Cendekiawan muslim terkenal Ali Dashti bertanya: Jika Muhammad sungguh2 dapat 
melakukan mukjijat, membuat batu bicara, membelah bulan, menambah makanan, 
mengunjungi neraka dan surga dalam satu malam, dll seperti yg dituliskan 
hadits, kenapa dia tidak melakukan mukjijat yg logis dan berguna dan tidak 
belajar membaca dan menulis? Apa masuk akal bahwa orang yg dapat melihat dunia 
berikutnya ketika diberi kertas berisi tulisan dari bahasanya sendiri tidak 
mampu membacanya? Muslim percaya bahwa dia dapat memandang mata seseorang dan 
membaca pikirannya. Dia sendiri mengaku bahwa ketika dia memimpin sholat 
berjamaah dia dapat melihat para pengikut dibelakangnya tanpa berbalik. Tapi 
dia tidak dapat membaca sebuah huruf yg sederhana dalam bahasanya sendiri? 
Diantara semua mukjijat yg dia lakukan bukankah hal ini yg paling sederhana dan 
paling berguna diantara semuanya?

Lagipula jika Quran itu penuh sains kenapa negara2 islam adalah yg paling 
miskin? (jangan masukkan uang minyak) Jawaban muslim adalah karena para muslim 
negara tsb tidak mempraktekkan islam dg benar, itu sebabnya. Tapi kenapa malah 
negara kafir yg tidak mempraktekan islam sama sekali, lebih baik dari negara2 
muslim yg sedikit mempraktekkannya? Kenapa negara2 kafir lebih maju dari 
negara2 islam? Semakin islami sebuah negara semakin terbelakang, semakin barbar 
dan semakin miskin jadinya. Tidakkah ada pelajaran dari ini semua utk kita?

Ini yg Dr. Farrukh Saleem di Jang.com tulis: 
[www.jang.com.pk/thenews/nov2005-daily/08-11-2005/oped/o6.htm]
57 negara mayoritas muslim masing2 punya rata2 10 universitas dg total kurang 
dari 600 universitas bagi 1.4 milyar penduduknya; India punya 8.407 
Universitas, Amerika punya 5.758. Dalam hal sains dari 1.4 milyar muslim, Abdus 
Salam dan Ahmed Zewail adalah dua orang muslim yg memenangkan Hadiah nobel 
dalam fisika dan kimia (Salam melanjutkan pekerjaan sainsnya di Italy dan 
Inggris, Zewail di California Institute of technology). Dr. Salam dinegara 
asalnya sendiri bahkan tidak dianggap sebagai seorang muslim.

Selama 105 tahun, 1.4 miliar muslim telah menghasilkan 8 pemenang nobel 
sementara dari hanya 14 juta yahudi telah menghasilkan 167 pemenang nobel. Dari 
1.4 milyar muslim kurang dari 300.000 orang yg memenuhi syarat sebagai ilmuwan 
(scientist), dan itu berubah menjadi rasio 230 ilmuwan per satu juta muslim. 
USA punya 1.1 juta ilmuwan (4.099 per satu juta); Jepang punya 700.000 (5.095 
perjuta).

Jika dihitung probabilitas akan muncul angka bahwa kemungkinan seorang yahudi 
memenangkan hadiah nobel adalah 2088 kali lebih tinggi dari seorang muslim 
memenangkannya. Jika semua sains ada dalam Quran kenapa para muslim begitu 
menyedihkan dalam hal ini?

Satu dari delapan orang ‘muslim’ pemenang Nobel ini adalah Penulis novel Mesir 
Naguib Mahfouz. Salah satu karya terbaiknya, Children of Gebelawi (1959), 
dilarang beredar di Mesir karena berisi penghujatan thd islam. Di th 1994 pada 
umur 82 th, Mahfouz ditikam mati oleh seorang muslim. Ketika yg menusuknya 
ditanya apa dia pernah membaca buku2 Mahfouz, dia menjawab: “Aku tidak pernah 
membaca satupun buku2 menjijikan itu”.

Kembali pada ayat ‘siang malam’ diatas, Allah jelas2 mengatakan bahwa dialah yg 
mengubah siang jadi malam dan sebaliknya; matahari dan bulan mengikuti garis 
edarnya. Kita temukan banyak ayat2 sama seperti ini dalam Quran, tapi bahkan dg 
pencarian yg keras dan teliti dalam seluruh ayat2 quran tidak ditemukan satu 
ayatpun, dimanapun yg mendukung kenyataan sains mengenai perputaran bumi pada 
sumbunya.

Karena para muslim ini begitu yakin bahwa Quran berisi semua prinsip2 sains, dg 
penuh hormat, saya mohon mereka utk menunjukkan ayat dalam Quran yg menyatakan 
bahwa bumi berputar mengelilingi matahari; atau bahwa bumi berputar pada 
sumbunya. Kata Arab utk bumi adalah ‘Ard’ dan utk rotasi adalah ‘Falak’. Tolong 
tunjukkan ayat dalam Quran yg menggunakan kedua kata ini dalam satu 
kalimat/bersisian dan menjelaskan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari; 
atau bahwa bumi berputar pada sumbunya.

Kirim email ke