KALO MATAHARI harus beristirahat di manapun - bahkan di bawah singgasana Aulloh 
- maka planet2 akan berjatuhan dari orbit mereka. Ini bukti lain bhw Al Qur'an 
dan hadist sama sekali tidak mengandung keterangan  yg bersifat scientific.

Gabriela Rantau



----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 1, 2008 1:18:21 PM
Subject: Matahari beredar menurut islam


Matahari beredar menurut islam

Hadis riwayat Abu Zar ra.:
Bahwa pada suatu hari Nabi saw. bersabda: Tahukah kalian ke mana matahari 
pergi? Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. 
bersabda lagi: Matahari berjalan hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di 
bawah Arsy, lalu menjatuhkan diri bersujud. Dia (matahari) terus dalam keadaan 
begitu hingga difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau 
datang. Matahari pun kembali, sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat 
terbitnya. Kemudian berjalan, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah 
Arsy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan begitu, sampai difirmankan 
kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari kembali, 
sehingga di waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian ia kembali 
berjalan tanpa sedikit pun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat 
menetapnya itu di bawah Arsy, lalu difirmankan kepadanya: Naiklah, terbitlah 
dari Barat. Maka pagi berikutnya, matahari terbit dari
 sebelah Barat. Rasulullah saw. melanjutkan: Tahukah kalian kapan itu terjadi? 
Itu terjadi saat: Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri 
yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam masa 
imannya

ini membuktikan bahwa muhammad tidak tau kalau bumilah yang mengelilingi 
matahari dan ketidak akan tahuan mengenai perbedaan waktu yang ada dibumi. 
masalah ilmu seperti ini saja allah dan muhammad bisa salah, gimana mau 
mengatakan islam adalah ilmu dari segala ilmu. sungguh memalukan
saudara, disini saya tidak berniat untuk menghina para manusianya. tetapi 
disini saya hanya melihat ajaran agama yang membuat manusia buta akan nurani 
mereka. sesungguhnya walaupun ada orang yang berpaham islam fanatik, sungguh 
yang saya bencikan ajarannya. anda tau ajaran islam selalu menghina kebebasan 
beragama. apa anda tau islam yang sebenarnya tidak boleh berteman dengan kafir. 
jika ini terjadi di negara anda, apakah anda tidak merasa anda akan menciptakan 
permusuhan dengan dunia luar yang berpaham kafir. pikirkan saudara, tuhan tidak 
pernah membuat agama untuk saling membunuh. tuhan itu begitu besar, tetapi apa 
daya kita, kita hanya mengikuti ajaran yang telah kita bawa sejak kecil. jika 
anda lahir di perut orang yang beragama kristen, pasti berat untuk anda menjadi 
islam. sama juga dengan anda.. Tetapi bukan maksud menghina orangnya. diantara 
semua agama hanya islam lah yang selalu menjelekkan pemahaman lain. coba anda 
fikirkan apa mungkinkah itu
 dari tuhan yang sejati. sekecil itukah tuhan menurunkan agama yang berisi 
pengancaman dan iming2 surga yang tidak jelas. seluruh agama tetap mempunyai 
kesalahan, kenapa? karena seluruh kitab ini tidak lepas dari pembuatan manusia. 
tetapi agama lain hanya mengajarkan kasih yang terlalu besar. di dalam islam 
saya tidak menemukan kasih, tetapi pembencian terhadap kafir.
Biar makin jelas aja klo quran cuman karangan muhamad.....
mustahil Tuhan yang sebenarnya salah klik sms... matahari yang beredar

Nah lihat lagi gambar ini..., fokus aja.. jangan jauh-jauh... .. allah swtmu 
blom pernah nyampe sono lley.... sambil tengok 2 ayat di atas...


Nah kan..... masih sajakah kamu percaya kepada allah swt yang tidak maha tahu 
itu???
Jangan berikan jiwamu kepada muhamad sang penipu...
Ini gambar galaxy Bimasakti jika dilihat dari luar galaxy Bimasakti:

Bima sakti, Apakah Alloh juga berkuasa di Galaxy lain seperti : Andromeda, 
Large Magelanic Cloud, Small Magelanic Cloud, dan galaksi-galaksi lain yang 
saya yakin masih banyak galaksi yg belum terjamah teleskop.

Jika ada kehidupan lain di planet lain, baik di Galaksi Bima Sakti maupun di 
galaksi lain apakah mereka juga memeluk Islam? apakah mereka juga punya Kabah 
sendiri?

keluaran dari Departemen Agama Arab Saudi
Quran Al-Islam - Kingdom of Saudi Arabia - Q 36:38
And the sun runs its course for a period determined for it; that is the decree 
of (Him), the Exalted in Might, the All-Knowing.
Kalau lihat tafsir sebenarnya Q 36:38 tanpa mencampuradukkan dengan ilmu 
pengetahuan kafir, maka bisa dilihat jelas ilmu astronomi Islam yang 
sebenarnya. Mari sekarang periksa apa kata Ibn Kathir tentang Q 36:38:
[æóÇáÔøóãúÓõ ÊóÌúÑöì áöãõÓúÊóÞóÑøò áøóåóÜÇ Ðóáößó ÊóÞúÏöíÑõ ÇáúÚóÒöíÒö 
ÇáúÚóáöíãö ]
(And the sun runs on its fixed course for a term (appointed). That is the 
decree of the Almighty, the All-Knowing)
There are two views over the meaning of the phrase
terjemahan:
(dan matahari berlari menuju jalurnya (yang telah ditentukan) untuk beberapa 
saat. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.)
Ada dua anggapan tentang arti kalimat ini

[áöãõÓúÊóÞóÑøò áøóåóÜÇ]
(on its fixed course for a term (appointed). )
(The first view) is that it refers to its fixed course of location, which is 
beneath the Throne, beyond the earth in that direction. Wherever it goes, it is 
beneath the Throne, it and all of creation, because the Throne is the roof of 
creation and it is not a sphere as many astronomers claim. Rather it is a dome 
supported by legs or pillars, carried by the angels, and it is above the 
universe, above the heads of people. When the sun is at its zenith at noon, it 
is in its closest position to Throne, and when it runs in its fourth orbit at 
the opposite point to its zenith, at midnight, it is in its furthest position 
from the Throne. At that point it prostrates and asks for permission to rise, 
as mentioned in the Hadiths. Al-Bukhari recorded that Abu Dharr, may Allah be 
pleased with him, said, "I was with the Prophet in the Masjid at sunset, and he 
said:
terjemahan:
(menuju jalurnya (yang telah ditentukan) untuk beberapa saat.)
(Pandangan pertama) hal ini berhubungan dengan letak matahari yakni di bawah 
Singgasana (Allah), jauh dari bumi dengan arah yang sama. Ke mana pun matahari 
pergi, letaknya selalu di bawah Singgasana Allah, dan itu berlakuk bagi 
matahari dan segala ciptaan lainnya, karena Singgasana Allah adalah atap dari 
segala ciptaan dan bentuknya tidak bulat seperti yang diperkirakan para ahli 
astronomi. Bentuk Singgasana itu adalah kubah yang disanggah dengan kaki2 atau 
pilar2, yang dibawa oleh para malaikat, dan letaknya di atas jagad raya, di 
atas kepala2 manusia. Ketika matahari terletak pada zenitnya terhadap bulan, 
pada posisi nya yang terdekat dengan Singgasana Allah, dan ketika matahari 
terletak di orbitnya yang keempat yang berlawanan dengan posisi zenitnya, yakni 
di tengah malam (12 malam), maka matahari terletak di posisi terjauh dari 
Singgasana Allah. Pada posisi itu, matahari bersujud dan minta izin untuk 
terbit, seperti yang ditulis di Hadis. Al-Bukhari
 mencatat apa yang dikatakan Abu Dharr, semoga Allah berkenan padanya, "Aku 
sedang bersama sang Nabi di Masjid ketika matahari terbenam, dan dia (Nabi) 
berkata:

«íóÇ ÃóÈóÇ ÐóÑó¡ ÃóÊóÏúÑöí Ãóíúäó ÊóÛúÑõÈõ ÇáÔøóãúÓõ¿»
(O Abu Dharr! Do you know where the sun sets)
I said, `Allah and His Messenger know best.' He said:
terjemahan:
(Wahai Abu Dharr! Apakah kau tahu di mana matahari terbenam)
Aku berkata, 'Allah dan RasulNya yang tahu.' Dia (Nabi) berkata:

«ÝóÅöäøóåóÇ ÊóÐúåóÈõ ÍóÊúì ÊóÓúÌõÏó ÊóÍúÊó ÇáúÚóÑúÔö¡ ÝóÐóáößó Þóæúáõåõ 
ÊóÚóÇáóì:
[æóÇáÔøóãúÓõ ÊóÌúÑöì áöãõÓúÊóÞóÑøò áøóåóÜÇ Ðóáößó ÊóÞúÏöíÑõ ÇáúÚóÒöíÒö 
ÇáúÚóáöíãö ]»
(It goes and prostrates beneath the Throne, and that is what Allah says: (And 
the sun runs on its fixed course for a term. That is the decree of the 
Almighty, the All-Knowing. ))"
It was also reported that Abu Dharr, may Allah be pleased with him, said, "I 
asked the Messenger of Allah about the Ayah:
terjemahan:
(Matahari bergerak dan bersujud di bawah Singgasana, dan saat itulah Allah 
berkata: (Dan matahari berlari pada tempat edarnya yang ditetapkan untuk 
sesaat. Inilah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui)) "
Juga dilaporkan bahwa Abu Dharr, semoga Allah berkenan padanya, berkata, "Aku 
bertanya pada Rasul Allah tentang Ayat:

[æóÇáÔøóãúÓõ ÊóÌúÑöì áöãõÓúÊóÞóÑøò áøóåóÜÇ]
(And the sun runs on its fixed course for a term.)
He said:
terjemahan:
(Dan matahari berlari pada tempat yang ditetapkan baginya untuk sesaat.)
Dia menjawab:

«ãõÓúÊóÞóÑøõåóÇ ÊóÍúÊó ÇáúÚóÑúÔ»
(Its fixed course is beneath the Throne.)''
(The second view) is that this refers to when the sun's appointed time comes to 
an end, which will be on the Day of Resurrection, when its fixed course will be 
abolished, it will come to a halt and it will be rolled up. This world will 
come to an end, and that will be the end of its appointed time. This is the 
fixed course of its time.
terjemahan:
(jalur matahari yang telah ditentukan itu terdapat di bawah Singgasana). "
(Pendapat kedua) adalah hal ini berhubungan dengan saat matahari mati, yakni di 
saat Hari Kiamat, di mana jalur edarnya akan dilenyapkan, dihentikan, dan 
digulung. Dunia ini akan musnah, dan inilah akhir waktu yang ditetapkan. Inilah 
waktu jalur matahari yang telah ditentukan.

Dari tafsir tersebut, Muhammad sama sekali tidak tahu apa2 tentang garis edar 
matahari, bumi, bulan. Dia malah mengira matahari itu makhluk hidup yang bisa 
menyembah pada Singgasana Allah untuk minta izin terbit di pagi hari. Kan ini 
konyol sekali? Tapi memang beginilah ilmu astronomi asli Islam.
____________ _____

Kirim email ke