinya akan menjadi
> jelas akan perbuatan sebenarnya.  Definisi digunakan dalam dunia
> ilmiah untuk menegaskan batas2nya dari sebuah pemahaman.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>

Kirim email ke