--- On Sat, 8/2/08, Anonymous <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Anonymous <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] New comment on Betulkah Nabi Muhammad pernah membelah bulan?.
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Saturday, August 2, 2008, 8:51 PM

Anonymous  has left a new comment on your post "Betulkah Nabi Muhammad pernah 
membelah bulan?":



Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, 
diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir 
Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al 'Ash bin Qail.
Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, 
"Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua."
Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, "Apakah kalian akan masuk Islam jika 
aku sanggup melakukannya?"
Mereka menjawab, "Ya." Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan 
terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka 
bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang 
kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, "Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai 
Fulan, bersaksilah kamu."

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada 
diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, "Ini sihir!" 
padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan 
seksama. Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja 
"menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang 
yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang 
dari perjalanan.

Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang 
baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari 
perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat 
sesuatu yang aneh dengan bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam 
yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh 
masing2-nya kemudian bersatu kembali..." Maka sebagian mereka pun beriman, dan 
sebagian lainnya lagi tetap kafir ingkar).








Posted by  Anonymous  to  zamanku at  8:51 PM 


      

Kirim email ke