Yo beda to pak,memberi hadiah kpd delegasi asing itu ada unsur
menghormati tamu atau mempererat,itu Hukumnya sunah.Tapi kalau istri
Umar tadi dia penerima hadiah,oleh Umar itu dianggap bukan barang halal.
Memang kalau mau jadi Islam bener itu abot pak,yang ditanyakan Allah
pada kita saat Judment day itu dari mana hartanya berasal dan
dikemanakan,hanya itu tapi prakteknya abot pak.Jane kalau ada orang
yang betul2 bisa menjaga barang haram tdk masuk badannya dia dongane
mahbul.Jaman Umar saja hanya ada satu orang yaitu Gubernurnya yang di
Mesir.Saat tsb Madinah dilanda kekeringan.Lalu Umar manggil
Gubernurnya yg di Mesir yang terkenal apapun permintaannya dijabah
seketika.Tapi Gubernur tadi bilang masak di madinah kan banyak ulama
hebat2,namun karena didesak dia hadir juga.Betul sesampai Madinah
begitu menadahkan tangannya langit mendung sumiut lalu hujan deras
sekali untuk nyetopnyapun dia harus ndonga lagi.Tapi jadi orang
seperti itu berat.Misal sedang ditoko kurma gak boleh kok tanpa ijin
lalu nyaplok kurmanya yang jual,itu sudah kemasukan barang haram,jadi
harus ijin dulu walaupun sebiji kurma.

Shalom,
Tawangalun.

- In zamanku@yahoogroups.com, wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Om tawang saya dukung
> 
> Tidak ada fatwa mencuri itu haram karena di AQ dan dihadis
disebutkan tidak boleh
>  
> tapi contohnya om tawang nga tepat...karena dihadis..pesan no 2 saat
nabi mau mangkat adalah berikanlah hadiah pada delegasi asing yang ada
di mekkah seperti yang kau lihat biasa aku lakukan...
> 
> jadi memberikan hadiah apapun alasannya boleh..
> 
> Masalahnya Kata korupsi tidak ada padanannya di AQ dan hadis dan
juga bahasa arab..
> 
> nah apakah perlu di buatkan fatwa? wah saya serahkan pada pakar2 islam
> namun, di milis2 sekitar sudah rame dinyatakan bahwa fatwa merokok
itu haram sedang digodog...
> 
> artinya buat saya cuma satu...merokok lebih berbahaya dari korupsi.
> 
> 
> tawangalun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Kalau
yang ngeluarin Fatwa korupsi itu halal itu Genduk yo ora
>  digugu,sebab genduk itu gur penjaga perpustakaan Binus,he he he.
>  Jadi fatwa tsb seperti lazimnya harus dari MUI.Bahkan Fatwa
>  tawangalunpun gak bakal digugu apalagi dari genduk yang pasti hanya
>  jadi bahan tertawaan,la setahu saya MUI belum pernah ngeluarin Fatwa
>  tsb.bahkan ketika istri khalifah Umar dapat hadiah perhiasan dari
>  seseorang yang bilang ini untuk ibu Khalifah,maka istri Umar bilang
>  kpd suaminya bahwa ini diberikan untuk saya bukan untuk baitul
>  mal.Lalu Umar bilang:opo kalau kamu bukan istri khalifah orang tsb
>  akan memberimu juga? akhirnya perhiasan hadiah tsb dimasukkan ke Baitu
>  mal.
>  
>  Shalom,
>  Tawangalun.
>  
>  Shalom,
>  Tawangalun.
>  
>  - In zamanku@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <muskitawati@> wrote:
>  >
>  > Mencuri Diharamkan Islam, Korupsi Dihalalkan
>  >                                           
>  > > "mamatsuryanto" <mamatsuryanto@> wrote:
>  > > Dia bilang yang diatur didalam Alquran adalah
>  > > mencuri sekali lagi mencuri katanya dan
>  > > hukumannya sudah jelas diperintahkan Awloh,
>  > > potong tangan. Ane kan pengurus mesjid, umat
>  > > pade nyumbang untuk pembangunan mesjid, duit
>  > > itu Ane gunakan sebaik mungkin untuk mesjid,
>  > > engga ada yang Ane curi karena duit itu udah
>  > > ada di tangan Ane, bukan di tangan orang lain.
>  > > Jangan curigaan lah engga baik, katanya.
>  > > 
>  > 
>  > 
>  > Mencuri dalam Islam adalah jelas definisinya, yaitu menggunakan,
>  > mengambil, atau memiliki harta, uang atau apapun yang berada dibawah
>  > hak ataupun kekuasaan orang lainnya.
>  > 
>  > Korupsi sebaliknya, perdefinisi adalah menggunakan, mengambil atau
>  > memilik harta, uang atau apapun yang berada dibawah kekuasaannya yang
>  > dipercayakan orang lain kepada dirinya untuk dimanfaatkan dengan
>  > bagaimanapun caranya.
>  > 
>  > Yang dilarang dalam Islam adalah mencuri bukan korupsi.
>  > Korupsi dalam Islam tidak diharamkan, karena dalam Islam kita harus
>  > ikhlas kalo sudah mempercayakan kekayaan, uang, bahkan jiwa kita
>  > kepada agama ataupun kepada orang lain yang kita percaya seperti nabi
>  > atau wali2.
>  > 
>  > Orang yang sudah kita berikan kepercayaan untuk mengelola dana yang
>  > kita sumbangkan tidak boleh dicurigai dan tidak bisa disalahkan dan
>  > harus kita ikhlaskan apapun yang dianggapnya perlu dilakukan.
>  > 
>  > Ny. Muslim binti Muskitawati.
>


Kirim email ke