Kalau saja keluarga korban pemboman tahu kalau anaknya akan di bom, pastinya 
akan keluar penyataan "keluarga korban belum mau anaknya dibom oleh Amrozi dkk.

otakmu tuh isinya cuma emosi dan kumpulan kata-kata menghina dan menyakiti 
orang saja ya hafsah. Apapun keyakinan yang sekarang ini kamu kagumi dan kamu 
lagi gandrungi, tapi ajaran-ajarannya tidak ada yang kamu terapkan untuk diri 
kamu sendiri. Jadi kamu tuh pintarnya cuma menasehati orang untuk memeluk 
keyakinan yang lagi kamu gandrungi atau mencaci maki orang yang memeluk 
keyakinan yang beda sama kamu.


--- On Mon, 9/1/08, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] Jangan Membunuh Kalo Tak Mau Dibunuh
To: zamanku@yahoogroups.com
Date: Monday, September 1, 2008, 12:38 AM










    
            Jangan Membunuh Kalo Tak Mau Dibunuh

                                          

Jangan membunuh kalo tak mau dibunuh, jangan membakar kalo tak mau

dibakar, jangan menjarah kalo tak mau dijarah, jangan memperkosa kalo

tak mau diperkosa.



Demikianlah inti ajaran sang Buddha, sangat sederhana, mudah

dimengerti, tidak bisa salah dipahami.  Namun Celakanya, ajaran

sederhana yang begitu penting seperti ini tidak diajarkan dalam Islam,

Quran cuma mengajarkan siapa dan bagaimana cara seharusnya membunuh

dan tidak mengajarkan bahwa keluarga yang dibunuh itu tidak rela,

korban yang dibunuh juga tidak rela.



> "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ibu Amrozi Belum Rela Anaknya Dieksekusi

> Ny. Tariyem, ibu Amrozi, menyatakan belum rela

> anaknya, terpidana mati kasus Bom Bali I,

> dieksekusi mati. "Saya belum rela dia (Amrozi)

> dieksekusi," kata dia di Dermaga Wijayapura

> Cilacap sebelum menyeberang ke Pulau Nusakambangan

> untuk membesuk tiga terpidana mati kasus Bom Bali I,

> Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra yang mendekam

> diLembaga Pemasyarakatan Batu, Sabtu.

> 



Yang seharusnya adalah ibu dan keluarga para korban perbuatan jahanam

Amrozi itulah yang tidak rela anak2nya mati terbunuh oleh keserakahan

membawa banyak pahala kesorga.



Pembela Amrozi seharusnya mengajak ibu Amrozi meminta ampun kepada

keluarga para korban atas perbuatan anaknya yang jahanam ini yang

diracuni Quran Laknatulah.  Mari renungkanlah bersama, apa salahnya

para korban terhadap Amrozi dan kelurganya?  Kenalpun tidak!!!



Amrozi sudah seharusnya cepat2 dieksekusi agar bisa diadili diakhirat

nanti oleh para korban2 kejahanamannya.



Ny. Muslim binti Muskitawati.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke