seandainya persepsi itu tidak diakui kebenarannya, maka dunia nyata nggak 
pernah ada, karena yang ada hanyalah persepsi kita yang salah tentang dunia 
nyata. nggak ada tu yang namanya pesawat terbang, komputer, dan film porno, 
karena yang ada hanyalah persepsi yang diragukan kebenarannay tentang objek2 
tersebut.

tafsir, adalah hasil pemikiran, usaha para pemikir saat itu untuk 
menterjemahkan quran pada orang awam. validitasnya diukur bukan dari kebenaran 
hadits relatif terhadap kebenaran quran, tapi diukur dari kesesuaian antara isi 
hadits dengan isi quran. tingkat kebenaran hadits jelas2 lebih rendah dari 
quran. tapi bukan berarti hadits itu gak valid.

kalau anda meragukan quran, itu urusan anda. tapi secara akademis dan ilmiah, 
quran sebagai teks memiliki tingkat kebenarannya sendiri yang gak bisa anda 
ubah kecuali anda tuhan, atau seorang teolog tingkat dunia. yang jelas gak 
mungkin, karena pemahaman anda tampaknya juga terbatas, mirip seperti tetangga 
saya yang tukang sampah itu.

lurino
/tukangmikir

--- On Fri, 8/1/08, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] *********  Tidak Pernah Dikenal Ada Hadits Yang Sahih !!!    
      *********
To: zamanku@yahoogroups.com
Date: Friday, August 1, 2008, 11:49 AM










    
            

*********  Tidak Pernah Dikenal Ada Hadits Yang Sahih !!!         

*********



Arti "Sahih" dalam bahasa Inggrisnya disamakan sebagai "Valid".

Perdefinisi, "Valid" berarti hal2 yang dipastikan kebenarannya karena

sudah lulus dalam berbagai test2 pembuktian yang valid, artinya telah

lulus validasinya.



Hadits itu berisi "TAFSIR2" dari isi Quran.

Padahal, perdefinisi, "tafsir" itu disamakan artinya dengan "tebak2an".



Tak bisa disangkal, bahwa "tebak2an" sama sekali bukan kepastian dan

belum pernah diuji validasinya, dan tidak atau belum lulus dalam test2

pembuktian yang valid.



Kesimpulannya, jelas dan pasti.  HADITS TIDAK ADA YANG SAHIH.  Karena

memang tidak pernah tebak2an itu sahih.



Ny. Muslim binti Muskitawati.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke