Bukan Cuma Islam Ahmadiah Yang Jadi Korban !!!
                                         
Ajaran Islam memang merupakan ajaran yang "self destruction" yaitu
ajaran yang menghancurkan dirinya sendiri.  Kenyataannya Islam bisa
bertahan hingga sekarang karena dilindungi oleh negara2 Barat. 
Dimanapun kekuasaan negara2 Barat terjadi kevacuuman, maka komunitas
Islam akan hancur musnah dengan sendirinya.

Quran tertua yang masih bisa dibaca sekarang ini berasal dari Quran
yang dicetak pertama kali di Venice pada 1537/1538 yang hingga kini
masih tersimpan secara utuh dan sempurna di Vatican.

http://anakalam.blogsome.com/2007/08/22/europes-first-quran/
"Before printing with movable type became common practice in the
Islamic world in the early nineteenth century, it had long been
forbidden there to print books, especially holy ones. In the Ottoman
Empire, the latter even constituted a capital crime. As a result, the
first printed Qur'an in Arabic is a Western production. It was printed
in Venice by Paganino and Alessandro Paganini in 1537/1538. For
centuries, no one has seen a copy of it.

http://www.lightplanet.com/islam/quran.html
The oldest surviving Qur'an for which movable type was used was
printed in Venice in 1537/1538. It seems to have been prepared for
sale in the Ottoman empire. Catherine the Great of Russia sponsored a
printing of the Qur'an in 1787. This was followed by editions from
Kazan (1828), Persia (1833) and Istanbul (1877) [15].

Bukti2 tidak bisa disangkal, bahwa Alquran yang dikenal sekarang ini
berasal dari Quran cetakan pertama kali tahun 1538 di Venice yang
dibuat oleh pendeta2 Vatican Pater Aganino and Alessandro Paganini.

Inilah Quran yang tertua, sementara itu semua Quran yang katanya
berumur lebih tua dan ditulis dengan tangan yang dipajang di berbagai
museum2 negara2 Islam tak satupun yang bisa dibuka dibaca
lembaran2nya.  Quran tsb hanya untuk dipajang saja sampulnya yang
bertuliskan Quran namun tak pernah seorangpun bisa membaca isinya. 
Memang ada beberapa tempat di Uzbekhistant dimana ayat2 Quran itu
ditulis di dinding mesjid, namun cuma satu dua ayat saja dan umurnya
pun tidak lebih tua dari Quran cetakan pertama yang tersimpan di Vatican.

Tak pernah seorang ulamapun yang pernah berpikir: mengapa Vatican
berkepentingan untuk mencetak Quran ???

Vatican dimasa lalunya memang merupakan kekuatan utama pendukung
penjajahan negara2 Barat keseluruh dunia.

Kalo Bible diciptakan untuk mempersatukan kekuatan2 barat menjadi satu
kekuatan imperialisme untuk menjajah dunia, maka Quran diciptakan
justru sebaliknya yaitu mengadu domba kekuatan2 di Timur Tengah dan
Afrika menjadi lemah sehingga tunduk kepada para penjajahnya.

Quran memang berisi ajaran2 untuk saling membunuh sesama Islam hingga
akhir zaman, tidak ada satupun ayat dalam Quran yang bisa
mempersatukan umatnya selain mewajibkan curiga mencurigai satu sama
lainnya.  Bahkan melarang umatnya untuk mempercayai kebaikan2 umat
lain atau sesamanya karena harus dicurigai keburukan2 yang ada
dibelakangnya.  Menolak kebaikan2 dengan pembunuhan.

Quran memang sengaja diciptakan untuk menghancurkan komunitas Islam
diselutuh Timur Tengah dan Africa untuk mempermudah penjajahan. 
Itulah sebabnya, komunitas Islam dimanapun yang mempergunakan Quran
sebagai kitab sucinya akan mengalami kehancurannya sendiri tanpa perlu
diperangi.  Hal yang sama terjadi di Indonesia, bukan cuma Islam
Ahmadiah yang dihancurkannya, tetapi semua Islam apapun alirannya akan
dihancurkannya seperti berita dibawah ini:

korantempo.com 22 agustus 2008
Kemarin, polisi memeriksa dua saksi dari Majelis Ulama Indonesia
dan dua orang panitia pengajian.

Bupati Dedy dinilai menghina Al-Quran oleh para ulama dan organisasi
kemasyarakatan Islam. Dalam pengantar di pengajian rutin Bale Paseban, 7
Agustus lalu, Dedy mengatakan dengan kecapi dan suling (alat kesenian
Sunda) bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah bagi orang yang
memaknainya. Sebaliknya, tidak ada jaminan bagi mereka yang mendengar
ayat-ayat Al-Quran kemudian tergetar hatinya.

Dedy sebenarnya sudah meminta maaf secara tertulis kepada semua ulama
dan ormas Islam, termasuk bertemu dengan para ulama yang memprotesnya.

Selain Dedy, narasumber asal Jakarta, Masdar F. Mas'udi, juga
dilaporkan. Dalam pengajian itu, Masdar mengatakan kata "Illah" sama
dengan Sang Dwiwasa. Dia juga mengatakan, di tanah Sunda dan Jawa pernah
turun seorang nabi. Tata Sukayat dari Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Bandung yang menjadi moderator pengajian ikut dilaporkan,
karena sama-sama dinilai menodai agama Islam.

Secara keseluruhan memang ajaran Quran ini penuh dengan kebiadaban2
yang tidak masuk akal dalam peradaban beradab dizaman sekarang ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke