Berdasarkan ilmu logika (yg tentunya lebih fair dalam menilai) semua
agama itu jelas memiliki ajaran yg "aneh". Dimulai dari adanya Tuhan
sendiri, lalu letak surga, adanya roh/jiwa/spirit, setan dll. 

Jelas dong keanehan di agama sendiri, pasti umatnya mempunyai
pembelaan, begitu juga di agama lain. Tapi misi utama agama dalam
menciptakan kebaikan alam semesta harus terjadi.

Logika bisa kalah adalah karena iman. Logika yg memiliki nilai
kebenaran paling tinggi, tapi ternyata juga ga mampu membawa kebaikan.
JAdi absurd/aneh/janggal itu bukanlah poin penting. 

Ada seorang tuan di Amerika yang sangat mengasihi budaknya yang begitu
berdedikasi. Suatu kali di sekolahkan lah budak ini oleh si tuan untuk
belajar baca tulis dan penata rambut. Setelah selesai, si budak pun
membuka salon, yg ternyata sangat laku keras.

Suatu kali Si tuan meninggal, meninggalkan beban biaya yg sangat besar
dalam memelihara istana, pembantu, tanah yg berhektar2 dan biaya
kehidupan sosial kepada si nyonya. 

Apa yg terjadi? Si budak ini membiayai seluruh beban biaya si nyonya
sampai si nyonya meninggal. Tapi kebaikannya tidak berhenti disitu,
karena dia terus membantu orang lain sepanjang hayatnya.

Namanya Pierre Toussaint.

Moral Story: Jaman sekarang Si budak ini akan menjadi bahan tertawaan.
 Dan disebut tolol. Dasar mental budak yg begitu bersyukur hanya
karena dapet tuan yg baik. Padahal menjadi tuan itu sendiri sudah
perbuatan yg salah, meskipun baik. Ga perlu sebegitu pengabdiannya lah.

Tapi siapa yg berani membantah akan kemuliaan manusia budak ini? Jadi
absurd, ganjil, aneh, itu ga penting. Selama rumus Tuhan dipegang,
sinar Tuhan akan terus memancar.



--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> OK sebelum kita akhiri diskusi ini ada pengalaman menarik,saya temen
> saya W dan Z sedang pergi bersama ke India waktu itu,kebetulan Z
> kecopetan lalu W nyletuk pak disini India itu berlaku Hukum karma
> pak,jadi siapa yang kehilangan barang disini berarti dulu pernah
> ngambil barang orang.Kontan si Z marah2 dan si W dimaki maki,dan
> kebetulan Z ini di Departemen yang "basah" jadi joke ttg Karma tadi
> rupanya kenak sekali makanya sampai mencak mencak.Saya juga geli waktu
> itu.
> 
> Shalom,
> Tawangalun. 
> 
> 
> --- In zamanku@yahoogroups.com, "Ketut" <ketut@> wrote:
> >
> > He.. he.. memang sebaiknya mbah tawang jangan percaya hukum karma,
> mbah. Nanti menyimpang dari ajaran agamanya mbah tawang. Tapi percaya
> atau tidak terhadap hukum karma, kalau mbah menanam jagung ya mestinya
> yang numbuh jagung juga, bukan kedelai, apalagi keledai :).
>


Kirim email ke