Harry Samputra/samson Agus
Ketua Dewan Pembina The Global Future Institute
 
Kesempurnaan proses dan sistem pendidikan adalah pada saat anak didik dapat 
mengelola/memenejemeni dirinya dan menghitung atau menghisab matematis konsep 
dan aplikasi persamaan dimulainya/diawalinya hisab/perhitungan TUHAN dengan 
pengelolaan kehendak diri. Dengan kata lain terjadi equlibrium antara 
dimulainya kedewasaan biologis dengan kedewasaan wawasan baik vokasional, 
pemaknaan hidup dan tanggung jawab secara ajeg. Umur 0-sampai akhil 
balig/sekitar 12 tahun sudah dikompres semua data yang perlu diketahui dan 
diaplikasikan dalam proses pemaknaan hidup selanjutnya. Hukum TUHAN adanya 
kedewasaan bilogis yang berbanding lurus dengan dimulainya penghisaban dan 
perhitungan matematis akan amal saleh dan amal salah dalam hidup belum 
terakomodir dalam hukum pendidikan yang ada.  Stimulan untuk menjadi pribadi 
yang dewasa secara psikologis dapat diawalai sesuai data empirik pada umur 
golden years 3-8 tahun. Artinya tidak diperlukan lagi adanya sekolah
 menengah. O-12 tahun adalah proses membangun kesadaran hakiki akan hidup dan 
kehidupan.  Pembelajaran atau sekolah selanjutnya diharapkan anak didik dapat 
menjadi penyadat-penyadar akan keunggulan peradaban.  Sekolah pembangunan 
kesadaran (0-akhil balik) yang diajarkan adalah pasangan perhitungan dalam arti 
luas dengan pasangannya  kehendak menejemen dalam arti luas juga. Bukankah 
kehidupan di dunia hanyalah ada pada tatanan pengelolaan kehendak dan 
penghisaban oleh TUHAN. Sekolah pembangunan kesadaran yang dilanjutakn dengan 
sekolah bagi penyadar-penyadar kehidupan yang konten dan konteksnya adalah 
pemahaman kelamsemestaan/universalitas/universitas menjadi tanda akan kebesaran 
akan Yang Maha Kuasa. Pertanyaannya sudah seberapa besarkah kapsitas wawasan 
anak didik pada saat akhil balik. Sekolah menengah yang ada hanyalah ajang 
"serba tanggung', sekolah pubertas tanpa arah dan pembuangan energi dan waktu.  
Apabila secara komputasi data dapat
 dikompres apalagi bagi manusia yang memiliki kehendak. Bubarkan sekolah 
menengah dan konsentrasilah pada pendidikan anak-anak usia dini.  Agar terjadi 
egquilibrium yang sempurna antara kesiapan wawasan hidup intelektual,mental dan 
spiritual dengan kesiapan biologis seperti yang digariskan oleh TUHAN 
dengan kedewasaan biologis. 
Pasangan sekolah yang digariskan TUHAN hanyalah
Sekolah pembangunan kesadaran = hitungan/hisab+manajemen kehakikian( 0-akhil 
balikh)
Sekolah pengembangan penyadaran/penyadar = kepartikularitasan yang sejalan 
dengan keuniversalitasan yang dimulai saat akhil balikh sampai meninggalkan 
dunia kembali kepada TUHAN. 
Bukankah TUHAN menggariskan sesuatu berpasang-pasangan?.
 
Harry Samputra Agus
Pengajar menejemen sistematis/matematis dan kepemimpinan di  Sekolah Dasar 
Inayah Yayasan Ikhtiar Bangun Bangsa.


      

Kirim email ke