Semua yang anda tulis tentang Muhammad dan al-Qur'an adalah versi anda, orang 
yang memusuhi Muhammad dan juga al-Qur'an. Sementara kami berlapang dada 
menerima kritikan anda, apakah anda punya kebaikan seperti yang anda gambarkan 
sebagai umat Krisitiani untuk menerima dengan lapang dada kebenaran tentang 
Muhammad dan al-Qur'an versi kami sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan kami?

Sesungguhnya anda telah merusak pondasi keimanan anda sendiri dengan tidak 
bersikap sebagai seorang kristiani yang baik dan anda telah melanggar ajaran 
Tuhan anda yang begitu mulia untuk tidak menghina sesama manusia.

Bagaimana kami umat muslim bisa mempercayai pendapat-pendapat anda jika anda 
sendiri tidak bisa mengamalkan inti ajaran dari agama anda yang anda 
bangga-banggakan itu?

salam
mp

--- On Fri, 7/18/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] Muhammad Salah dalam Memberikan Informasi Siapa Ibu Yesus
To: "Ulil Abshar-Abdalla" <[EMAIL PROTECTED]>, "Luthfi Assyaukanie" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "H. M." <[EMAIL PROTECTED]>, "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Samuel Sam" <[EMAIL PROTECTED]>, "budi 
sulistiyo" <[EMAIL PROTECTED]>, zamanku@yahoogroups.com
Date: Friday, July 18, 2008, 2:51 AM










    
            Muhammad Salah dalam Memberikan Informasi Siapa Ibu Yesus
 

 
Muhammad Salah dalam Memberikan Pemahaman tentang Siapa Ibu Yesus
Oleh: Duladi
Yth. Muslim Intelek (Ali, Wanto, Amr)
Saya akan menanggapi komentar Dik Romadi yang orangnya baik dan nggak fanatik.
Di dalam Injil Lukas tidak disebutkan Maria sebagai saudara Marta, tetapi 
disebut “sanak”.   Bahasa lain untuk kata sanak ini adalah famili.  Jadi, belum 
tentu sanak adalah saudara kandung.
Berbeda penekanannya dengan perkataan “saudara”.  Bila disebut: “Saudara 
perempuan Harun”....... maka ayat ini adalah bermakna tekstual.  Karena 
perkataan “saudara” di dalam Alquran itu bukan menunjukkan “hubungan keturunan” 
melainkan lebih kepada “sister” (saudara kandung).
Hal itu dikuatkan lagi dengan QS 66:12 yang mengatakan Maryam sebagai anak 
Imran (dan juga dikuatkan pula dari surah Ali Imran).
Sesuai dengan Bibel dan pemahaman umat Yahudi sebagai umat yang lebih tahu akan 
hal ini, kalau Keluarga Imram punya 3 orang anak: Harun, Maryam dan Musa (yang 
dihanyutkan ke sungai nil dan kemudian tinggal dan dibesarkan di Mesir lalu 
menjadi nabi).  Mereka hidup sekitar 1500 SM.
Mengenai penggunaan nama “Maryam”, sebenarnya di Arab sudah dikenal nama 
“Mariya”.  Tetapi, mengapa Muhammad malah lebih memilih nama “Maryam” daripada 
“Mariya”?   Tanya aja sama orang Yahudi, yang betul yang mana?  Maryam ataukah 
Maria yang menjadi ibu Yesus di Nasareth? Ada banyak bukti-bukti otentik 
sejarah di luar Bibel yang membuktikan bahwa ibunda Yesus adalah “Maria”, bukan 
“Maryam”.
Sebaliknya Maryam secara otentik adalah memang Saudara perempuan Harun:
Keluaran 15:20
Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di 
tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta 
menari-nari.
Dan Muhammad benar-benar menyebutnya demikian di dalam Surat Maryam ayat 28..  
....Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat 
dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",...
Begitu juga mengenai Zakharia.  Zakharia ayah dari Yahya Pembaptis sesungguhnya 
adalah seorang Imam, bukan nabi Zakharia yang menulis kitab Zakharia dalam 
Perjanjian Lama.
Muhammad sungguh-sungguh dibuat bingung dan rancu akan nama-nama tokoh dalam 
Taurat maupun Injil.  Muhammad juga dibuat kebingungan tentang waktu dan masa 
nabi-nabi itu hidup.  Lihat saja di QS 2:87
.....Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, 
dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, 
dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera 
Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu 
seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu 
lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan 
beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?....
Sesudah Musa kemudian Isa putera Maryam.  Padahal, kalau memang Muhammad 
mengakui Zabur, mestinya dia harus menyebut kitab Zabur sesudah kitab Taurat, 
dan kitab Injil sebagai yang terakhir.
Bandingkan juga dengan QS 2:136
.....Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa 
yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, 
Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa 
serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak 
membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh 
kepada-Nya". .....
Muhammad menyebut kedua nama itu berdampingan: Musa dan Isa.  Karena 
dipikirnya, Isa (Yesus) adalah keponakan Musa, dan tidak lama berselang sesudah 
Musa menerima Taurat, Yesus pun menerima kitab sejenis dari surga.   Padahal 
faktanya, ada rentang waktu cukup panjang, yaitu sekitar 1500 tahun lamanya 
waktu antara Musa dan Yesus.
Juga pada saat beliau mengurutkan nama-nama nabi:
QS 33:7
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu 
(sendiri), dari Nuh, Ibrahim, ...Musa dan Isa putera Maryam..., dan Kami telah 
mengambil dari mereka perjanjian yang teguh, 
Muhammad tampaknya selalu menduetkan mereka berdua (Musa dan Isa=Paman dan 
Keponakan).  Muhammad linglung, dikira Musa dan Yesus hidup pada zaman yang 
sama, atau setidaknya hidup pada waktu yang tidak terpaut jauh.  Sesudah Musa 
wafat, misi kenabian digantikan oleh Yesus sang keponakan.
Jadi, Muhammad benar-benar melakukan kesalahan dalam menafsirkan siapakah 
sebenarnya ibu Yesus itu, tentang masa/kapan Yesus hidup, dan juga tentang 
dibuat rancunya nama Zakharia (Imam ataukah Nabi?).  Kalau Nabi Zakharia 
mempunyai anak bernama Yahya Pembaptis, ....mimpi kali yee.... tanya tuh sama 
orang Yahudi yang punya kitab Talmud.
Karena hal-hal seperti inilah, maka kami umat Kristen tidak bisa mengakui 
Alquran sebagai Buku Dewa, melainkan sekedar kitab karangan Muhammad semata.
Kalau misalnya Alquran diturunkan derajatnya menjadi kitab sejarah, juga nggak 
masuk.
Lantas, Alquran masuk kategori kitab apa?
Kepada Dik Romadi:
Benar nggak yang aku katakan:
Semakin fanatik dalam Islam, orang semakin jahat!
Dalam hidupnya akan penuh dengan permusuhan, tidak hanya kepada non-muslim 
saja, bahkan kepada sesama muslim sendiri yang berbeda pandangan.  (Contoh: 
terhadap Ahmadiyah dan JIL).
.........Akhirnya. ... bertentangan dengan hati nurani. 
Semakin fanatik dalam Kristen, orang semakin baik!
.........Akhirnya. .... selaras dengan hati nurani. 
Layakkah agama Anda terus dipertahankan?

 

Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror 
pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang 
ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan 
pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang 
kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti 
terwujud. 
Feifei_fairy
 

      Yahoo! Toolbar is now powered with Free Anti-Virus and Anti-Adware 
Software.

Download Yahoo! Toolbar now!

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke