SOALNYA, jutaan orang sejenis Amrozi cs itu haqul-yakin bhw yg mereka
lakukan itu:

(1) Sesuai dg ajaran mulia dari Qur'an i.e. membunuh orang2 yg tidak mau
meneerima Islam dan Muhammad;
(2) Mereka ini menderita paranoia akuuuut sehingga selalu merasa bhw
Islam itu dilecehkan, dimusuhi, dicekal oleh non-Muslim (Ingat setiap
kali sesuatu jelek terjadi kpd kelompok Islam termasuk Tsunami yg
disalahkan Israel, Mossad, USA dan CIA)
(3) Krn mereka itu percaya bhw umat Islam adalah umat ciptaan Tuhan yg
terbaik, maka kalo ternyata mereka itu terbelakang, terpuruk, kere,
penuh tahayul, tidak mempunyai SDM yg marketable (krn cuman hafal
Qur'an) - maka mnrt logika mereka hal ini terjadi krn pihak2 non-Muslim
menjegal mereka!
(4) Krn agama Islam adalah satu2nya agama yg berkenan kpd Aulloh, maka
mustahil-lah kalo ajaran Islam mengandung sesuatu yg tidak baik. Ayat2
pedang yg tertulis di Surat At Taubah berasal langsung dari Aulloh jadi
tidak mungkin salah. Orang non-Muslim itu halal dibunuh!
(5) Krn Muhammad adalah manusia yg diciptakan paling sempurna oleh
Aulloh, biar dia melanggar jumlah bini, nidurin anak seumur anak SD
Kelas 2, menyuruh bunuh orang2 yg mengritiknya, nidurin seorang
perempuan muda yg suami, ayahnya kakak laki2nya baru dia bunuh adalah
sah2 saja, merampok caravan dari suku bangsa sendiri, menyita 20% dari
hasil rampasan perang untuk dirinya - Muhammad tetap tidak bersalah
apalagi berdosa krn semuanya diijinkan oleh Aulloh yg maha tahu.
(6) Masih banyak bukti kasat mata bhw umat Islam disebagian besar negara
di dunia adalah kere, tidak berpendidikan, pendengki, memusuhi semua
non-Islam tapi ini semua adalah akibat fitnah, permusuhan yg dilancarkan
oleh kafirun kpd Islam krn kaum kafirun iri-hati terhadap para mukminun.

Orang2 yg percaya hal2 tsb. adalah juga mereka yg percaya that PIGS CAN
FLY!
Hati2lah pd orang2 yg tidak mempergunakan akal dan nurani pemberian
Tuhan Allah yg sebenarnya. Mereka ini tidak rasional dan mudah ngambek
dan tidak takut mati krn mereka percaya kalopun mati mereka akan diberi
pahala 73 bidadari yg tidak pernah menolak, tidak pernah
kentut-kencing-mens dan siap dikerjain siang dan malam secara non-stop
oleh Muslim yg berkekuatan seksuil spt 100 manusia.

Spt orang yg terkena syphilis yg sudah menjalar ke otak - mereka sudah
tidak bisa berfikir normal, rasional dan akan mudah meluap amarahnya dan
tak ragu2 membunuh dan dibunuh.

Gabriela Rantau
--- In zamanku@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mengakui Kesalahan/Kebohongan Diharamkan Dalam Islam ???
>
> Mengakui kesalahan akibat tindakan2 umat Islam yang dilakukannya
> sesuai dengan kewajiban dalam ajaran Islam sangat diharamkan oleh
> kebanyakan umat Islam dan juga diharamkan dalam Quran.
>
> Contoh lah yang paling sederhana, Amrozi dkk-nya itu menolak mengakui
> salah karena menyebarkan bomb2 maut disemua tempat yang dianggapnya
> bukan Islam dan dianggapnya musuh2 Islam.
>
> Perbuatannya jelas2 salah darimanapun sudut pandangnya, karena yang
> mati jadi korban bukan cuma mereka yang bukan Islam tetapi juga umat
> Islam yang kebetulan berada didekatnya.  Yang paling parah
> kesalahannya adalah mengorbankan pelaku pemboman itu sendiri, sipelaku
> sama sekali tidak tahu isi ransel sewaktu disuruh memanggul ransel itu
> memasuki kaffe2 di Bali.  Dia pelakunya yang mati konyol ternyata
> seorang gembel yang idiot yang sengaja dicari untuk dikorbankan secara
> biadab ini.  Bahkan keluarga dari korban pelakunya inipun tidak
> mengetahuinya karena Amrozi dkk-nya ini sendiri tidak mengenal
> keluarga korban pelakunya ini.  Apakah si korban pelaku memang rela
> berjihad???  jelas tentunya tidak, dan perbuatan ini bukan termasuk
> jihad karena otak perbuatan ini sama sekali tidak mati karena berjihad
> tetapi masih dipenjara sambil menunggu usahanya dibebaskan dari
> hukuman mati.
>
> Mengakui kesalahan sebenarnya merupakan permulaan memperbaiki
> kesalahan itu sendiri dan tidak bisa dianggap sebagai cari muka, atau
> cari nama dll.  Quran itu penuh dengan ajaran2 yang salah, jangan
> disalahkan umatnya yang salah baca, salah paham, salah memahami, dll,
> karena tulisan2 apapun yang bisa menyebabkan kesalahan pengertian oleh
> orang yang membacanya disebut sebagai penyesatkan karena bertujuan
> mengecoh sipembacanya agar tersesat pemahamannya.  Apalagi katanya
> sebagai wahyu Allah, tentunya tidak mungkin ada Allah yang mengirimkan
> wahyu2nya yang isinya bisa salah dimengerti, salah dipahami, dan
> mengakibatkan juga salah bertindak.  Jadi bukan salahnya mereka yang
> membaca Quran, juga bukan karena mereka tidak memahaminya dengan
> benar, karena YANG SALAH SUDAH JELAS ADALAH AJARANNYA.  Contoh yang
> gampang, kalimat Syahadat yang isi kata2nya mengecoh itu sudah jelas
> salah, karena si pengucap yang jelas2 tidak pernah dan tidak mungkin
> bersaksi dipaksa mengucapkan KESAKSIANNYA DALAM SYAHADAT SE-OLAH2 DIA
> MELIHAT SENDIRI BAHWA TIDAK ADA TUHAN DAN CUMA ALLAH YANG ADA DAN
> MELIHAT SENDIRI ALLAH MENGUTUS NABI MUHAMMAD UNTUK MENYAMPAIKAN
> WAHYUNYA.  Jelas ini BOHONG bukan salah memahami, bukan pulah salah
> pemahaman si pengucap ataupun mereka yang membacanya.  Yang salah itu
> tulisan itu sendiri, yang salah itu ajarannya itu sendiri bukan
> kesalahan umatnya.  Padahal apa sih susahnya kalo kalimat itu diubah
> saja sedikit sehingga bunyinya tidak lagi bohong misalnya sbb:
>
> MESKIPUN AKU TIDAK MENYAKSIKAN TAPI AKU YAKIN BAHWA TUHAN ITU TIDAK
> ADA DAN HANYA ADA ALLAH, DAN ALLAH MENGIRIMKAN MUHAMMAD EEBAGAI
UTUSANNYA.
>
> Bukankah kalo kalimat syahadat diperbaiki seperti diatas tidak akan
> membuat umatnya berbohong ???  Padahal dengan kata2 diatas ini,
> artinya tetap 100% sama dan sebangun dan yang membedakannya cuma yang
> satu pertama diatas adalah berbohong, maka ucapan yang kedua ini
> justru 100% jujur tidak berbohong.
>
> Namun begitulah, terbukti ajaran Islam memang ajaran bohong yang
> mengajari bagaimana berbohong sehingga dilarang memperbaiki ajaran2
> Quran agar menjadikan umatnya lebih jujur.
>
>
> > Lusy Anita looshytta@ wrote:
> > Permintaan terhadap orang Islam untuk meniru
> > sikap Kristen yang bersedia mengakui kesalahan
> > sungguh merupakan sikap ke-kanak2an karena
> > munculnya pengakuan kesalahan dari Kristen
> > didasari oleh keinginan menampilkan wajah sucinya
> > sedang pada kesempatan yang sama Kristen men-cari2
> > kesalahan dalam Islam.
> >
>
>
> Meniru sikap umat Kristen yang baik bukanlah hal yang perlu disalahkan
> apalagi dianggap salah. Segala perbuatan dan sikap yang baik wajar
> kalo bisa ditiru baik itu kebaikan yang dilakukan umat Kristen ataupun
> kebaikan yang dilakukan umat Islam.
>
> Dan meniru kebaikan darimanapun datangnya sama sekali bukan sikap
> ke-kanak2an melainkan justru menunjukkan sikap kedewasaan, sikap
> tanggung jawab, dan sikap kejujuran.
>
> Pengakuan kesalahan tidak bisa dianggap untuk menampilkan wajah suci
> karena siapapun yang bersalah tidak pernah dianggap orang suci karena
> orang suci tentu tidak pernah bersalah apalagi harus mengakuinya.
>
> Juga kesalahan itu apakah di-cari2 ataupun kebetulan ditemukan tanpa
> di-cari2, tetap saja kesalahan, dan segalah kesalahan selalu harus
> bisa kita hindari atau kita cegah, dan untuk bisa menghindari dan
> mencegah itulah kita harus selalu men-cari2 kesalahan agar bisa
> memperbaikinya.  Pengakuan akan kesalahan hanyalah langkah pertama
> saja dalam memperbaiki kesalahan itu.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>

Kirim email ke