----- Original Message ----- 
From: "Luqman Hakim Arifin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, August 28, 2008 1:45 AM
Subject: [mediacare] Awake up silence majority! (Soal FPI, what's next?)


Awake up silence majority! (Soal FPI, what's next?)

Kawan-kawan milist,

Kalau kita cermati, dalam dua minggu terakhir ini, organisasi massa
keagamaan paling kontroversial dalam satu dasarwarsa terakhir, FPI
(Front Pembela Islam), kembali "bergerak". Insiden Monas, yang
berakhir dengan penahanan Habieb Rizieq sebagai ketua umumnya,
tampaknya tidak menjadi halangan bagi para anggota FPI untuk
"beroperasi" kembali memanfaatkan momen Ramadhan.

Ada dua peristiwa yang menandai berakhirnya masa vakum pasca insiden
Monas. Pertama, pada acara launching buku mengenai inside story
organisasi FPI sendiri karangan Andri Rosadi ("Hitam Putih FPI",
terbitan Nun Publisher, 2008). Pada acara yang digelar di kantor
redaksi majalah GATRA itu (14/8), beberapa anggota FPI yang hadir
MEMINTA agar buku dari hasil tesis S2 Antropologi UGM itu DITARIK DARI
PASARAN.

Pesannya jelas, meski alasannya sama sekali tidak cukup jelas dan
kuat: Buku FPI itu dianggap tidak ilmiah, tidak objektif,  dan sampah.
Tentu saja tidak ada argumentasi detail yang bisa tereksplorasi dengan
jelas, karena besar kemungkinan awak-awak FPI itu belum membaca buku
tersebut.

Padahal, Buku "Hitam Putih FPI" itu sebenarnya merupakan sebuah
paparan yang sangat hati-hati dan objektif mengenai FPI-kalau tidak
bisa dibilang, terlalu takut dalam mengupas tubuh FPI. Kenapa? Terlalu
panjang lebar untuk dijelaskan di sini. Tapi satu hal yang paling
menarik dikupas di buku ini, dan belum banyak dikupas di media
nasional, adalah informasi mengenai keberadaan kelompok hitam (yang
suka memilih metode dan aksi-aksi kekerasan) dan kelompok putih (yang
lebih menempuh jalur dakwah tanpa kekerasan).  Kedua kelompok inilah
yang selalu ada dan saling bergesekan di FPI dalam memperebutkan
(sekaligus) mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh Habieb Rizieq.

Peristiwa kedua, terjadi kemarin, tepat dua minggu setelah pernyataan
PERMINTAAN PENARIKAN buku "HITAM PUTIH FPI", FPI kembali bergerak.
"Masjid Ahmadiyah di Jagakarasa diserba FPI" (berita Detik.com) Kali
ini isunya klasik dan usang, yaitu mengenai penutupan tempat-tempat
hiburan dan pembubaran (masjid) Ahmadiyah. Apa mau dikata, layar-layar
televisi kita kembali dipenuhi dengan aksi-aksi massa FPI.

Sebenarnya, saya tidak pernah peduli dengan FPI, apakah itu
sejarahnya, paham ideologinya hingga tingkah pola anggotanya
sehari-hari. Yang saya pedulikan dan saya perhatikan satu: ketika cara
yang ditempuh FPI dalam memperjuangkan ide-idenya adalah dengan cara
kekerasan, vandalisme, dan main menang serta main hakim sendiri...Itu
baru saya peduli! Saya menolak aksi kekerasan dan menang sendiri!

Sebenarnya, mungkin, banyak orang tahu dan merasa, tidak semua orang
suka dengan gerakan dan sepak terjang FPI, bahkan mungkin gondok, tapi
kemana mereka? Kemana silence majority itu? Mengapa mereka lebih
banyak diam daripada berbicara; lebih banyak follower dibandingkan
pelopor? So, jangan diam saja, ayo silence majority, ekpresikan dirimu!

Tabik,
L.

===========saduran berita=========================
Detik Video News
. Rabu, 27/08/2008 19:15 WIB
Masjid Ahmadiyah di Jagakarsa Diserbu FPI

FPI Minta Buku "Hitam Putih FPI" Ditarik dari Peredaran

silakan klik aja
http://www.rakyatmerdeka.co.id/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=62673





------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz


Yahoo! Groups Links



Kirim email ke