> "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ini kan sekadar pancingan agar pabrik rokok
> masok dana ke MUI Habis itu mrk akan diem deh
> Kalo mau ya sekarang aja diharamkan tak perlu
> berencana segala
> 


Benar sekali, tapi sebenarnya ancaman ini sudah berulangkali 
dikeluarkan sejak berdirinya MUI, namun ancaman ini tidak 
diberitakan di-koran2 melainkan terbatas dikirimkan melalui surat 
peringatan saja sehingga tidak begitu banyak diketahui masyarakat.

Ada beberapa pabrik rokok raksasa yang masih mengabaikan ancaman MUI 
karena ada backing yang lebih kuat dari Dept Perdagangan.

Urusan ancaman2 seperti ini sebenarnya sudah merupakan permainan 
Mafia yang dilakukan oleh Departement2 yang saling bersaing antara 
lain Departement Kesehatan, Departement Perdagangan, Departement 
Agama, dan sekarang ikut serta pula MUI.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: IrwanK 
>   To: Forum Kompas ; Fuad Baradja 
>   Sent: Tuesday, August 12, 2008 3:15 PM
>   Subject: MUI Berencana Haramkan Merokok
> 
> 
>   Pak Bos,
> 
>   Ini kabar menarik bagi para penggiat anti rokok dan 
kesehatan.. :D
>   Semoga bermanfaat dan membawa kebaikan bagi semuanya..
> 
>   -- 
>   Wassalam,
> 
>   Irwan.K
>   "Better team works could lead us to better results"
>   http://irwank.blogspot.com/
> 
>   ----------------
> 
>   MUI Berencana Haramkan Merokok 
>   Selasa, 12 Agustus 2008 - 13:48 wib
>   Andrew Maradona Konserio - Okezone
>   JAKARTA - Rokok termasuk salah satu jenis narkoba, karena itu 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpikir, perlunya menetapkan bahwa 
merokok itu
>   hukumnya haram.
> 
>   Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Amidhan dalam jumpa pers 
mengenai fatwa MUI terhadap merokok di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, 
Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2008).
> 
>   Amidhan menambahkan, kesepakatan sementara MUI menyetujui anak 
dilarang merokok karena merusak masa depan.
> 
>   "MUI menyetujui anak dilarang merokok karena merusak masa depan. 
MUI
>   juga melarang iklan rokok yang melibatkan anak dan sekolah," 
kata Amidhan.
> 
>   Tidak hanya Ketua MUI yang menanggapi mengenai bahaya merokok, 
Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa 
Kak Seto itu pun mengimbau hal serupa.
> 
>   "Kami melarang industri rokok untuk menggunakan keterlibatan 
anak dan remaja pada iklan rokok," imbaunya.
> 
>   Menurutnya, perilaku merokok disebabkan karena dibentuk oleh 
industri
>   rokok yang tidak mendidik melalui iklan-iklan. Selain itu, 
peraturan
>   daerah (Perda) merokok di Jakarta tidak efektif karena tidak 
menyentuh
>   aspek emosi.
> 
>   "Diperlukannya penciptaan syair dan lagu untuk anak tentang 
bahaya merokok. Anak-anak terlantar menjadi korban terbanyak merokok 
karena untuk mengalihkan segala penderitaan mereka," tandasnya. (lsi)
>


Kirim email ke