Polisi amankan razia FPI

sumber: 

http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2008/08/27/brk,20080827-132556,id.html


Rabu, 27 Agustus 2008 | 16:45 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Polisi akan menindak anggota organisasi 
kemasyarakatan dan keagamaan Front Pembela Islam (FPI) yang melakukan tindakan 
hukum sendiri pada bulan suci Ramadan. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan 
Bekasi Komisaris Besar Masguntur Laope mengatakan sudah memberi perintah kepada 
anak buahnya. "Kalau ada anggota FPI yang melakukan razia dengan pola-pola 
kekerasan kami tangkap," kata Masguntur kepada wartawan, Rabu (27/8).

Menurut Masguntur, Kepolisian Resort Metropolitan Bekasi telah mengeluarkan 
instruksi supaya seluruh kegiatan yang berujung pada maksiat ditutup. Sekitar 
150 anggota polisi diterjunkan setiap harinya melakukan patroli, sehingga FPI 
tidak perlu turun tangan apalagi melakukan tindakan anarkis.

Tindakan polisi menertibkan anggota FPI jika ada yang membandel itu semata-mata 
tujuan kemanusian. Bukan diskriminatif terhadap organisasi yang mengusung 
simbol keagamaan terntentu. "Bukan karena bersorban (kain panjang penutup 
kepala) terus ditangkap, tetapi orangnya yang melakukan tindakan kekerasan," 
katanya.

Sementara Muhammad Tamim Pardede, anggota laskar FPI Bekasi, sebelumnya teah 
mengatakan sikap mereka tergantung bagaimana pengusaha tempat hiburan, 
perjudian dan, toko minuman keras mematuhi instruksi polisi. "Jika mereka tidak 
mau tertib, kami anggota FPI juga tidak mau tertib," ancamnya. 

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi Syafri, seluruh tempat 
hiburan malam di Kota Bekasi tutup total satu bulan penuh. Keputusan tersebut 
berbeda dengan sebelumnya, yang hanya membatasi jam kerja tempat hiburan malam 
hingga pukul 00.00 WIB. Seperti, tempat karaoke, billiard, dan diskotik. 

Keputusan menutup total itu telah disepakati bersama Pemerintah Kota Bekasi, 
Kepolisian Resort Metropolitan Bekasi, dan tokoh-tokoh masyarakat. "Dasarnya 
menghormati bulan suci ramadah," kata Syafri ketika dihubungi Tempo via telepon 
selulernya. "Maklumatnya sedang dibuat Bagian Hukum Pemerintah Kota Bekasi". 

Selain tempat hiburan malam, Pemerintah Kota Bekasi juga membatasi jam operasi 
warung makan pada siang hari. "Jadwal buka untuk warung makan masih disusun," 
kata Syafri. 

Tempo| Hamluddin

Kirim email ke