Kontingen Cina Terbesar 639 Atlit !!!                      
                                                   
Breathtaking!
Dibawah tepuk dan sorak sorai meriah, kontingen Cina muncul paling
akhir dengan jumlah yang paling besar.  Cina menjadi negara ekonomi
ketiga terbesar didunia setelah Amerika dan Jepang.

Apa yang bisa kita pelajari dari kejadian hari ini???  Kita terutama
umat Islam, harus belajar bagaimana permusuhan Cina Komunis dan
Amerika dimasa lalu, kebencian berubah diperbaiki menjadi persahabatan
dan kerja sama.  Saling kritik hal biasa bukan untuk dijadikan alasan
untuk saling memerangi seperti halnya dalam ajaran Islam yang selalu
memerangi penghina tanpa mau mengakuinya sebagai menghina yang lain
dan akhirnya jadi terhina sendirinya.

Orang2 Cina benci kepada Amerika, mereka pernah perang dengan jumlah
korban puluhan juta yang jatuh terutama dalam perang Korea.  Semuanya
tinggal kenangan, mereka belajar, kita juga belajar, semuanya juga
belajar.  Hanya Islam yang tidak mau belajar dari pengalaman melainkan
mempertahankan dan melestarikan kesalahan, melestarikan kebencian,
melestarikan permusuhan, dan tidak sekalipun memikirkan bahwa hari
depan atau masa depan harus berubah menjadi lebih baik dari hari ini,
permusuhan harus berakhir, kebenciah harus berubah menjadi saling
mengasihi.  Disinilah yang belum diajarkan dalam ajaran Islam yang
hanya terikat kepada kebiadaban2 masa lalunya yang harus dipertahankan
dimasa sekarang dan dilanjutkan kemasa depannya.

Cina yang benci Amerika sudah berubah menjadi bersahabat.
Islam yang benci Yahudi malah makin benci menjadi musuh abadi.

Sudah waktunya kita Islam Indonesia memiliki identitas sendiri yaitu
Islam Walisongo, Islam Sunan Kalijaga, Islam Kejawen yang harus
menolak Islam Wahabi, Islam Sunni, ataupun Islam Syiah.

Islam tidak sama dengan Islam, umatnya yang membedakan Islam macam apa
yang kita anut.

Bayangkan, sementara seluruh dunia berusaha memeriahkan
penyelenggaraan upacara Olympic ceremonial ini, sebaliknya Islam
dengan ajarannya berusaha menterorr dengan bomb2 maut yang katanya
sebagai agama damai.  Namun dibawah ancaman terror Islam, Olympic
Games ceremonial tetap berlangsung dikawal lebih dari 100 ribu pasukan
reguler dan komando cina yang sangat terkenal keberaniannya ini.

Stadion seperti runtuh oleh suara tepuk tangan dan sorak sorai tanpa
suitan2 kampungan distadium Cina ini.

Selamat Bejing Olympic Games, Selamat kepada rakyat Cina, dan Selamat
kepada perdamaian dunia, semoga HAM bisa makin ditegakkan.

Li Nin, atlit Senam Cina terbang diangkasa meniru dewa2 Yunani,
berlari diudara sambil membawa obor olympiade, benar2 mentakjubkan,
tidak ajaib, bukan keajaiban, tapi kata2 ajaib tetap bisa digunakan
karena Dewa Li Ning ini terbang dan berlari dilangit nan biru dengan
nyata bukan filem.  Dibawah senandung dewa2 langit cina dan yunani,
dewa Li Ning dengan obornya menyulut obor abadi api olympic Games
dibawah sorak sorai gegap gempita yang sangat meriah, mengharukan, dan
mengagumkan.

Begitu obor tersulut, kembang api bergemerlapan diangkasa, luar biasa
indahnya, lebih indah dari sorga yang didongengkan oleh Quran dan
Hadist2nya.  Inilah Cina, inilah Yunani, seluruh dunia menyaksikan,
ini bukan dongeng, ini bukan keimanan, dan ini bukan Islam.

Seluruh kepala negara didunia berdiri takjub, kenapa bisa begitu
banyak kepala negara bersedia datang ke Cina ???  Jelas karena Cina
dipercaya dan diyakini akan lebih mampu mengatasi terror Jihad Islam,
mereka lebih yakin kepada kemampuan dewa2 Cina katimbang Allah yang
punya 100 kesaktian ini.  Islam hanya menodai umatnya saja dengan
kebencian, permusuhan, dan teror2nya.  Damai itu bisa dicontohkan
dalam ajaran dewa2 ini, sebaliknya kebencian merupakan contoh ajaran
Islam yang membenci dewa2 sehingga tak mungkin bisa damai.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

Kirim email ke