LONDON - Teori evolusi ternyata bermula dari penelitian yang dilakukan
di Ternate, Indonesia oleh Alfred Russel Wallace, ilmuwan
berkebangsaan Inggris yang lahir pada tahun 1823.

"Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Lembaga Eijkman, Profesor
Doktor Sangkot Marzuki dalam diskusi yang diadakan di PTRI Jenewa,"
kata Sekretaris Kedua PTRI Jenewa, Yasmi Adriansyah, Jumat (22/8).

Menurut Prof Sangkot, berdasarkan fakta-fakta tersebut, komunitas
ilmiah Indonesia merencanakan akan mengadakan perayaan 150 Tahun Teori
Evolusi Wallace pada akhir tahun 2008.

Sejumlah diskusi dan pameran akan digelar di Jakarta dan saat ini
sedang dijajaki pameran multimedia di Markas PBB di Jenewa (Palais des
Nations) November mendatang dengan dukungan PTRI Jenewa, yang
diharapkan dapat menarik perhatian komunitas internasional.

Acara puncak adalah konferensi internasional Desember di Ternate,
tempat Wallace banyak melakukan penelitian kemudian mengukuhkan diri
sebagai ilmuwan pertama yang mencetuskan Teori Evolusi.

Menurut Prof Sangkot, selama ini publik beranggapan Teori Evolusi
merupakan buah pemikiran dan hasil penelitian dari Charles Robert
Darwin, seorang peneliti yang berkebangsaan Inggris (1809).

Dikatakannya, melalui buku berjudul" On the Origin of Species "(1859),
Darwin berhasil meyakinkan dunia dengan Teori Seleksi Alam, yang
berargumentasi dan menyajikan fakta ilmiah asal-usul spesies makhluk
hidup berevolusi dari nenek moyang yang sama melalui proses seleksi alam.

Sangkot mengatakan pada tahun 2009 nanti komunitas biologi dunia akan
merayakan peringatan 150 Tahun Teori Evolusi Darwin. Namun demikian
anggapan publik dalam konteks sejarah tidak dapat dikatakan sepenuhnya
benar.

Menurut Sangkot, jika dilihat dari sejumlah referensi, Teori Seleksi
Alam sesungguhnya pertama kali dicetuskan Alfred Wallace melalui
tulisannya "On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely From
the Original Type".

Dikatakannya , tulisan tersebut muncul pada tahun 1858, satu tahun
sebelum penerbitan buku Darwin, dan memuat argumentasi mengenai
keberadaan seleksi alam dalam evolusi spesies makhluk hidup.

Artinya, Teori Evolusi melalui seleksi alam sesungguhnya dimunculkan
pertama kali oleh Wallace, bukan Darwin.

Sangkot mengatakan terdapat kemiripan teori Darwin dengan hasil
penelitian Wallace mengingat tulisan Wallace tersebut pertama kali
ditujukan kepada Darwin pada tahun 1858.

Pada saat itu , Wallace kerap melakukan korespondensi dengan Darwin,
termasuk mengirimkan sejumlah hasil penelitiannya. Wallace merupakan
peneliti yang miskin dan tidak jarang mendapatkan bantuan finansial
dari Darwin, seorang peneliti yang kaya.

Fakta ini sangat penting bagi Indonesia mengingat sebagian besar
penelitian Wallace dilakukan di Indonesia, khususnya di Ternate.

Selain pertama kali mencetuskan Teori Seleksi Alam, Wallace juga
menelurkan konsep-konsep terkenal seperti Garis Wallace (Wallace
Line), sebuah garis yang membelah kawasan geografis hewan-hewan Asia
dan Australia.

Garis-garis tersebut melintang di sepanjang kepulauan Nusantara (Pulau
Kalimantan dan Sulawesi) serta memisahkan Selat Lombok dan Pulau Bali.

Hasil penelitian Wallace tersebut utamanya didasarkan pada penyebaran
sejumlah besar spesies burung di kawasan-kawasan tersebut.

Deskripsi mengenai Garis Wallace ini dapat dilihat dari tulisan
Wallace yang berjudul" On the Zoological Geography of the Malay
Archipelago "(1859).

Dalam melakukan penelitian-peneliti an tersebut, sebagian waktu Wallace
dihabiskan di Indonesia, khususnya antara tahun 1854 sampai dengan 1862.

Bahkan, menurut Prof Sangkot, terdapat bukti historis bahwa Wallace
memiliki tempat tinggal di Ternate yang diperkirakan masih ada hingga
kini.

Sumber : Ant

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/22/10234918/teori.evolusi.ternyata.dimulai.dari.ternate

Kirim email ke