> Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ayat yang menyatakan bahwa membunuh orang kafir adalah
> halal karena sebelum diturunkan ayat tsb orang Muslim
> ragu2 untuk melawan orang Yahudi yang melanggar
> perjanjian damai di Madinah.


Kafir itu khan bukan cuma Yahudi ?
Jadi, kalo melanggar perjanjian itu halal dibunuh, apakah menolak
menyembah Allah itu tidak perlu dibunuh ?

Apakah pernah ada perjanjian bahwa Yahudi harus menyembah Allah ?
MELAWAN orang Yahudi dan MEMBUNUH orang Yahudi apakah sama artinya
atau berbeda artinya ?

Apakah setelah orang muslim sudah tidak lagi ragu2 membunuhi orang2
Yahudi, turun lagi ayat2 dari Allah untuk tidak membunuhi orang2 Yahudi ?

Yang wajib dan halal dibunuh itu khan bukan cuma Yahudi? tapi juga
para penyembah berhala, juga orang yang menolak menyembah Allah, juga
umat Ahmadiah, terus berkembang tafsirnya juga orang Cina penyembah
nabi konghucu, juga orang Amerika, dll.  Kemudian juga berkembang
lagi, menghalalkan membunuh umat Shiah, umat Sunni, dst, dst.

Sekali ada kata2 halal membunuh, maka tafsirnya bisa berkembang
ke-mana2 tergantung penguasanya.  Karena itulah, sebuah agama tidak
boleh sembarangan menggunakan kata2 yang biadab karena kemudian bisa
ditafsirkan ke-mana2 sasarannya sehingga hancur komuniti umat agamanya.

Islam sudah hancur setelah para caliph saling membunuh.  Meskipun
katanya Islam sudah berkembang ke-mana2, sebetulnya bukanlah Islam
yang berkembang melainkan pribadi2 rajanya saja yang merupakan aliran2
Islam yang berbeda dari keturunan dinasti atau rezim2 yang justru juga
saling bermusuhan.

Ali dinyatakan sebagai Caliph ke 3, padahal tidak ada pengakuan resmi
dari pihak Sunni bahwa Ali itu adalah Caliph.  Karena setiap kekuasaan
Caliph harus berpusat di sekitar Mekah dan Madinah, padahal Ali itu
merupakan penguasa pelarian di Iran/Persia bukan di Arab.

Dalam AlQuran ada dinyatakan bahwa seorang Caliph harus orang Arab
dari suku Quraish, sedangkan yang didefinisikan "Suku" adalah orang2
Arab yang berlokasi ditempat tertentu seperti Mekah dan Madinah.  Oleh
karena itulah, tidak mungkin bisa diakui ada Caliph diluar Arab.

Pada hakekatnya, Islam memang ajaran biadab yang bukan tempatnya
dipraktekan dalam peradaban sekarang ini.  Artinya, kata2 halal dalam
membunuh Yahudi bukanlah berlaku cuma diwaktu zaman dulu karena
keraguan muslim, karena Yahudi tidak pernah ragu untuk menganggap
bahwa membunuh itu dosa dan tidak ada perjanjian yang dibuat oleh
pemimpinnya yang kemudian menghalalkan untuk membunuh keturunannya
yang tidak pernah menanda tangani perjanjian tsb.

Kalo urusan pelanggaran perjanjian, justru orang2 Yahudi ini sangatlah
patuh pada perjanjian yang mereka buat dengan pihak manapun juga,
Islam dan Arab itu yang menghalalkan melanggar perjanjian kalo
perjanjian itu dibuat dengan mereka yang bukan Islam.

Dalam Quran ada dinyatakan bahwa umat Islam dihalalkan untuk melanggar
perjanjian dengan yang bukan Islam, dihalalkan untuk menipu mereka
yang bukan Islam, dihalalkan untuk membunuhi mereka yang bukan Islam.

Umat Islam akan berpahala kalo membunuh mereka yang bukan Islam, tapi
kalo tidak membunuhpun tidak menjadi dosa.

Celakanya, Ahmadiah dianggap bukan Islam, celakanya Syiah dianggap
bukan Islam, celakanya Sunni dianggap bukan Islam, dan lebih celaka
lagi sesama Islam dihalalkan saling membunuh.

Ajaran seperti inilah akhirnya dinamakan "THE RELIGION OF TERROR".

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke