Hahahaha.. Anda terlalu berlebihan, Nyonya..

Arab Saudi gak mungkin menyelenggarakan Olimpiade karena :

1. Spesialisasi bisnisnya ialah ibadah Haji dan hasil bumi. Arab Saudi
adalah pedagang gelar (Haji) dan minyak (mentah sampai zaitun). Arab
Saudi bukan pedagang atlet, sportifitas, atau medali olah raga. Mereka
sudah kebanyakan stok emas, perak dan perunggu, ngapain repot2
memperebutkan barang begituan?

Ukuran kekuatan pria Arab Saudi bukan pada bidang olah raga tapi pada
(1) kudanya, (2) ukuran anunya, (3) jumlah istri dan haremnya. Silakan
periksa...

2. Bisnis kedua yg disukai bangsa Arab Saudi ialah yang menempatkan
wanita satu atau beberapa level di bawah kaum pria. Misalnya mengimpor
pembantu dan TKW dari Indonesia (dan negara lain) dijadikan sebagai
budak dan sasaran penyiksaan para majikan.

Sekadar info : jumlah TKW Indonesia di Timur Tengah sekitar 1,5 juta
orang dan 90 persen adalah pembantu rumah tangga. Di Arab Saudi jumlah
TKW kita mencapai 626.000 dengan 102 kasus penyerangan seksual dan 156
kasus penyiksaan terhadap TKW terjadi sepanjang Januari-Juli 2008. Itu
belum termasuk ribuan kasus keterlambatan membayar gaji TKW dan
rendahnya gaji TKW asal Indonesia (dalam 10 tahun gaji TKW di Arab
Saudi gak pernah dari 600 real). Baru tahun lalu 2007, gaji TKW asal
Indonesia naik menjadi 800 real (Sumber : Indonesian Embassy concerned
over surge in maid abuse cases, Ghazanfar Ali Khan | Arab News Online,
30 July 2008).

3. Kalo Olimpiade digelar di Arab Saudi, panitia Olimpiade harus
memasang barikade jeruji besi untuk memisahkan atlet dengan penonton.
Bayangkan para lelaki Arab yang sehari2nya cuma melihat perempuan
kerudungan dari muka sampai kaki, tiba2 melihat atlet2 bercelana cawat
berlarian dalam stadion dengan gembira demi merebut medali. Bisa2 para
atlet (wanita maupun pria) di stadion atletik, senam, renang, dan
loncat indah, pada ketakutan diincar penonton Arab. Jangan lupa, kaum
gay arab banyak juga loh..

Jadi pertanyaan anda langsung terjawab : tidak mungkin Arab Saudi
menyelenggarakan Olimpiade.

On 8/14/08, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mungkinkah Arab Saudia Menyelenggarakan Olympic Games ???
>
> Secara financial Arab Saudia mampu membiayai maupun menyelenggarakan
> Olympic Games dengan konisi yang paling mewah sekalipun.
>
> Namun faktor religious dan pengamanannya tidak memungkinkan bagi Arab
> Saudia untuk menyelenggarakan Olympic Games ini karena masyarakatnya
> yang fundamentalist repulsive ini akan sangat membahayakan keamanan
> dari tamu2 peserta yang datang ke Arab ini.
>
> Ideal Olympic Games sangat dimusuhi, dibenci, dan diharamkan oleh
> ajaran agama Islam.
>
> Mana mungkin bisa mempertemukan berhala dewa zeus dengan Allah yang
> mewajibkan umatnya untuk memusnahkan berhala ???
>
> Mana mungkin mempertemukan ideal Olympic Games yang bermotto
> persahabatan, perdamaian, dan kerja-sama antar bangsa tanpa membedakan
> agamanya dengan ideal Islam yang berlandaskan Syariah Islam yang
> mewajibkan umat untuk memusuhi berhala, membenci kafir, dan melarang
> kerja sama dengan mereka yang bukan Islam yang menolak menyembah Allahnya?
>
> Meskipun secara pribadi raja Arab Saudia sebagai Caliphah Islam
> terakhir sekarang ini menginginkan agar bangsa Arab bisa
> berpartisipasi dengan seluruh umat manusia didunia, namun Allah yang
> mengutusnya dan juga sebagai mewakili Allah beliau dilarang dan
> diharamkan untuk melakukan tuntutan nilai2 kemanusiaan yang yang
> memuliakan setiap manusia tanpa membedakan agamanya.  Sebagai Caliphat
> Islam terakhir beliau takut untuk melanggarnya karena merupakan dosa
> dalam agama Islam dan hukumannya adalah murtad yang akan bisa datang
> malapetaka menimpa dirinya dan seluruh rakyatnya.  Terbukti, sang
> Caliphat tetap mengirim utusannya mewakili Caliphat Islam dalam arena
> Olympic Games.  Representasi sang Caliphat juga terlihat berbaris
> memuliakan pembukaan ceremonial penyembahan berhala Zeus dalam bird
> main stadium di Bejing.  Kesalahannya bukan terletak dalam diri sang
> Caliph ataupun umatnya melainkan dalam ajaran kiriman Allah yang
> bengis, penuh kebencian dan menolak nilai2 kemanusiaan berdasarkan
> kasih sayang dan HAM.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>
>
>
>

Kirim email ke