Di Germany, Muslim2 yg ada sebagian adalah yg ngemis untuk diijinkan tinggal 
dan bekerja di negara kafir itu. Kenafa? Krn di negeri asalnya mereka merasa 
tertekan, tidak boleh itu tidak boleh ini jadi mereka itu cari kebebasan dan 
kehidupan yg layak yg tidak bisa diperolehnya di negeri islami asal mereka.

Sesudah diberi izin tinggal mereka mulai nglunjak dan meminta hak2 istimewa 
termasuk mendirikan masjid2y disinyalir sbg tempat persiapan para terorist.

Nah, di Indonesia kami umat non-Muslim itu adalah penduduk asli negara 
Indonesia. Kami dari berbagai latar-belakang budaya dan agama. Sesuai dg hak2 
kami (natural justice) dan sesuai dg UUD '45 kami, umat2 non-Muslim itu berhak 
melakukan ibadah keagamaan kami. Ini termasuk mendirikan tempat ibadah kami, di 
mana kami perlukan.

Yg banyak orang Islam tidak sadari bhw peraturan2 yg membatasi umat non-Islam 
beribadah dan mendirikan tempat ibadah mereka adalah melanggar semua hukum 
manusia: Peraturan, KUHP, UUD dan UN Charter on Human Rights. Muslims yg tidak 
PeDe dan merusak, menghalangi umat Kristiani mendirikan gereja itu juga 
melanggar Al Maidah 5:47.

Gabriela Rantau



----- Original Message ----
From: Budi P <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, August 9, 2008 11:13:28 AM
Subject: Re: [religion&spirituality] Der Spiegel : Mesjid? NOT IN MY BACKYARD

Jika hal yg sama dilakukan Muslim Indonesia terhadap gereja, maka umat
kristen berang. Kalian maunya apa sih ?

Kirim email ke