HIDUP DEMOKRASI di Nangro Darussalam!

Disengaja ato tidak 'pengetesan membaca Al Qur'an' ini menunjukkan bhw
orang2 non-Muslim tidak diperbolehkan turut serta sbg legislator di
Serambi Mekkah ini.

Hidup Theokrasi.

Gabriela Rantau

--- In zamanku@yahoogroups.com, "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Harian Komentar
> 30 Agustus 2008
>
>
>
>       566 Caleg Dites Membaca Al-Quran
>
>
>
>
>
> Banda Aceh, KOMENTAR
> Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh siap melaksanakan
uji baca Al-Quran bagi 566 bakal calon anggota legislatif (caleg) yang
diajukan partai politik peserta Pemilu 2009. Ketua kelompok kerja
pencalonan pada KIP Kota Banda Aceh, Azhari Amin di Banda Aceh, Jumat
(29/08), menyatakan, uji tes baca Al-Quran tersebut akan dilakukan
anggota KIP sendiri dan tidak melibatkan lembaga lain.  "Karena kita
tidak punya dana, maka tes baca kitab suci Al-Quran bagi ratusan bakal
caleg akan dilakukan sendiri anggota KIP, tanpa bantuan lembaga lain
seperti yang pernah dilakukan
>
>
> pada saat pilkada walikota/wakil walikota," katanya. Dikatakan, tidak
dilibatkannya lembaga lain sebenarnya bukan hanya karena dana, tapi juga
masalah wibawa institusi. Penilaian terhadap tes ke-mampuan baca
Al-Quran masih terlalu ringan.  KIP Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam
(NAD) telah me-ngeluarkan petunjuk teknis melalui keputusan No 2/2008
yang meliputi aspek maharijul (pengenalan) huruf dengan poin 40,
ketepatan bacaan ba-ris (40), dan adab (20). Nilai ke-lulusan minimal 50
poin. Az-hari menyatakan, bila melihat kategori penilaiannya seperti
itu, agaknya kurang layak apabila melibatkan lembaga lain setingkat
Lembaga Pendi-dikan Tilawatil Quran (LPTQ) seperti pada pelaksanaan
pil-kada.
>
>
> "Kalau penilaiannya seperti itu, kami bisa menguji sendiri, karena
pada saat menjadi calon anggota KIP juga dites baca Al-Quran lebih berat
lagi, seperti tajwid dan fasahah," katanya. Menyinggung waktu, Azhari
menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum mem-bentuk tim, karena
petunjuk teknis yang dikeluarkan KIP NAD belum diterima.  "Tapi,
bagaimanapun kami sudah siap untuk menguji para bakal caleg. Paling lama
empat hari sudah selesai," katanya. Tes baca Al-Quran merupakan salah
satu syarat bisa menjadi caleg, sesuai amanah Qanun No 3/2008 tentang
Partai Politik Lokal pasal 13 dan 36, yakni caleg, baik dari partai
nasional maupun lokal harus mampu baca kitab suci umat Islam itu.(mdc/an
>

Kirim email ke