Tidak meminta untuk Ada/
Hidup<http://angelmichael69.blogspot.com/2007/11/tidak-meminta-untuk-ada-hidup.html>
<http://bp1.blogger.com/_0nfgwEkN4yc/Rz2BJnmAzuI/AAAAAAAAAEk/4OmVPMoJOG4/s1600-h/tidak+meminta+untuk+ada.jpg>

**
Tidak meminta untuk Ada/ Hidup


artikel ini juga ada di:

www.angelmichael.cjb.net<http://angelmichael69.blogspot.com/2007/11/www.angelmichael.cjb.net>


"saya tidak meminta untuk ada/ hidup" lalu
mengapa setelah saya ada lalu mendadak
"diberi tanggung jawab yang saya sendiri
tidak memintanya, pake ancaman masuk
neraka lagi!"



hingga muncul pertanyaan-pertanyaan berikut:



*Siapa saya? Who am I? Who are you?*

Saya adalah manusia, paling tidak itu yang
dikatakan oleh mahluk lain sejenis diriku,
tetapi apakah benar? Bagi mahluk cerdas lainnya,
mungkin saya diberi nama lain yang belum
saya tahu (^_^).


Hingga yang paling jelas adalah "me is me"
atau " I am what I am" atau "saya adalah saya".



*Apa yang saya mau? What do I want? What do you want?*

Hidup enak, tanpa beban, free, bisa melakukan apa
yang ingin aku lakukan, tanpa batasan, mungkinkah?


Ternyata tidak, saya terbatasi oleh orang lain,
yaitu dengan cara "tidak memaksakan kehendak kepada
orang lain, tidak memaksakan keinginan, mengambil
hak orang lain dan hal-hal lainnya yang dianggap
merugikan orang lain".


Bagaimana bila orang lain yang kita ajak
"secara sukarela dan suka sama suka melakukannya?"
Maka itu tidak apa-apa sebab tidak ada paksaan
didalamnya.



*Mengapa saya ada (disini)? Why Am I here? Why are you here?*

Saya tidak tahu, saya ada disini tidak memintanya, tetapi
karena keisengan dan kesenangan orang tua saya mereka
melakukan sex, maka lahirlah saya (^_^).


Saya tidak meminta untuk ada, lalu mengapa setelah
saya "diadakan" lalu saya diberi beban yang "berat"
untuk hidup yang sebenarnya neraka dan juga sekaligus
surga. Penuh penderitaan dan juga penuh kesenangan
yang "harus" diperjuangkan.



Bahkan sebagian orang agamis dengan "sok tahunya"
berkata padaku, begini "sebelum karaktermu ditaruh
di badan fisikmu, kamu sudah di stempel oleh
tuhan dan tuhan juga mengatakan bahwa akulah tuhanmu"


lalu setelah saya lahir di dunia dan besar, maka
kamu harus menyembah "tuhan" tersebut. Konyol bukan?
Ketemu saja tidak pernah, karakter (nyawa) saja
sebenarnya baru muncul setelah pengalaman-pengalaman,
kebiasaan-kebiasaan muncul, ilmu-ilmu yang
disukai maupun yang tidak disukai dipelajari,
dan hal-hal lain yang perlu untuk membentuk
karakter saya.


Lalu mendadak di claim oleh salah satu agama bahwa
tuhanku adalah " ini atau itu", sebab sudah ketemu
sebelum dilahirkan, ketemu saja ga pernah.
Alasannya, dicari lagi lainnya bukan "ga pernah
ketemu, tapi lupa", lalu bagaimana bisa
menghukum pada karakter/ nyawa yang lupa?.


Orang yang lupa, hilang ingatan tidak bisa
dihukum, masalahnya, hilang ingatan, lupa
ataukah memang tidak terjadi?


Dan dengan konyolnya juga bila masuk ke
salah satu agama tertentu harus bersaksi
dengan berkata "aku bersaksi tidak ada
tuhan selain allah?", artinya saya
disuruh bersaksi bahwa "hanya allah-lah
tuhan yang lain bukan tuhan" begitu
versi mereka.


"Lalu kalo tuhan yang lain bukan tuhan?,
allah apa?" sebab datangnya paling akhir.


Sebab "aku bersaksi tidak ada tuhan,
berarti aku memang bersaksi tidak ada
tuhan, lalu allah apa? Tentunya bukan tuhan!"


juga ada orang yang ingin memperbaiki yang
dianggap kesalahan itu, dengan berkata
"aku bersaksi bahwa allah-lah tuhanku"


Bagaimana dia bisa bersaksi bahwa "allah"
adalah tuhan, padahal dia belum pernah
"menyaksikannya?", menunjukkan sifat
munafik dan sok tahu!


Juga akan memunculkan bias (lebih dari
satu makna yang lain) dari kata-kata ini
"aku bersaksi bahwa allah-lah tuhanku",
berarti ada tuhan lainnya selain allah,
dan dia hanya memilih allah sebagai tuhannya.


Baiklah, bagaimana kalo "hanya allah-lah
satu-satunya tuhan", boleh juga hampir mendekati,
tetapi kalo memang dia satu-satunya tuhan,
kenapa "ga yakin kalo dia satu-satunya tuhan"
hingga muncul kata "hanya satu-satunya?".


Lalu ada lagi orang yang sok tahu lainnya
berkata " Tuhan adalah penyebab utama
( causa prima) segalanya terjadi, oleh
karena itulah harus percaya tuhan!".


Dan juga dia menambahkan " Juga semua kitab suci
adalah sumber ilmu pengetahuan (sicence),
lihat para scientist (ilmuwan), semakin dia
menemukan kehebatan ciptaan tuhan, dia hubungkan
dengan kitab sucinya, ketemu hubungannya dan
malah berlipat ganda keimanannya", benarkah?


*Causa Prima dan Science di kitab suci?*


Kalo tuhan Causa Prima, dia tidak salah
menerangkan asal mula terciptanya jagad raya,
seperti "awal mulanya bumi adalah air, lalu
kupisahkan air dari daratan, lalu bla-bla-bla,
sampai, setelah bumi jadi kuhiasi dengan
matahari, bulan dan bintang-bintang" lihat di
genesis bagi umat pemegang bible dan sejenis,
menganggap bumi sebagai pusat tata surya
(geocentris).


Hingga lahirlah orang-orang sejenis Copernicus
dan Galileo Galilei yang menerangkan bahwa pusat
tata surya adalah "Matahari" kita (Heliocentris).

Tetapi apa yang terjadi? Para pengikut tuhan "causa prima"
tadi membunuh dan membantai Copernicus dengan cara membakar
tubuhnya beserta bukunya. Dianggap Coperninus adalah
"penyihir", "orang gila" "pengikut setan" dan "musuh tuhan!".


"Juga tidak salah menerangkan bahwa matahari tenggelam
di lumpur yang panas, dianggap bumi adalah datar, pengikut
sejati para philospher pengagung dimasa lalu seperti
Socrates, Plato dan sejenisnya" dimana bumi adalah
datar/ flat earth dan dijadikan pegangan beberapa kitab
suci dimasa lalu, seperti pengikut bible, qur'an
(al kahfi, petualangan zulkarnain) dan sejenisnya.


Hingga lahirlah orang-orang seperti Columbus, Vasco
de gama, dan sejenisnya yang mampu mengelilingi Bumi
di satu titik dan menemukan titik yang sama dari arah
yang berbeda. Juga pesawat dewasa ini melakukan hal
yang sama.


Juga terlihat sangat bodoh dan tidak mau berfikir kalo
hanya bilang "semuanya diciptakan oleh tuhan", padahal
bila mau mencari, memperhatikan, menganalisa, hingga
bisa mencari solusi pada permasalahan akan membuat
terobosan baru dan technologi, daripada cuma berkata
"itu ciptaan tuhan dan seharusnya memang begitu"


Sebab kalo "hanya" begitu kemampuan kita, maka kita
tidak bakalan tahu bumi bukanlah pusat tata surya,
bumi tidaklah datar, dan banyak penemuan lainnya,
seperti komputer, mobile phone, mobil, pesawat,
kereta dan lain-lainnya.


*Begitu percaya dengan "Causa Prima/ Penyebab Utama?" , *
*bagaimana dengan " Reactio Prima?" atau "Reaksi Prima/ *
*Prime Reaction?" , bisakah? tentu saja bisa, evolusi*
*mengambil jalur ini (^_^)*


Ada lagi yang bilang, hidup itu gambling (judi),
nah untuk bisa masuk surga perlu gambling, yaitu
pilihan percaya pada tuhan atau tidak, yang percaya
masuk surga yang tidak pasti masuk neraka!



Pilihan itu ada 3, yaitu:


*1.ya*

* 2.tidak*

* 3.netral*


Gambling itu dilarang sama tuhan! Bagi yang ga
setuju berarti menentang kitab-kitabnya sendiri.


Pilihan netral terjadi karena, jangankan "tuhan" ada,
buktinya kata-kata tuhan berupa kitab-kitab suci juga
salah, lalu mengapa saya harus percaya tuhan?


Lalu mengapa saya harus percaya pada tuhan yang membuat
"statement"salah? Bukankah ini menunjukan tuhan tidak
ada, tetapi manusia juga yang "mengatas namakan"
dirinya sebagai tuhan?.


Tidak percaya juga tidak apa-apa, netral juga tidak
apa-apa, yang penting "junjung tinggi hak asasi manusia d
an kemanusiaan, dengan menciptakan hukum manusia yang
menjunjung tinggi hak asasi manusia".


Tinggal menunggu "di print", bila ternyata saat
mati muncul tuhan, maka tinggal berfikir "oh tuhan,
ternyata kau ada, aku percaya padamu", maka
surgalah tempatmu (^_^).


*Mengapa saya disini?*

Baiklah, walopun kita tidak meminta untuk ada,
namun karena sudah "terlanjur" kita disini,
maka tujuan kita menjadi,


*To Live*, yaitu untuk hidup dan bertahan hidup (survive),
dan bila sudah pandai bertahan hidup, kita bantu orang
lain untuk bertahan hidup!


*To Do*, melakukan sesuatu yang bisa membuat diri kita
menjadi berharga bagi orang lain dengan mempelajari
skills tertetnu, mencari solusi terhadap sesuatu,
membuat terobosan tentang sesuatu, dan hal-hal
lain yang berguna untuk manusia lainnya.


*To Be*, menjadi sesuatu yang anda inginkan dan
keinginan ini selalu berubah setelah terjadi
pencapaian. Hingga kita akan selalu menjadi
"to be" terus sampai akhir. Tetapi "to be"
yang paling utama adalah " TO BE WISE".


*To Love*, untuk mencintai ataupun dicintai,
manusia selalu "ingin mencari cinta", setelah
cinta tercapai, dia akan mencari cinta lainnya.


*To Have Fun*, untuk bersenang-senang, adakalanya
bersenang-senang untuk membuat kehidupan menjadi
tidak boring/ membosankan.


*To Die*, setiap kehidupan akan mati, nah matinya
ini bisa lama, bisa cepet, bisa ditangguhkan,
tergantung seberapa tinggi teknologi yang manusia
capai untuk bertahan hidup selama mungkin,
tetapi pilihan mati akan harus tetap dilakukan
bila sudah bosan hidup, sebab mati juga hak,
dan kasihan tuhan "ga bisa mati" (^_^)


*Kemana saya akan pergi? Where Am I going? Where are you going?*

Kemana setelah saya mati? Di surga-kah? Di neraka-kah?

Itu tergantung apa yang anda percayai, kalo anda percaya
masuk surga karena tuhan maha pengasih dan maha penyanyang,
maka anda akan masuk surga.


Bila anda percaya tuhan maha penghukum dan maha penghancur,
maka neraka-lah tempat anda


*Apakah saya masih punya hal yang berharga untuk bertahan *
*Hidup? Do you have anything left worth living for?*


Bila anda percaya anda masih punya urusan yang belum
selesai selama hidup, hidup? Menjadi membingungkan,
apakah sekarang anda hidup ato mati? Maka ok, anda
balik lagi ke kehidupan sebelumnya untuk
menyelesaikan masalahnya (reinkarnasi).


Tetapi sebagian besar orang memilih hidup selamanya
di surga? Bagaimana kita percaya ada surga, tentang
"pusat tata surya bumi saja salah dan bumi dianggap
datar" tuhan saja sudah salah?


Apakah di surga menyenangkan? Hidup selamanya
seperti tuhan? Menjadi tuhan adalah hal yang
tidak ingin dijalani, selalu sendirian, selalu
kesepian. Sangat tidak enak bukan?


*Hingga pilihan mati adalah hal yang menyenangkan, *
*baiklah pilihan mati yang sesungguhnya adalah *
*apa? MOKSA?*


Definisi dari MOKSA adalah mati secara fisik
dan juga secara karakter (nyawa), tidak bisa
dibangkitkan lagi bahkan oleh tuhan sekalipun,
ataupun dengan system "undelete" sekalipun
oleh mahluk yang lebih cerdas yang bisa
melakukannya.


*Apakah menyatu dengan tuhan adalah moksa?*

Tidak, sebab tidak masuk dalam kategori itu,
berarti tuhan juga belum moksa, padahal sudah
menjadi tuhan? Benar sekali.


*Dan akhirnya adalah TO KNOW NOTHING*

jangan percaya apa yang saya katakan, sebab
saya juga belum mengalaminya sendiri apakah
benar apa yang saya katakan?.


*Saya tidak tahu apa-apa "I know nothing" *
adakah tuhan? Saya tidak tahu "tidak adakah tuhan?"
saya tidak tahu.


*Tetapi saya yakin dan saya tahu adalah hargai *
*kehidupan apapun, jangan menolak ada kehidupan *
*cerdas dari manapun (jagad raya lain misalnya), *
*dan jangan menjadi tuhan baru berdasarkan *
*pemahaman kita dengan mengatakan "kamu masuk neraka" *
*karena tidak percaya aku dan tuhanku, "kamu masuk surga" *
*karena percaya aku dan tuhanku!.*


Jangan berkata " aku adalah mahluk sempurna, dan
yang lain tidak akan sesempurna aku", dengan tidak
membuka fikirannya bahwa mahluk lainpun bisa cerdas,
buka fikiran kita bahwa mahluk lain bisa cerdas
dengan proses evolusi secara fikiran dan fisik.


Pernah ke sirkus satwa belum? Di Ragunan ato
ditempat lain yang sejenis, disana kita bisa
melihat linsang yang pandai berhitung, burung
kakatua yang pandai berhitung, monyet yang
pandai berhitung, dan kita juga
pandai berhitung (^_^)


*May humanity be with us!*

Kirim email ke