La kalau gitu penerapan hukumn rajam diperluas jangan yang wong kecil
tok.Dg lolosnya pemerkosa tadi berarti pelaksanaan hukum rajam baru
setengah setengah .Ojo sealu nyalahkan Hukum.Perlu genduk tahu
walaupun Saudi begitu tetep saja tiap detik lebih banyak wong
diperkosa di Amrik dari pada di Saudi.Wong kardinal saja karem
memerkosa juga,sampai2 Pausnya minta maaf.

Shalom,
Tawangalun.

- In zamanku@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > "tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> > Makane kalau anda gak seneng anakmu jadi korban perkosaan biarkan
> > pemerintah memakai Hukum Rajam,nanti pasti do jera.
> > kalau guru ngaji saya rasa masih kalah alim dg nabi2 yang di Bijbel
> > meh kabeh penzina.
> > 
> 
> 
> Meskipun di Arab menggunakan hukum Syariah yang merajam pemerkosa atau
> pezinah, bukanlah berarti TKW2 dari Indonesia tidak diperkosa ataupun
> tidak dizinahi melainkan para pemerkosanya dilindungi dan korban
> pemerkosaannya dituduh berzinah yang akhirnya dipenggal kepalanya.
> 
> Siapa bilang hukum rajam itu membuat jera pemerkosa???
> Lihatlah Arab dan juga Pakistant, meskipun dirajam tetap saja berzinah
> dan memperkosa.  Malah lebih parah ketidak adilan yang ditegakkan
disana.
> 
> Hukum rajam itu hanya berlaku bagi korban2 yang lemah backing
> hukumnya, dan tidak berlaku bagi mereka yang memiliki sedikit saja
> backing hukum.  Orang2 Arab Islam itu bebas memperkosa dan menzinahi
> para TKI, dan orang2 Arab ini hanya dihukum apabila memperkosa dan
> menzinahi sesama orang Arab sendiri disana.
> Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke