Versi Agama: Bumi Datar? Matahari mengelilingi Bumi?    
---------------------------------
  
  Pengantar
  Artikel New York Times pada tahun 1995 sangat menarik untuk kembali disimak, 
artikel itu mengatakan bahwa seorang ulama besar Arab Saudi pada tahun 1993 
mengeluarkan sebuah Fatwa bahwa BUMI itu DATAR dan orang yang tidak 
mempercayainya adalah KAFIR.
 
   
  [Youssef M. Ibrahim, "Muslim Edicts Take on New Force", New York Times, 
February 12, 1995]. 
   
  
Fatwa tersebut merupakan sebuah pernyataan yang berani dan sangat 
kontroversial, pertama karena di fatwakan oleh seorang yang mempunyai reputasi 
besar. Kedua, hampir semua manusia modern di muka bumi ini tidak lagi 
berpendapat bahwa BUMI itu DATAR. Dan yang terakhir Ulama tersebut mengetahui 
bahwa dalam khazanah sejarah Islam di abad ke 10 hingga 14, terdapat tidak 
kurang dari tiga ulama berpendapat bahwa BUMI itu BULAT
   
  
Sejarahpun mencatat latar belakang mengapa 3 ulama di atas sampai pada 
kesimpulan bahwa BUMI itu BULAT. Pendapat tersebut ternyata bukan merupakan 
pemikiran asli ajaran Islam, Pendapat itu ternyata berasal dari seorang India 
yang bernama Aryabatta. 
  
Aryabatta juga bukan satu-satunya yang menyatakan bahwa BUMI itu BULAT. Dunia 
barat mencatat bahwa orang pertama yang menegaskan BUMI itu BULAT adalah 
seorang Yunani yang bernama Phytagoras. 
   
  
Karena ajaran agama juga merupakan gudang pengetahuan, maka dapat dipastikan 
bahwa kesimpulan bahwa BUMI itu BULAT atau BUMI itu DATAR berasal dari 
ajaran-ajaran agama-agama yang ada pada saat itu
   
  
Perjalanan ke angkasa luar yang dilakukan NASA dan SOVIET pada tahun 60 an 
telah memberikan suatu bukti visual tak terbantahkan bahwa BUMI itu BULAT 
bahkan lebih tepatnya BULAT PEJAL, di mana, diameter vertikalnya lebih pendek 
dari diameter horizontalnya. 
   
  
Untuk mendapatkan suatu persepktif yang utuh, maka artikel ini saya susun 
sebagai berikut:
   
  
   A tribute to a muslim genius, oleh Sujit Das, pada November 15, 2006
   Pendapat Ibnu Hazm, Ibnu Al-Jawzi, Ibnu Taymiya dan Ibnu khaldun: BUMI itu 
BULAT
   Fatwa: MATAHARI mengelilingi BUMI
   Uji Pendapat: 
      Alquran dan Hadis: BUMI itu DATAR, MATAHARI mengelilingi BUMI 

      Alasan bahwa:

         Kata ‘Adrh’ = Bumi atau Tanah


         Kata ‘dahaha’ = berbentuk Telur


      Asal Muasal Pendapat: Ibnu Hazm, Ibnu Al-Jawzi, Ibnu Taymiya dan Ibnu 
Khaldun

      kesimpulan

   ALKITAB: BUMI itu DATAR dan MATAHARI mengelilingi BUMI
   Veda (Vedic) : BUMI itu BULAT, Berotasi dan MENGELILINGI Matahari
   Phytagoras, Aryabhata, dan Brahmagupta: BUMI itu BULAT 
   Pemikiran India atau Yunani atau dari tempat Lain?:
      Kemungkinan bahwa Naskah Hindu berasal dari Luar India

      Kemungkinan Naskah-Naskah Hindu merupakan Barang Import

      Benarkah       pemikiran-pemikiran tersebut diatas memang berasal dari 
Luar India?

         Universitas Nalanda


         Mengutip: H. R. Hall, Raja Ram Mohan Roy, Francois Gautier, Subhash 
Kak,Ph.D, RAM SWARUP Forward by DAVID FRAWLEY, G.R.S. Mead, Dolf Hartsuiker, 
Professor H. G. Rawlinson, Ludwig von Schröder, Dick Teresi, George Gheverghese 
Joseph, Sachindra K. Majumdar, Jean-Claude Bailly


         Kesimpulan 


                                         
  Setelah membaca uraian-uraian tersebut, anda akan lebih memahami bahwa 
KEBENARAN dan KEYAKINAN merupakan dua hal yang berbeda, terkadang berjalan 
seiring namun terkadang berlawanan arah.
   
  
[kembali]
    
---------------------------------
  
    Lihat detail di:
  http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/08/versi-agama-bumi-datar-matahari.html
  
  
       

Kirim email ke