> "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hukumnya yang digunakan Saudi.Besan saya habis
> umrah dari Makah.Disana ternyata aman sekali,
> orang dijalan bisa nyetop mobil misal mau numpang
> ke Blok M asalkan mereka searah lalu diantar.
> La di AS ada gak orang numpang di jalan?
> 


Biasanya yang merasa tidak aman di Saudi itu adalah mereka yang muda2
yang cenderung jadi korban pemerkosaan.

Kalo pemerkosanya sih tentu enggak mungkin bisa merasa tidak aman,
justru pemerkosanya inilah sumber perusak keamanan itu sendiri bagi
para jemaah wanita yang cantik2.

Dulu saya pernah jadi dokter haji, ternyata ada jemaah wanita muda
yang sangat cantik hilang diculik. Polisi Arab dilaporkan tidak
melakukan tindakan apa2 malah menuduh saksi yang melihat wanita itu
diangkut paksa oleh 4 laki2 Arab itu sebagai memfitnah tanah suci.

Akhirnya saksi ini ditangkap dan dipenjara karena tuduhan menghina
tanah suci.  Setelah 3 hari, mendadak wanita yang hilang diculik ini
berhasil ditemukan terdampar disebuah tempat dalam keadaan
menyedihkan, baju compang camping kelopak mata biru bekas digebukin.

Rombongan Jemaah saya yang pulang duluan untuk menyelamatkan wanita
ini, ternyata didalam pesawat, para jemaah wanita yang tua2
membicarakan kejadian ini dengan menyalahkan wanita itu naik hajinya
ditolak Allah karena banyak dosanya sehingga hajinya tidak diterima Allah.

Bayangin deh, orang yang sudah diracuni agamanya sampai tega
menyalahkan korbannya bukan penculiknya yang disalahkan.  Wanita ini
diculik dan diperkosa bukan karena dosa tetapi karena cantik dan
paling muda dalam rombongan jemaah ini.  Penculik pemerkosa ini mana
mau menculik nenek2 untuk diperkosanya, jadi nenek2 yang selamat tidak
diculik dan tidak diperkosa bukan karena Allah menerima hajinya,
tetapi karena memang karena tak ada orang2 Arab yang tertarik untuk
menculik dan memperkosa nenek2.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke