Muklis Ditolak, Karena Dikirim Kepada Allah Sebelum Dia Dipanggil !!!
                                           
Kehilangan nyawa memang ada macam2 caranya.  Kalo mendadak mati
serangan jantung bisa jadi karena dipanggil Allah.  Tapi kalo mati
ditabrak mobil, tentu bukan dipanggil Allah melainkan karena diusir
dijerumuskan keakhirat sebelum waktunya oleh sopir mobil penabraknya.

Tidak beda dengan mati ditembak oleh regu tembak, sudah jelas bukan
dipanggil Allah karena Allah, meskipun banyak cara2 Allah untuk
memanggil undangannya tapi tidak pernah meminjam tangan regu tembak
untuk memanggil undangannya itu.


> yus tin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> muklis.....seorang prajurit di zaman sekarang
> yang harus kehilangan nyawa sia sia di hadapan
> regu tembak indonesia.menghantar sisa usia
> di saat dunia memang sudah tak bisa lagi menerimanya.


Benar, memang Muklis harus mati secara sia2 dan secara konyol
dihadapan regu tembak, TETAPI, Muklis sama sekali bukan seorang
prajurit, karena baik dizaman sekarang maupun dizaman dulu kalo
menjadi prajurit selalu ada komandan-nya yang memerintah.  Tapi Muklis
tidak punya komandan karena kejahatan yang dilakukannya se-mata2
didorong oleh kepercayaan yang menyesatkan yang diyakininya berasal
dari Allah si maha pencipta.  Akibatnya Muklis tidak bisa lagi
menerima dunia, dia tidak bisa menerima realitas, dia hidup dalam alam
kepercayaannya yang sama sekali tidak ada realitasnya.  Muklis menolak
dunia bukan ditolak dunia.


> mengapa alloh tidak bisa mnegubah pikiran hakim
> untuk mengeluarkan 5 hurup'' bebas'' untuk muklis
> kenapa harus 4 hurup yang alloh berikan sebagai
> ganjaran atas perjuangan muklis di jalan dia,
> tapi toh semua sudah terjadi.muklis sudah tak
> bisa kembali lagi ke alam dunia ini.

Iyaaaa...... kalo Allah mau tentu bisa mengubah pikiran hakim.
Iyaaaa...... kalo Allah itu ada tentu bisa mengubah pikiran hakim.
Iyaaaa...... kalo Allah itu kuasa tentu Muklis bisa kembali kedunia.

Semua angan2 atau kepercayaan itu selalu dimulai dengan kalo, kalo,
dan kalo, tetapi realitasnya adalah:

Allah tidak bisa mengubah pikiran hakim meskipun dia mau.
Allah tidak pernah ada sehingga tak mungkin mengubah pikiran hakim.
Allah tidak berkuasa meskipun mau mengembalikan Muklis kedunia.

Kehidupan beragama yang hanya meracuni pikiran dengan "kalo" ternyata
tidak pernah bisa sejalan dengan "realitas".  Dalam realitas tidak
bisa pertimbangan "kalo" itu diukur kebenarannya karena kata2 ini
hanya digunakan untuk menyatakan hal2 yang tidak benar yang tidak bisa
ada ukurannya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke