Tentunya ga fair kalo menkritik ajaran agama. Saya setuju dengan Pak
Ketut, yang perlu dilihat dari sebuah ajaran adalah buahnya.
Bagaimanapun absurdnya sebuah ajaran, tetapi jika menghasilkan manusia
yang berbudi luhur, itulah ajaran yang baik.

Ahmadiyah yang katanya sesat tapi menghasilkan orang yang soleh jauh
lebih baik dari kelompok2 seperti FPI yang tidak sesat. Jika
manusianya baik, tentunya dunia ini akan semakin baik. Inikan Ilahi,
karena memang begitu rumusnya. Apapun yg diajarkan Tuhan harus menjadi
berkah bagi alam semesta.

Rumus Tuhan itu ga mungkin salah, yang salah pasti manusianya. Jadi
kalo ada ajaran yang merusak sesuatu yang baik, pasti ada yang salah.
Ajaran itu bisa direvisi kok, jadi ga perlu menyalahkan agamanya.

Memang perlu kebesaran hati...





--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tapi karma itu aku sangsi Pak ketut,dulu jaman geger Londo rumah 
> ibuku kena bom pesawat Londo,juga banyak sekali kurban westerling 
> yang 40000 orang.Tapi saya lihat kok Londo jaya2 saja .kemana ini 
> karmanya kok gak bekerja.Idem konglomerat hitam yang bisa nggondol 
> ber M M itu bisa kipas2 di L.N.semua ki Pak.
> 
> 
> Shalom,
> tawangalun.
> 
> - In zamanku@yahoogroups.com, "Ketut" <ketut@> wrote:
> >
> > 
> > Dear Meylan,
> > 
> > Meski saya tidak pernah berdiskusi agama di milis ini, tapi karena 
> anda menyebut Hindu diantaranya, maka izinkan saya menjelaskan. Bagi 
> saya,  anda mau beragama atau tidak, itu adalah hak privat anda. 
> Apakah anda berdosa ? Menurut saya, beragama--atau memeluk salah satu 
> agama--bukanlah prasyarat mendapat gelar "tak berdosa", dan saya 
> percaya ini juga berlaku sebaliknya : tidak beragama lalu menjadi 
> serta merta "berdosa". Bhagavad Gita mengatakan "dengan cara apapun 
> kau datang, dengan cara itu pula kau kuterima". Anda datang sebagai 
> pencuri, anda akan diperlakukan sebagai pencuri. Anda datang dengan 
> cara munafik, anda diterima di ruang tamu munafik dan mendapat 
> perlakuan sebagaimana yang layak bagi orang munafik. Anda berbudi 
> luhur maka anda akan disambut sebagai orang yang berbudi luhur. 
> Tuhan, adalah sebuah hukum abadi dan maha adil. Anda tak bisa 
> mengharapkan memetik padi kalau anda hanya menanam jagung. Hindu 
> menyebutnya hukum karma. as so simple. Sebagai penganut agama Hindu, 
> kalau saya menemukan Tuhan yang pemarah, egois, pencemburu dan 
> memaksa manusia menyembahnya, maka menurut saya Tuhan itu telah 
> menempatkan dirinya lebih rendah dari manusia sehingga ia tak layak 
> dipuja. Jika anda merasa tuhan demikian bengis, saran saya, 
> tinggalkan dia. Banyak manusia yang lebih berbudi luhur dari tuhan 
> seperti itu.
> > Tapi bagi penganut agama yang baik dan saleh, agama menyediakan 
> ruang bagi kesejukan bathin. Cara2 yang diekspolari oleh para maha 
> resi Hindu ribuan tahun yang lalu--saat manusia masih lebih dekat ke 
> dunia spiritual dibanding material--tentang bagaimna "menemukan dan 
> marasakan" suasana spiritual, bagi yang menekuninya, akan mendapatkan 
> manfaatnya. Tapi itu hanya satu jalan. Bila anda dapat menemukan 
> jalan lain bagi tujuan itu, ya itupun sebuah prestasi, dan saya yakin 
> tuhan tidak akan menghukum anda karenanya. Ataupun kalau anda merasa 
> tidak butuh dengan spiritualitas, juga tidak apa2. kebutuhan manusia 
> memang beragam. Yang saya percaya akan menjadikan anda "berdosa" 
> adalah : kalau anda mencuri, memfitnah, menyakiti, merampok dan 
> sederet perbuatan jahat lainnya. Untuk perbuatan-perbuatan itu, entah 
> anda beragama atau tidak, entah anda melaksanakannya atas nama agama 
> atau atas nama hal lain, saya sangat percaya, anda akan "berdosa".
> > Jadi, jalani saja hari-hari anda, lakukan hal-hal baik, lakukan 
> improvement agar anda menjadi semakin baik setiap hari, semoga anda 
> akan bahagia. Energi kebaikan yang anda pancarkan akan memberi respon 
> balik, dan anda layak menerima kebaikan pula. Percayalah, tuhan cukup 
> bahagia melihat anda berbuat baik. Ia tak butuh puja puji. Kalau 
> orang Hindu gemar berdoa, itu hanyalah cara mereka melatih diri agar 
> bisa dekat dengan tuhannnya. Bukan karena tuhan yang gila puja puji.
> > 
> > Rgrds,
> > 
> > 
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: Mei LaN 
> >   To: [EMAIL PROTECTED] ; fai ; fanny por ; 
> fei ; zan ; DOMBA2 KAFIR ; zebo ; chi ; cak ; 1stPrime ; sang_candu ; 
> bog ; budi sulistiyo ; bag ; tawangalun ; [EMAIL PROTECTED] ; 
> DOMBA2 KAFIR ; H. M. ; mediacare ; mur ; Jemmy ; joe ; halley 
> witheart ; roni Wijaya ; wirajhana eka ; RASIDAH SALIMON ; ratna 
> sarumpaet ; RM Danardono HADINOTO ; Roslina Podico ; Gabriella 
> Rantau ; abadi teuku ; yahoo2teguh ; Ibrahim Y. Syihab ; Ulil Abshar-
> Abdalla ; utusan.allah ; vienha@ 
> >   Sent: Friday, August 01, 2008 6:55 AM
> >   Subject: [zamanku] Bingung dengan diskusi soal agama
> > 
> > 
> >   Dear For all of you,
> > 
> >   Semua yang anda anda diskusikan disini membuat kami bingung, 
> untuk mengikuti agama yang kalian anggap benar. Mungkin kali ini aku 
> lebih baik pilih untuk tidak beragama dulu, tapi masih percaya Tuhan 
> itu ada [allah, Auwloh, yahwe, yesus or yang paliiing hebbbat].
> > 
> >   Apakah hal ini menurut pandangan kalian [muslim, kristiani, 
> budhis or hindu] sikap yang kami ambil ini salah..[berdosa?].
> > 
> >   Kami tunggu pencerahan dari kalian smua..
> > 
> >   tq,
> > 
> >   Meylan
> > 
> > 
> > 
> >    
> > 
> > 
> > --------------------------------------------------------------------
> ----------
> > 
> > 
> >   No virus found in this incoming message.
> >   Checked by AVG. 
> >   Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.5.8/1582 - Release Date: 
> 7/30/2008 6:37 PM
> >
>


Kirim email ke