Bagi wong Islam yang bener maka putusan eksekusi pemerintah kudu 
didukung sebab SBY adalah khalifah terbaiat.Kalau Gus Dur dulu bukan 
sebab telah ngatain Quran porno.Jadi sayapun mendukung putusan mati 
Amrozy,padahal Yusfiq yang kafir justru enggak.Sebab saya tahu kayak 
Amrozy itu salah menerapkan Islam.Saya nyuruh ABRI ngasih penghargaan 
kpd Amrozy bukan karena terornya tapi karena dia sebagai warga RI 
telah mengharumkan nama dg bisa membikin bom R-4.padahal itu 
teknologi canggihnya Amerika,namun Amrozy yang bukan lulusan 
Westpoint kok bisa.

Shalom,
Tawangalun.

- In [EMAIL PROTECTED], "Hafsah Salim" <muskitawati@> 
wrote:
>
> Detik2 Menjelang Eksekusi Muklis !!!
>                                                          
> Muklis tampak panik, ucapan Allahuakbar tidak membawa mukjizat 
seperti
> yang dijanjikan Quran.  Dia diangkut dimuka banyak pengikutnya 
maupun
> petugas2 yang akan mengeksekusinya.  Muklis sudah melatih imannya
> setinggi bintang2 dilangit, namun tidak jelas dibintang mana Allah
> berada.  Mungkin saja Allah sedang berholiday dipavilyun-nya di 
Mekah
> didalam Kabahnya.  Dia akhirnya mati tidak seperti yang diharapkan
> para mujahidin, karena memang dia mati seperti kecoa yang lari2
> ketakutan sebelum terinjak mati secara hina dina.
> 
> Kalo dalam Quran dan Hadist-nya disejarahkan bahwa Allah bisa 
mengubah
> pemikiran Abu Sufyan yang memusuhi Allah, kenapa Allah tak bisa
> mengubah pemikiran Hakim agar memvonis bebas bagu Muklis yang justru
> menyembah Allah, dan juga pembela Allah yang bersedia berkorban apa
> saja asal dijalan Allah ????
> 
> Padahal untuk bisa memvonis bebas tidak perlu Allah menyusupkan 
banyak
> kata2 seperti menyusupkan kata2 kedalam benar Abu Sufyan karena kata
> "Bebas" hanyalah terdiri dari 5 huruf saja yang perlu disusupkan ke
> otak hakim yang memvonis mujahidin Muklis ini.
> 
> Mungkin hal ini bisa menjadikan bukti bahwa Allah itu memang tidak 
ada
> dan apa yang ditulis oleh Quran dan Hadist-nya hanayalah dongeng2
> saja.  Namun umat Islam harus mengharamkan pemikiran seperti ini, 
umat
> Islam harus takut untuk berpikir seperti ini.  Keberanian cukup
> dipupuk untuk meledakkan bomb2 di-pasar2 agar lebih banyak yang
> terbunuh dan anggaplah semuanya kafir karena hanya kafirlah yang 
bisa
> memberi tiket yang berpahala dalam perjalanan menuju kematian.
> 
> 
> > "mediacare" <mediacare@> wrote:
> > Detik-detik Eksekusi Muklis Bin Hisyam 
> > "Kita tidak akan pernah menyerah kepada orang-orang
> > kafir. Mereka pantas dibunuh, mereka pantas dihabisi.
> > Allah memerintahkan kepadaku, orang-orang kafir itu
> > akan selalu memerangi kaum muslimin sampai orang
> > muslim itu mengikuti keinginan mereka. Kita jangan
> > pernah tunduk apalagi menyerah, Allahu Akbar.Allahu
> > Akbar.Allahu Akbar," suara Muklis menggelegar begitu
> > jeruji penjara dibuka dan tiga prajurit merangsek.
> > Kepalan tangan Muklis ke udara seketika dibekuk.
> > Rantai borgol menggiringnya ke tengkuk. (selanjutnya
> > baca di: www.fiksinews.blogspot.com) 
> 
> > Tiba di tanah lapang. Muklis dilempar dari atas
> > truk "brukk." Di sebuah pohon turi, Muklis diikat. 
> > Tubuhnya menjadi sasaran seratus sniper. Muklis
> > seperti musang kalah perang. Para sniper menunggu
> > aba-aba. Perwira bintang dua berdehem dua kali 
> > "Shoot!!" "door!!" Karung goni di kepala Muklis 
> > bergoyang.
>

--- End forwarded message ---


Kirim email ke