TENTUNYA ORANG BOLEH percaya bhw bulan pernah dibelah. Mrk juga boleh
percaya bhw tidak saja orang2 yg ada di dekat nabi junjungan tapi orang2
yg tidak ada di dekatnya melhat phenomenon tsb.

Yg perlu dipertanyakan oleh manusia di abad ini ialah: 'Apakah belahan2
bulan itu tetap pd posisinya sebelum dibelah?' Dg modal pengetahuan ttg
bgmn benda2 di langit itu berada di lokasi masing2, maka aku dan juga
orang yg jujur dan tau ttg prinsip intra gravitional pulls dari planet2
terpaksa tidak bisa menerima mujizat tsb.

Begitu planet bulan terbelah maka  seketika itu juga hbungan
tarik-menarik antaranya dan bumi kita akan mengalami perobahan yg
drastis! Belahan2 bulan itu akan terlempar dari orbitnya - mungkin
mereka akan berjatuhan di permukaan bumi ato melayang menuju matahari
dan akan crash di sono.

Kalo kita simak berbagai website Islam akan kita temui lanjutan dongeng
pembelahan bulan ini. (1) Kedua belahan bersujud di hadapan sang nabi,
(2) NASA berhasil mengambil photographs dari permukaan bulan dan
keliatan 'garis bekas' belahan permukaan bulan tsb.

Yg percaya point (1) tentunya tidak menyadari betapa besar bulan itu -
garis menengahnya kira2 3500 kilometer. Yg percaya point (2) jelas tidak
pernah dengar ttg permukaan bulan yg banyak tertimpuk meteors dsb. Juga
bhw 'bekas belahan' itu mnrt NASA adalah 'rils' yaitu bekas lahar bulan
yg pernah mengalir di sepanjang alur itu.

Tapi 'Siapa takut?' ujar kemenakan aku yg masih di SD. Silakan
mempercayai apa saja , itu hak anda. Mudah2an yg mempercayainya juga
percaya kata Al Qur'an yg menyatakan bhw Muhammad tidak pernah melakukan
mujizat, krn mujizat itu hanya ada pd Aulloh SWT.

Gabriela Rantau

--- In zamanku@yahoogroups.com, radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
>
>   --- On Sat, 8/2/08, Anonymous [EMAIL PROTECTED] wrote:
> From: Anonymous [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [zamanku] New comment on Betulkah Nabi Muhammad pernah
membelah bulan?.
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Saturday, August 2, 2008, 8:51 PM
>
> Anonymous  has left a new comment on your post "Betulkah Nabi Muhammad
pernah membelah bulan?":
>
>
>
> Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal
lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah,
berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah
dan Al 'Ash bin Qail.
> Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata
mereka, "Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan
menjadi dua."
> Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, "Apakah kalian akan masuk
Islam jika aku sanggup melakukannya?"
> Mereka menjawab, "Ya." Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar
bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan
jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut
nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, "Hai
Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu."
>
> Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak
berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata,
"Ini sihir!" padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan
tersebut dengan seksama. Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir,
memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan
tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu
mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.
>
> Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti
orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang
pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya,
"Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?" Mereka menjawab,
"Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah
menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali..."
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir
ingkar).
>
>
>
>
>
>
>
>
> Posted by  Anonymous  to  zamanku at  8:51 PM
>

Kirim email ke