Terjemahan Keliru: Menentukan Awal Ramadhan

Terjemahan keliru:

2/185. ………………………………………………
Barang siapa di antara kamu menjalani bulan itu hendaklah berpuasa
selama itu…..

2/185. ……………………………………………
Barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di
bulan itu,
hendaklah dia berpuasa pada bulan itu.

Terjemahan wajar:

2/185. ... ................
Siapa yang membuktikan dari kamu bulan itu, hendaklah mempuasakannya.

Walaupun pada ketiga terjemahan itu terdapat perbedaan yang banyak,
namun yang diperbincangkan di sini hanyalah mengenai terjemahan
istilah SYAHIDA dan SYAHRA. Kedua macam istilah itu banyak ditemui
dalam Alquran, SYAHIDA tercantum pada Ayat 2/185, 3/18, 3/86, 4/15,
6/19, 6/130, 6/150, 7/37, 12/26, 12/81, 21/61, 24/2, 24/8, 24/24,
27/32, 41/20, 43/19, 43/86, 46/10, 59/11, dan 65/2. Semuanya berarti
"membuktikan" dan tidak satu juga yang diartikan dengan "menjalani"
atau "hadir". Bagaimana pula cara menterjemahkan dua kalimat syahadah
jika SYAHIDA diartikan dengan itu hingga berupa "Aku menjalani (hadir)
bahwa tiada Tuhan selain ALLAH." Jadi SYAHIDA haruslah diartikan
dengan MEMBUKTIKAN yaitu pengakuan ilmiah bahwa Tuhan hanya ALLAH dan
Muhammad Rasul-NYA sekali pun tidak pernah melihatnya.

Sejauh ini kita belum sampai pada sasaran tentang sebab-musabab adanya
masyarakat yang melihat Hilal Ramadhan agar besoknya mulai berpuasa
wajib. Mungkin ada orang yang memahami Ayat 2/185 tadi dengan "Siapa
yang melihat dari kamu Bulan itu hendaklah mempuasakannya." Hal ini
pun bersalahan dengan maksud Ayat Suci sebenarnya, karena yang dapat
dilihat ialah MOON atau BULAN yang mengorbit di angkasa, dalam
Alquran disebut dengan QAMAR, sedangkan yang tercantum pada Ayat 2/185
ialah istilah SYAHRA berarti "bulan" penanggalan yang tidak dapat
dilihat dengan mata karena dia hanyalah nama dari sejumlah hari
berkelompok jadi satu bagian dari duabelas bagian lainnya dalam
setahun. Istilah SYAHRU dapat dibaca pada Ayat 2/185, 4/92, 9/36,
34/12, dan 46/15.

Jadi, yang dimaksud pada Ayat 2/185 bukanlah melihat Bulan atau
Hilalnya di ufuk barat waktu maghrib, tetapi mengetahui bulan
penanggalan Ramadhan dan dapat membuktikan dengan
perhitungannya,langsung menyatakan kepada masyarakat melalui berbagai
media, lalu memulai ibadah puasa Ramadhan pada hari tanggal pertama
dari bulan itu.


Selengkapnya klik di bawah :

http://myquran.org/forum/index.php/topic,7643.msg142614.html#msg142614

wassalam

Kirim email ke