Quran itu isinya akal2an bulan filosofi melainkan sofi:


Syahadat mewajibkan umat untuk bersaksi sbb:

"Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah"

Lurino: syahadat, dalam bahasa aslinya: 
"La illaha ill Allah"

disini terjadi penggunaan 2 kata yang diterjemahkan jadi "tuhan" dalam bahasa 
indonesia. illah, dan allah. kata /illa/, yang berasal dari bahasa semit, dalam 
konteks ini berarti /yang dipertuankan/. penterjemahan awam udah ditulis ama bu 
mus, tapi /illa/ bukanlah tuhan seperti yang seharusnya.
kalimat pertama dalam syahadat ini, secara utuh, berarti "tiada yang 
dipertuankan selain allah."

jadi si pengucapnya menyatakan kalo dia adalah hamba allah seutuhnya. apa 
hubungannya dengan komentarnya bu mus ini ya?


Disini terjadi akal2an karena artinya sama dengan bahwa TUHAN TIDAK

ADA KARENA ALLAH BUKANLAH TUHAN. <--- rasanya kok ini yang jadi akal2an sufi....



Dilain pihak kata2 diatas ada yang mengartikan juga bahwa ADA TUHAN

YANG BERNAMA ALLAH. <--- kita semua tahu bahwa sebelum lahirnya islam, ada 
setidaknya 27 /illa/ lain selain allah. mulai dari abgal, nergal, shamas, 
sampai ishtar, yang "dipinjam" dari budaya2 lain yang berkembang di sekitar 
semenanjung arab seperti mesopotamia, syria dan mesir.



Naaah..... dari kenyataan diatas, arti mana yang bisa dianggap benar

hanya tergantung situasi mana yang menguntungkan yang ingin dicapainya

sementara.  <--- artinya udah jelas sih bu, seandainya gw islam, dengan 
mengucapkan kalimat "La illaha ill Allah" maka gw menyatakan bahwa gw adalah 
hamba allah dan bukan hamba dari dewa2 [atau tuhan2] lain selain allah.



Filosofi sama sekali berbeda, mereka hanya berpegang kepada apa yang

sudah pasti dianggap benar dan menolak segala hal2 yang ambiqu  untuk

dijadikan landasan seperti halnya yang dilakukan para sufi, contohnya:



Kalo para Sufi menyatakan bahwa:

tidak pernah ada sesuatu bisa "Ada" kalo tidak ada penciptanya.

Konsekuensinya, Allah yang tidak ada penciptanya tidak akan mungkin

bisa ada atas landasan diatas.



Para filosofis justru berbeda sama sekali pernyataannya, mereka

menyatakan semua yang tidak ada bisa saja tercipta menjadi ada tanpa

perlu pencipta sama sekali.
Lurino:  saya baru ngerti maksudnya bu mus soal bagian ini: anda tampaknya 
mencampurkan antara Sophists, Philosopher, dengan Sufi. maaf kalo saya 
ngertinya dalam bahasa inggrisnya doang, di tempat saya belajar ilmu 
pengetahuan tentang agama, bahasa indonesia bukan bahasa pengantar yang dipake, 
apalagi bahasa arab.

ya kalo dicampur2 kayak gitu, emang ribet juga sih jadinya bu. apalagi untuk 
yang awam.


Naaah... kalo anda tidak setuju, jangan berdebat dengan saya melainkan

tuntutlah ilmu ke universitas yang benar2 mengajar ilmu pengetahuan

bukan universitas yang mempropagandakan kepercayaan.  Karena apa yang

saya kemukakan diatas sudah menjadi landasan ilmiah yang baku yang

sama sekali bebas dari kepercayaan apalagi propaganda agama.


  
Ny. Muslim binti Muskitawati.


      

Kirim email ke