DUA ORANG PRT Indonesia yg diperlakukan spt budak oleh majikan
millionair (Keterunan India) di NY City akhirnya mendpt santunan sebesar
US$1 juta (Rp.9 milyar). Si nyonyah mendapat ganjaran penjara 11 taon,.
si suami mendpt hukuman 3 taon penjara krn kekejaman mereka terhadap
kedua perempuan Indonesia tsb.

Di belakang kejadian ini jelas keliatan bhw hukum USA benar2 melindungi
orang2 yg tidak bersalah dan menghukum mereka yg melanggar hukum,
melanggar perikemanusiaan.

Ratusan (mungkin ribuan) PRT Indonesia yg bekerja di negara2 Islami
terutama di Saudi Arabia mengalami kekejaman luar biasa - tidak digajih,
perlakuan biadab, pemerkosaan dan bahkan pembunuhan. Tapi di 'tanah
suci' di mana hukum yg katanya berasal dari Aulloh diberlakukan, TKW 2
Indonesia ini sama sekali tidak mendapat perlindungan secara alamiah
(Natural justice) atopun secara hukum negara.  Ini bukti bhw hukum
sekuler yg dipraktekkan secara adil dan konsistent jauh lebih baik dari
hukum berdasarkan agama.

Pemerintah Indonesia yg biasanya tidak berani berbuat apa2 (khususnya di
negeri2 Islami) untuk menyelamatkan dan melindungi TKW kita, harus lebih
ada nyali. Banyak diplomat kita yg takut di-persona non-gratakan dan
diem2 saja melihat kekejian yg dialami oleh warga negara ktia.

Konsulat Jenderal RI di NY City seharussnya mulai membantu kedua PRT yg
sekarang menjadi milyarder itu untuk tidak dirampok di Bandara
Soekarno-Hatta dan juga di tanah air. Cara terjitu ialah mebantu mereka
memasukkan uang mereka yg begitu banyak ke suatu bank (USA) dlm bentuk
deposito dan setiap 6 bulan mereka bisa memperoleh bunga yg tentunya
masih sangat besar jumlahnya.

Hayo, KJRI dan pemerintah RI bantu orang2 kecil yg sudah menderita dan
mendapatkan santuanan yg besar berkat hukum sekuler yg adil dan
dipraktekkan di USA, 'the Great Satan' (Kalo negara yg begini adil dan
peduli disebut sbg 'the Great Satan' lalu apa julukan yg pantas untuk
negara2 yg TIDAK adil dan tidak peduli thdp penderitaan sesama manusia?)

Gabriela Rantau

Kirim email ke