> Mentari Pagi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Terus kalau orang punya keinginan untuk menghafal > al-Qur'an anda mau apa ? gitu aja kok repot. > Lha wong yang dipakai menghafal otaknya sendiri > kok bukan otak anda. >
Kalo benar2 hafal sih enggak apa2, masalahnya pemenang2 pertandingan penghafalan Quran itu berulang kali saya undang ke Amerika untuk dicocokkan apa yang katanya dihafalnya, ternyata tidak benar, cuma menghafal beberapa lembar dan beberapa ayat itu janganlah dikatakan menghafal Quran, apalagi digunakan untuk propaganda menipu agar umat Islam makin menjadi fanatik. Yang salah itu bukan hafalan Qurannya, melainkan penipuannya itulah yang salah !!!! Saya mengundang para penghafal Quran itu bukanlah gratis, mereka saya bayar, saya tanggung ongkos pesawat, tanggung ongkos hotel, tanggung biaya makannya, kesemuanya ini saya selenggarakan untuk mendidik anak2 dari keluarga muslim di Amerika untuk bisa mengikuti lafal dari apa yang diucapkan mereka diluar kepala. Kalo mereka membacanya dari buku Quran itu sendiri, buat apa saya undang, karena apa yang saya harapkan bisa mereka demonstrasikan disini seharusnya saya rekam untuk diputar ulang dalam mendidik anak2 disini. Tapi kalo terbukti saya ditipu, tentunya siapapun akan marah jadinya, enggak bisa karena yang menipu sama2 Islam kemudian saya harus merelakannya, bukan gitu bukan ??? Sama halnya, umat Islam Ahmadiah juga tidak bisa merelakan harta bendanya dijarah karena yang menjarahnya itu saudaranya sendiri sesama Islam. Kita enggak bisa membenarkan bahwa sesama Islam kalo saling menjarah harus saling memaafkan, bukan begitu etika moralnya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
