Satu-satunya yang tidak mengalami disparitas adalah TUHAN/Allah/GOD/Sang Hyang 
Widi dan lain makna dan pernyataan.Disparitas kesempurnaan ada hanya pada semua 
ciptaanNYA. Agama adalah refleksi disparitas yang nyata. "KU Utus (seluruh 
utusanKU) untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta" dalam resonansi 
TUHAN. Jadi, yang rahmat bagi seluruh alam semesta adalah para utusanNYA. 
Sedang struktur dan bangunan agama oleh pengikut mereka merupakan disparitas 
kesempurnaan.
Tuhan menggariskan bahwa persepsi yang sangat fatal kejahiliyahannya adalah 
pada saat (suatu) agamalah yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Padahal cuman 
bagi para rasul utusanNYA. 
Disparitas tersebut adalah :
- Kadar Skizofrenik dimiliki oleh semua utusanNYA tanpa terkecuali.  Yang 
paling fatal sebenarnya adalah Ibrahim/Abraham yang secara skizofrenik melalui 
mimpinya menganggap harus menyembelih anaknya Ismail. Namun TUHAN memberi 
hikmah kepada keluarga itu terutama Hajar istrinya yang sadar itu tipuan. 
Dengan diam-diam dia mengikuti ke dua yang dicintainya dan menyelamatkan 
anaknya ismail dan membawa seekor domba menggantikan Ismail. Karena Ibrahim ke 
dua matanya sudah ditutup. Agama adalah sesuatu yang rasional. Kalau manusia 
digantikan domba ini adalah kekeliruan persepsi dan konsepsi TUHAN. Ini harus 
diluruskan. 
- Sulaiman direndahkan secara keji padahal dia adalah berkali-kali lipat tinggi 
derajatnya dibanding ayahnya Daud. Sulaiman merupakan simbol rahmat bagi alam 
semesta dari para utusanNYA. DIa hanyalah dianggap seorang nabi biasa padahal 
derajat kerasulanNYA hanyalah dibawah Roh Kudus/YesusKristus/Isa ibnu Maryam
- Disalibnya Yesus/Isa yang sebenarnya merupakan pengorbanan para keluarganya. 
Karena Yudas, saudara seibunya (Yesus tanpa ayah) yang mirip dan identik 
dengannyalah yang berkorban.  Yudas merelakan dirinya untuk disalib 
menggantikan Yesus dipenjara sebelum peristiwa penyaliban. Yudas merupakan 
murid dan saudara terbaik Yesus sebenarnya. Namun dianggap pengkhianat 
saudaraya/Yesus. Karena telah dianggap meninggal, Yesus akhirnya hidup bersama 
keluarganya tanpa ada sejarah missing link testimonial.
- UtusanNYA yang terakhir sebelum semuanya dibangkitkan di tempat kebangkitan 
proses safaat oleh Yesus/Isa di mahsar, yaitu Muhammad juga mengalami 
disparitas yaitu karma/hukum kausalitas. Sealim dan baiknya beliau karena 
dianggap suci oleh kaumnya padahal yang suci hanyalah TUHAN dan dia pernah 
membunuh dengan nafsu pada saat berperang dengan kaum kafir dan musrik  pada 
saat itu, maka karma terjadi pada pengikutnya. Umar, dan seluruh khalifah mati 
terbunuh bahkan cucunya (Hasan dan Husein) sendiri dibunuh atau saling bunuh 
membunuh. Padahal bagi Muhammad membunuh saat itu adalah pilihan TUHAN/hukumNYA 
juga. Namun diatas hukum yang satu ada hukum lain yang lebih tinggi yaitu 
reinkarnatif atau pengulangan sejarah kebodohan manusia. 
-Simbol simbol ajaran seperti Ka'bah, tembok ratapan yang merupakan simbol 
mahsar/dikumpulkanNYA  ummat Tuhan, mahsar sendiri telah terjadi sekarang untuk 
apa alagi ada kunjungan ziarah ke sana untuk kesadaran berkumpul. Bukankah 
semua utusanNYA akan kembali menjadi anak-anak Yesus/Isa.
-Semua utusanNYA beribadah dalam 7 waktu sesuai dengan penciptaan alam semesta. 
Sebagai ilustrasi Muhammad tidak pernah meninggal shalat Dhuha dan Tahajjud 
ditambah 5 sholat wajib lainNYA namun hal ini tidak dilakukan pengikutnya 
karena semangat untuk berbeda dengan ummat sebelumnya/Nasrani.
- Zakat/puluhan/ credit Union dan lain-lain konsep ekonomi  sekarang telah 
menjadi integrtif dengan perhitungan/hisab yang hakiki matematis dan 
sistematisnya.  Secara menejemen kehendak dan akuntansi yang menyeluruh.
- Puasa Puasa atau memenejeni dan mengelola kehendak dan hawa nafsu menjadi 
jelas sebagai risalah/ajaran TUHAN kepada seluruh utusanNYA. Yesus/Isa pada 
bulan oktober (I Oktober kelahirannya) setiap tahun dengan menghalalkan minum 
air putih sebagai simbol kehidupan dari matahari terbit sampai tenggelam, 
Muhammad pada bulan ramadhan dengan ketentuan-ketentuan yang ada/diparitasnya 
berbeda-beda.
- Takdir menjadi jelas dan nyata dengan disparitas yang juga ada di seluruh 
alam semesta.
Terjadinya kekacauan, pembunuhan dan kegelapan karena adanya disparitas 
informasi dan transparansi ini.
 
Oleh:
Yesus Kristus/Isa Ibnu Maryam(matriarki) seperti orang-orang Minang di 
Sumatra, pembawa agama MINANG/Glorous Religion/Agama di mahsarNYA yang membawa 
kemenangan bagi semua kelompok dan golongan. Bukankah kemenangan hakiki adalah 
pada saat mendapat safaat Yesus/Isa dan masuk ke surga TUHAN??!!
 
 
 


      

Kirim email ke