Rumpun Bahasa Melayu Ternyata dari Kalimantan 
Kamis, 21/8/2008 | 22:13 WIB 

BANJARMASIN, KAMIS--
 
Rumpun bahasa Melayu yang selama ini disebutkan berasal dari  Champa 
Thailand, mulai terbantah dengan penelitian baru yang menyebutkan 
rumpun bahasa yang digunanakan di sebagian wilayah Indonesia itu 
justtu berasal dari pedalaman pulau Kalimantan.
 
Guru Besar Bahasa Indonesia pada PKIF Universitas Lambung Mangkurat 
(Unlam) Prof.Dr.H.Djantera Kawi, di Banjarmasin, Kamis menyebutkan 
asal rumpun bahasa Melayu dari Champa itu merupakan hasil penelitian 
pertama yang dilakukan peneliti bahasa dari Eropah yang kemudian 
banyak dijadikan literatur di perguruan tinggi.
 
Namun hasil  penelitian terbaru dilakukan penelitian asal  Amerika 
dipastikan a rumpun Bahasa Melayu berasal dari daratan Borneo atau 
tepatnya di daerah pedalaman Pulau Kalimantan.
 
Dari hasil peneliti itu menunjukan Pulau Kalimantan punya andil dalam 
tatanan bahasa-bahasa di dunia dan orang-orangnya cukup dinamis, 
sehingga bahasanya yaitu Bahasa Melayu menyebar pula ke berbagai 
belahan benua.
 
Mengenai Bahasa Daerah Banjar, Kalsel, dia mengatakan, hal tersebut 
bila ditinjau dari segi dialek, terbagi tiga yaitu Bahasa Banjar 
Kuala, Banjar Hulu dan Pedalaman yaitu komunitas masyarakat adat 
terasing atau Suku Dayak.
 
Tapi kalau dilihat dari segi kebahasaan itu sendiri, berdasarkan 
penelitian, Bahasa Daerah Banjar terbagi 13 sub, yang dalam 
perkembangannya tak begitu nampak lagi, demikian Djantera Kawi.
 
Sedangkan hasil penelitian orang Eropah yang menyebutkan rumpun 
Bahasa Melayu dari Champa Thailand  berkembang pada sejumlah 
perguruan tinggi di Indonesia hingga tahun 1960-an, katanya dalam 
pertemuan rutin "baracau" Lembaga Budaya Banjar (LBB) Kalimantan 
Selatan (Kalsel) di Banjarmasin.
 
"Baracau" berasal dari Bahasa Daerah Banjar, Kalsel, yang 
pengertiannya berbincang-bincang tanpa topik yang fokus, hanya 
sekedar tukar informasi dan pendapat yang digelar LBB dua kali dalam 
sebulan tiap tanggal 7 dan 21 di Sekretariat LBB-Gedung Sultan 
Suriansyah Banjarmasin.
 
Kesimpulan peneliti dari Eropah tersebut kelihatannya cukup 
beralasan, karena pengguna Bahasa Melayu itu di Champa yang menyebar 
ke Semenanjung Malaka dan juga berkembang ke Indonesia yang merupakan 
gugusan nusantara.(ANT)
 
Kantor Berita ANTARA

Kirim email ke