Beginilah Perilaku orang yang HANYA SEKEDAR MENENTANG ISLAM, dengan tidak 
sadar, bahwa sebenarnya dia MENENTANG ALKITAB. 
 
Beginilah orang yang tidak sadar, sudah "dipakai sebagai kendaraan" oleh IBLIS 
untuk menentang Kebenaran.
 
Kalau orang menentang PUASAnya ISLAM, mestinya dia juga harus menentang PUASA 
yang ada dalam ALKITAB. Coba kita tungggu, apakah dia bisa menentang ATURAN 
PUASA dalam ALKITAB ???? he.......he.......he......
 
Di dalam Alkitab ada empat puasa tahunan yang diatur untuk melaksanakan umat 
Israel yaitu pada bulan kelima, ketujuh dan bulan kesepuluh. Puasa ini adalah 
merupakan puasa wajib bagi seluruh umat Israel. Acara puasa yaitu satu hari 
penuh atau 24 jam pada setiap bulan yang ditentukan Zak 8:19; Imamat 23:27-32.
 

Puasa juga dilakukan umat Israel yang dipimpin Ezra terdesak dihadang oleh 
musuh dalam perjalanan pulang dari Babel, Ezra memerintahkan agar segenap umat 
Israel berpuasa sambil berdoa memohon pertolongan Tuhan  (Esra 8:11).
 
Ketika Saul meninggal dalam peperangan, Daud dan seluruh Israel sangat sedih, 
sebagai tanda duka-cita yang dalam Daud memerin­tahkan agar seluruh umat Israel 
melakukan puasa.
 
Ketika kejahatan memuncak di kota Niniwe, Allah sangat marah dan mengancam akan 
menghukum penduduk Niniwe, namun Allah masih memberi kesempatan bertobat. Untuk 
itu Nabi Yunus diutus Tuhan ke kota Niniwe agar penduduk Niniwe bertobat dengan 
cara berpuasa (Yunus 3:5-8)
 
Ketika para pemimpin Jemaat berkumpul di Antiokia, mereka sepakat memohon 
bimbingan Tuhan untuk pelayanan selanjutya sehingga mereka sepakat berdoa dan 
berpuasa. Pada saat itu mereka mendapat bimbingan Tuhan untuk mengutus Barnabas 
dan Saulus untuk menginjili (Kis: 13:2-3)
 
Ketika Musa menerima Hukum Taurat dari Tuhan di Gunung Sinai, dia berpuasa 
selama 40 hari 40 malam (Kel 34:28).
 
Ketika Natan membuka tabir kejahatan Raja Daud, maka Raja Daud berpuasa sebagai 
tanda kesadaran dan pertobatan dari dosanya sambil memohon keselamatan dari 
dosanya (I Samuel 12:16)
 
Dalam Matius 4:1-11 dikatakan bahwa Yesus berpuasa selama 40 hari 40 malam. 
Dalam hal ini Yesus diperhadapkan dengan ujian yang sangat berat dari Iblis 
dengan godaan-godaan agar Yesus jatuh kepada perangkap Iblis, ternyata Yesus 
menang dalam ujian ini dengan memilih salib yang harus dia terima sebagai 
satu-satunya jalan keselamatan manusia.
 
Paulus menganggap bahwa berpuasa dan berdoa adalah merupakan bagian yang harus 
terus dilaksanakan sebagai Pelayanan Tuhan (II Kor 6,5;11,27).
 

Yesus tidak pernah melarang orang untuk berpuasa malah  Yesus menasehati orang 
yang menjalankan puasa jangan terjebak ke dalam kesombongan rohani (Mat 
6,16-18). Dari sejak jaman Gereja mula-mula hingga masa kini kegiatan berpuasa 
bukanlah hal yang asing aka tetap diterima sebagai bagian spritual untuk 
mengenang dan mensyukuri perngorbanan Kristus yang telah menyelamatkan manusia. 
Dalam praktek pelaksanaan puasa di Gereja masa kini ada perbedaan-perbedaan.

 
Ada Gereja yang mengaturkan agar seluruh warga jemaat melakukan puasa masa pra
Paskah. Selain itu kadang-kadang dalam situasi khusus Gereja mengaturkan agar 
seluruh
warga jemaatnya melakukan puasa.
 
 Ada Gereja yang tidak mengaturkan secara lembaga agar warga jemaatnya melakukan
puasa secara sukarela tanpa diatur oleh siapa pun.
 
Saya kepingin mendengar tanggapan orang Kristen yang menentang PUASA ????? 
he.........he.........
 
Sadarlah, bahwa ROH KUDUS sudah tidak ada pada diri anda, yang ad adalah ROH 
IBLIS yang menentang Puasa yang juga diperintahkan dalam ALKITAB.
 
Salam,
 

--- On Thu, 9/4/08, angel michael <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: angel michael <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] khusus bagi yang ga puasa (^_^)
To: zamanku@yahoogroups.com, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
"spiritual-indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, September 4, 2008, 10:23 AM







http://angelmichael 69.blogspot. com/2007/ 11/puasa- bergunakah. html


Tuesday, November 13, 2007
PUASA BERGUNAKAH? PUASA BERGUNAKAH?

puasa tidak ada gunanya sebab akan membuat manusia menjadi:

1. Terganggu pertumbuhannya bila dilakukan dalam masa pertumbuhan,
seharus menjadi anak yang kuat dan tinggi, lalu menjadi anak yang
pendek dan loyo.

Tetapi pendek kan bukan disebabkan karena puasa karena genetik?

bener, tetapi dengan tanpa puasa, dia bisa tumbuh secara maksimal
tanpa terganggu. coba lihat pohon palm, kelapa, pada saat musim kering,
pertumbuhan mereka terganggu, persis seperti itu juga manusia.


2. Membuat sakit Maag, yaitu tubuh menjadi tidak teratur pola makannya,
hal ini disebabkan pola makan yang berubah, hingga untuk menutupi
kekurangan ini, manusia memerlukan konsumsi obat maag.

Bukankah maag tidak hanya disebabkan karena puasa? bener,
tetapi puasa akan membuat "prosentase tinggi" terkena maag.


3. Puasa membuat mulut bau, jelas sekali bukan. Perut yang
kosong akan membuat pembuatan asam lambung yang tinggi
yang membuat maag dan juga asam ini keluar dari mulut
hingga menyebabkan bau tak sedap.

Mengganggu pergaulan dan membuat Minder.


4. Puasa baik untuk kesehatan! benar, tetapi tidak
terus menerus. Dokter bila akan mengoperasi pasiennya
disuruh puasa sehari sebelumnya agar badan setelah
dioperasi cenderung untuk bergairah makan dan
mempercepat proses perbaikan tubuh karena nafsu
makannya besar.

Tetapi kalo sampai puasa berhari-hari, tubuh
akan loyo dan sakit, karena dehidrasi dan
kekurangan zat makanan, protein, mineral
dan vitamin .


Puasa membei tubuh kita istirahat setelah satu
tahun bergerak terus. Tidak perlu puasapun tubuh
kita selalu dan perlu istirahat, siang bekerja
dan malam istirahat bahkan kalo badan capek,
siangpun harus istirahat, dan puasa tidak
diperlukan untuk alasan yang mengada-ada ini.



5. Puasa menambah konsetrasi dan kesabaran!
Puasa tidak menambah konsetrasi pada sesuatu,
tubuh lemah dan memang berkonsentrasi tapi
pada makanan dan minuman.


Kesabaran bukan karena puasa, karena memahami
bahwa amarah itu buruk bagi diri sendiri dan
orang lain, tidak memerlukan puasa untuk kesabaran ini.


6. Puasa tidak universal, sebab orang yang menciptakan
puasa ada di daerah kurang lebih sejajar dengan garis
katulistiwa, hingga saat imsak dan saat buka puasa
yang ditandai oleh suara adzan kurang lebih sama.


Tetapi menjadi berbeda di belahan bumi yang jauh dari
garis khayal katulistiwa hingga ada kemungkinan siang
harinya lebih panjang dan malam harinya lebih pendek,
atau bisa juga siang harinya lebih pendek dan malam
harinya lebih panjang.


Hal ini tentu saja membuat puasa menjadi dipertanyakan
"apakah dari tuhan?", sebab acuan puasa bukan berdasarkan
"durasi lamanya" tetapi dimulai saat imsak dan diakhiri
saat adzan maghrib.

Lalu yang berbuka puasa tidak dengan adzan maghrib
tapi dengan beduk maghrib bagaimana?



7. Puasa menambah ibadah dan rahmat! kalo masalah ini
terserah anda, tetapi tubuh yang "sehat" adalah kondisi
yang harus dipertahankan atau sehat adalah anugrah
tertinggi bagi para agamis, bukannya malah membuat
tubuh "sakit".


Rahmat? mungkin iya mungkin tidak, rahmat memang
sebab harga-harga makanan dan barang-barang lain
bisa dinaikkan bagi pedagang? bagi pembeli apakah
rahmat? dibulan puasa pengeluaran biaya tambah
tinggi bukannya tambah hemat, apakah rahmat?

bisa iya bisa tidak, tetapi yang jelas banyak
faktor ibadah keagamaan hanya karena faktor
bisnis saja (^_^).


8. Puasa membuat kita peka pada apa yang terjadi
dengan orang miskin!. Benar, tetapi juga bisa tidak
benar, kita pernah merasakan apa arti lapar itu
dan apa arti tidak punya itu. Bagi orang yang
berkecukupan kan tidak pernah tau apa itu lapar?

Ah yang bener, mereka lapar makannya mereka makan.
Makan Itu sudah kebutuhan alami.


Peduli pada orang miskin bukan berarti harus puasa,
itu muncul karena "Care to others" ato peduli sama
orang lain. Non muslim-pun bila terjadi bencana
juga peduli, dengan membantu yang tertimpa musibah
dan juga peduli dengan orang miskin dengan banyaknya
yayasan untuk membantu orang miskin.


9. Setelah berpuasa satu bulan penuh, maka tujuannya
ada hari raya. Hari raya tidak perlu ada puasa, ada
hari raya galungan, hari raya kuningan, hari raya natal,
lalu ada juga hari raya orang yang tidak beragama dan
tidak bertuhan yaitu hari raya "tahun baru"
dimana dirayakan diseluruh bumi, semua agama juga
merayakannya (^_^).

Adanya hari Raya setelah puasa agar kita kembali fitrah
tidak ada dosa kepada lainnya, hingga tahun depan berikutnya!.
Kembali fitrah kok menunggu setahun?


Kan bisa tiap hari fitrah, dengan tidak mencelakakan
yang lain, dengan tidak membuat kesal yang lain,
dengan tidak merugikan orang lain, dengan tidak
melanggar hukum Negara yang pro hak asasi manusia,
dengan tidak memaksakan kehendak dan pendapat
ke orang lain! Bisakah?

Tentu saja bisa, dan tidak perlu menunggu setahun!
Bagaimana kalo orang yang akan kita mintai maaf
itu meninggal dunia dan kita tidak tahu?
Termaafkankah kesalahan kita padanya? Kan tidak!


10. Di tiap bulan puasa ada "lailatul qodar",
"lailatul qodar" adalah istilah bila kita
"merenung" dan biasanya malam hari, tentang
kebijaksanaan, tentang kehidupan dan akhirnya
bila kita sudah mencapai tahap kebijaksanaan
maka kita akan mendapatkannya, apa itu?

"kemanusiaan" sinar kemanusiaan, yang mengerti
bahwa tujuan hidup adalah bertahan hidup, dan
menolong orang lain untuk hidup, dan tidak
merugikan orang lain dengan alasan "tuhan
dan agama" kita!.

Kalo kita sudah mendapatkan "nilai kemanusiaan
ini" maka kebijaksanaan kita "lebih besar
dari seribu bulan", sebab dibulan-bulan
berikutnya sampai akhir hidup kita, kita
akan selalu mengangkat "hak asasi manusia
dan kemanusiaan yang tinggi"

apapun agama dan kepercayaan orang itu
tidak masalah! Dan tidak perlu menunggu
bulan puasa untuk "mendapatkan sinar
kemanusiaan ini!".

Solusi pengganti puasa lalu apa?

Diet, diet adalah jawabannya, dengan makan
sedikit dengan banyak minum air tetapi
jangan berlebihan juga, agar menggantikan
makanan hingga tidak terlalu banyak bagi
tubuh yang gendut, disebut dengan nama
pola makan Diet Kurus.

Diet Gemuk untuk orang yang kurus agar
tubuhnya berisi dan tidak hanya tulang
dibalut kulit.

angel michael
 














      

Kirim email ke