Untuk opo sih anda non RI mengejek ejek menteri RI.Opo sudah sifatnya
imperialis Amerika itu sukaknya nyampuri urusan orang lain disegala
bidang.OK lah pemerintahan kami memang tdk excelent tapi kau wong
asing tak berhak menghina.
Itu melanggar HAM yang sedang anda propagandakan itu.
Makane saya ogah2-an ngikuti HAM sebab Nabinya HAM kayak gitu.
Pokoknya rigth or wrong is my countery.Engkau tak berhak campuri.

Shalom,
Tawangalun.

- In [EMAIL PROTECTED], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Rekaman Aseli Malah Diberitakan Menteri Syariah Sebagai Palsu !!!

Rekaman yang beredar adalah aseli merupakan rekaman saat2 terakhir
sebelum pesawat jatuh.  Sementara ini pelaku yang mengedarkan rekaman
ini sedang dicari untuk ditangkap, padahal pelakunya melakukan hal ini
justru untuk membuka borok2 yang selama ini selalu berhasil ditutupi.

http://www.heartbeatstation.net/index.php?option=com_content&task=view&id=114

Bukan rahasia lagi kalo disetiap instansi di Indonesia terjadi
persaingan2 yang tidak sehat, dan untuk membalas dendam biasanya
mereka mengirim surat kaleng, dan untuk kasus jatuhnya pesawat mereka
melakukannya dengan mengedarkan rekaman2 aseli agar masyarakat bisa
terbuka matanya tentang kejahatan2 yang dilakukan pemerintahnya dalam
membohongi masyarakat.

Hasil evaluasi badan penerbangan Internasional terhadap kualitas
penerbangan Indonesia sama sekali tidak salah, bahwa semua kegiatan
penerbangan di Indonesia sangat membahayakan penumpangnya dimana
kesalahan utamanya terletak dalam kualitas pilot, kualitas tehnisi,
dan kualitas pengawasan pemerintah itu sendiri.

Dari hasil evaluasi saya tentang pembicaraan pilot dengan Air Traffic
Controler (ATC) dengan jelas bisa disimpulkan bahwa pilotnya tidak
menguasai istilah2 Air Traffic Controler sehingga tidak mampu mencerna
instruksi2 yang diberikan pada saat terakhir tsb.  Sang pilot bukan
melaksanakan apa yang diperintahkan dari ATC melainkan justru
berdzikir dan berulangkali cuma mengucapkan allahu akbar hingga
pesawat jatuh hancur total dengan mengorbankan para penumpang yang
tidak mengerti bahwa mereka dibawa ke lobang elmaut oleh sang pilot
yang penuh dengan keimanan ini.

Marjono: "...tidak bisa dikatakan human error, hanya kinerjanya yang
error."

Bahkan Marjono dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi
(KNKT)secara menyesatkan menyatakan jatuhnya pesawat ini bukan karena
Human Error, melainkan karena kinerja yang error.  Rupanya Marjono ini
enggak ngerti bahasa inggris arti dari Human error itu sama artinya
dengan kinerja manusia yang salah.

Celakanya, atas perintah Menteri, semua rekaman yang ada di Internet
diblokade sehingga tidak ada lagi yang bisa mendengarkannya untuk
membandingkan dengan kejujuran.

Kecelakaan ini sudah jelas akan lebih membuktikan bahwa kualitas
penerbangan di Indonesia bukan makin baik tapi makin buruk apalagi
pembohongan publik yang dilakukan oleh menteri perhubungan
dikategorikan untuk menutupi bukti2 sehingga kepercayaan Internasional
makin hancur akibatnya.  Dunia penerbangan Internasional melakukan
tindakan yang sangat tepat dengan melarang penerbangan dari Indonesia
keseluruh dunia, bahkan seharusnya penerbangan dalam negeri di
Indonesia sendiripun seharusnya dilarang oleh menteri.

Kecelakaan pesawat ini merupakan hasil dari penanganan penerbangan
berlandaskan Syariah bukan berlandaskan professionalisme.

Menteri perhubungan ini cuma tinggi keimanan Islamnya, tapi sangat
rendah dalam keilmuan dibidang penerbangan yang seharusnya dikuasainya
sebelum menduduki jabatan yang banyak menimbulkan bencana nasional
bagi rakyatnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

--- End forwarded message ---


Kirim email ke