Apakah ini yang namanya Hak Asasi Binantang?

[b]. Menjauh Dari Penglihatan Kambing Ketika Menajamkan Parang

Qoute ini bikin gw ketawa terpingkal pingkal....emang kambing ngerti 
kalo parang buat mengorok lehernya ya?

Ada ada aja mr muh nehhhh

--- In zamanku@yahoogroups.com, Hati Nurani <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Nice :
>  
> Yang saya bingung, bung Edo. Kok ada aja kasus2 orang keracunan
> makanan padahal sapinya udah di belek atas nama Awloh? Apa sih 
fungsi
> dan manfaat pembelekan yg islami itu?
>  
> Bening :
> Marilah saya jelaskan penyembelihan yang Islami.
> Slam dalam hal menyembelih ternak, diatur sebagai berikut :
> 1. Utamakan Pilihlah yang jantan dan pernah mengalami reproduksi, 
hal ini untuk menjaga kelestarian binatang agar tidak punah.
>  
> 2. Kalau Betina, pilihlah yang sudah tidak reproduksi.
>  
> 3. Pilihlah binatang yang sehat, tidak berpenyakit, tidak sakit dan 
tidak cacat.
>  
> Etika Menyembelih Hewan :
>  
> Tata cara atau adab menyembelih hewan Qurban sebagai berikut : 
> 
> [1]. Haram Menyembelih Untuk Selain Allah, Abu Thufail Amir bin 
Watsilah berkata : "Aku berada di sisi Ali bin Abi Thalib, lalu 
datanglah seseorang menemuinya, orang itu bertanya :"Apakah Nabi 
Shallallahu `alaihi wa sallam ada merahasiakan sesuatu kepadamu?" Abu 
Thufail berkata : "Mendengar ucapan tersebut, Ali marah dan berkata : 
"Tidaklah Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam merahasiakan sesuatu 
kepadaku yang beliau sembunyikan dari manusia kecuali beliau telah 
menceritakan padaku empat perkara : "Orang itu berkata : "Apa itu yang 
Amirul Mukminin?" Ali berkata : "Beliau bersabda : "Artinya : Allah 
melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang 
yang menyembelih untuk selain Allah dan Allah melaknat orang yang 
memberi tempat bagi orang yang membuat bid'ah dan Allah melaknat orang 
yang merubah tanda-tanda di bumi"[1]Maka tidak boleh menyembelih untuk 
selain Allah berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits
>  lainnya yang melarang dari semisal perbuatan tersebut. Adapun yang 
diperbuat oleh orang awam pada hari ini dengan menyembelih untuk para 
wali maka masuk dalam laknat yang disebutkan dalam hadits ini, karena 
sembelihan untuk wali adalah sembelihan untuk selain Allah.
> [2]. Berbuat Kasih Sayang Pada Kambing
> Dari Qurrah bin Iyyas Al-Muzani : Bahwa ada seorang lelaki berkata : 
"Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mengasihi kambing jika aku 
menyembelihnya". Maka beliau Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : 
"Artinya : Jika engkau mengasihinya maka Allah merahmatinya"[2]
> [3]. Berbuat Baik (Ihsan) Ketika Menyembelih
> Dengan melakukan beberapa perkara :
> [a]. Menajamkan Parang
> Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu `anhu ia berkata : "Dua hal yang 
aku hafal dari Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam beliau 
berkata."Artinya : Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) 
atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh (dalam qishah,-pent) maka 
berbuat ihsanlah dalam cara membunuh dan jika kalian menyembelih makan 
berbuat ihsanlah dalam cara menyembelih, dan hendaklah salah seorang 
dari kalian menajamkan parangnya dan menyenangkan sembelihannya" [3]
> [b]. Menjauh Dari Penglihatan Kambing Ketika Menajamkan Parang
> Dalam hal ini ada beberapa hadits di antaranya. Dari Ibnu Abbas 
Radhiyallahu `anhu ia berkata : "Rasulullah Shallallahu `alaihi wa 
sallam mengamati seorang lelaki yang meletakkan kakinya di atas pipi 
(sisi) kambing dalam keadaan ia mengasah perangnya sedangkan kambing 
tersebut memandang kepadanya, maka beliau mengatakan. "Tidaklah 
diterima hal ini. Apakah engkau ingin benar-benar mematikannya. (dalam 
riwayat lain : Apakah engkau ingin mematikannya dengan beberapa 
kematian)"[4]
> Dari Abu Hurairah Radhiyallahu `anhu ia berkata "Artinya : Jika 
salah seorang dari kalian menajamkan parangnya maka janganlah ia 
menajamkannya dalam keadaan kambing yang akan disembelih melihatnya"
> [c]Menggiring Kambing Ke Tempat Penyembelihan Dengan Baik
> Ibnu Sirin mengatakan bahwa Umar radhiyallahu `anhu melihat 
seseorang menyeret kambing untuk disembelih lalu ia memukulnya dengan 
pecut, maka Umar berkata dengan mencelanya : "Giring hewan ini kepada 
kematian dengan baik"[5]
> [d]. Membaringkan Hewan Yang Akan Disembelih
> Aisyah Radhiyallahu `anha menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 
`alaihi wa sallam memerintahkan untuk dibawakan kibas, lalu beliau 
mengambil kibas itu dan membaringkannya kemudian beliau Shallallahu 
`alaihi wa sallam menyembelihnya"[6]Berkata Imam Nawawi dalam Syarhun 
Shahih Muslim (13/130) : "Hadits ini menunjukkan sunnahnya 
membaringkan kambing ketika akan disembelih dan tidak boleh disembelih 
dalam keadaan kambing itu berdiri atau berlutut tetapi dalam keadaan 
berbaring karena lebih mudah bagi kambing tersebut dan hadits-hadits 
yang ada menuntunkan demikian juga kesepakatan kaum muslimin. Ulama 
sepakat dan juga amalan kaum muslimin bahwa hewan yang akan disembelih 
dibaringkan pada sisi kirinya karena cara ini lebih mudah bagi orang 
yang menyembelih dalam mengambil pisau dengan tangan kanan dan menahan 
kepala hewan dengan tangan kiri".
> [e]. Tempat (Bagian Tubuh) Yang Disembelih
> Ibnu Abbas Radhiyallahu `anhu berkata. "Penyembelihan dilakukan di 
sekitar kerongkongan dan labah"[7] Labah adalah lekuk yang ada di atas 
dada dan unta juga disembelih di daerah ini.
> [4]. Menghadapkan Hewan Sembelihan Ke Arah Kiblat
> Nafi' menyatakan bahwa Ibnu Umar tidak suka memakan sembelihan yang 
ketika disembelih tidak diarahkan kearah kiblat.[8]
> [5]. Meletakkan Telapak Kaki Di Atas Sisi Hewan Sembelihan
> Anas bin Malik Radhiyallahu `anhu berkata "Rasulullah menyembelih 
hewan kurban dengan dua domba jantan yang berwarna putih campur hitam 
dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau, dengan 
mengucap basmalah dan bertakbir, dan beliau meletakkan satu kaki 
beliau di sisi-sisi kedua domba tersebut'[9]
> [6]. Tasmiyah (Mengucapkan Bismillah)
> Berdasarkan firman Allah Ta'ala "Artinya : Dan janganlah kalian 
memakan hewan-hewan yang tidak disebut nama Allah ketika 
menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu 
kefasikan. Sesungguhnya syaithan itu mewahyukan kepada wali-walinya 
(kawan-kawannya) untuk membantah kalian" [Al-An'am : 121]
> Anas bin Malik Radhiyallahu `anhu berkata : "Artinya : Rasulullah 
menyembelih hewan kurban dengan dua domba jantan …. Beliau mengucap 
bismillah dan bertakbir" Dan dalam riwayat Muslim : "Beliau mengatakan 
Bismillah wallahu Akbar". Siapa yang lupa untuk mengucap basmalah maka 
tidak apa-apa. Ibnu Abbas Radhiyallahu `anhuma pernah ditanya tentang 
orang yang lupa bertasmiyah(membaca basmalah) maka beliau menjawab : 
"Tidak apa-apa"[10]
> [7]. Tidak Boleh Menggunakan Taring/Gading Dan Kuku Ketika 
Menyembelih Kambing
> Dari Ubadah bin Rafi' dari kakeknya ia berkata : "Ya Rasulullah, 
kami tidak memiliki pisau besar (untuk menyembelih)". Maka beliau 
Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Hewan yang telah 
dialirkan darahnya dengan menggunakan alat selain dzufur (kuku) dan 
sinn (taring/gading) maka makanlah. Adapun dzufur merupakan pisaunya 
bangsa Habasyah sedankan sinn adalah idzam"[11][Disalin dari kitab 
Ahkamul Maulud Fi Sunnatil Muthahharah, Edisi Indonesia Hukum Khusus 
Seputar Anak Dalam Sunnah Yang Suci, Penulis Salim bin Ali bin rasyid 
Asy-Syubli Abu Zur'ah dan Muhammad bin Khalifah bin Muhammad Ar-Rabah 
Abu Abdirrahman, Penerbit Pustaka Al-Haura]_________Foote Note
> [1]. Shahih. Dikeluarkan oleh Muslim (13/1978-Nawawi), An-Nasai 
(7/232) Ahmad (1/108-118) dari hadits Ibnu Abbas yang juga dikeluarkan 
oleh Ahmad (1/217-39-317) dan Abu Ya'la (4/2539)
> [2]. Shahih. Dikeluarkan oleh Al-Hakim (3/586), Al-Bukhari dalam Al-
Adabul Mufrad (373), Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (19/44-45-46), dalam 
Al-Ausathh (161) dan Ash-Shaghir (1/109) dan Abu Nu'aim dalam Al-
Hilyah (2/302-6/343)
> [3]. Shahih. Dikeluarkan oleh Muslim (13/1955-Nawawi), Ibnu Majah 
(3670), Abdurrazzaq (8603-8604) dan Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa (899)
> [4]. Shahih, Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi (9/280), Al-Hakim (3/233), 
Abdurrazzaq (8609) dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh 
Adz-Dzahabi dan hadits ini memang shahih sebagaimana dikatakan 
keduanya.Isnad Al-Baihaqi rijalnya tsiqat dan rawi yang bernama 
Abdullah bin Ja'far Al-Farisi kata Adz-Dzahabi dalam As-Siyar : "Imam 
Al-Alamah ilmu Nahwu ia menulis beberapa karya tulis dan ia diberi 
rezki dengan isnad yang `ali, beliau tsiqah dan ditsiqahkan oleh Ibnu 
Mandah"
> [5]. Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq 98606-8608) dengan sanad yang ada 
didalamnya ada kelemahan karena bercampurnya hafalan Shalih Maula At-
Tauamah.
> [6]. Dikeluarkan oleh Al-baihaqi (9/281), Abdurrazzaq (8605) dan 
isnadnya munqathi (terputus), karena Ibnu Sirin tidak bertemu dengan 
Umar, maka isnadnya dlaif. Namun keumuman hadits dan hadits yang 
mengharuskan bersikap rahmah pada kambing menjadi syahid baginya 
hingga hadits ini maknanya shahih.
> [7]. Shahih. Dikeluarkan oleh Muslim (13/1967-Nawawi), Abu Daud 
(2792) dan Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (9/276-280-286)
> [8]. Shahih diriwayatkan Abdurrazzaq (8615)
> [9]. An-Nihayah Fi Gharibil Hadits oleh Ibnul Atsir (4/223)
> [10]. Shahih. Diriwayatkan Abdurrazzaq (8605), dan di sisi Al-
Baihaqi (9/280) dan jalan Ibnu Juraij dan Nafi bahwasanya : "Ibnu Umar 
menganggap sunnah untuk menghadapkan sembelihan ke arah kiblat jika 
disembelih". Ibnu Juraij ini mudallis dan ia meriwayatkan dengan 
`an'anah.
> [11]. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (10/18-Fathul Bari), Muslim 
(13/1966-Nawawi), Abu Daud (2794), Al-Baihaqi (9/258-259) dan Ibnul 
Jarud dalam Al-Muntaqa (909)
> [11]. Shahih. Diriwayatkan Malik (2141-riwayat Abi Mush'ab Az-Zuhri) 
dan dishahihkan sanadnya oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 
(9/624)
> [12]. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (9/630-31-633-638-Fathul bari), 
Muslim (13/1966-Nawawi), Abu Daud (2821), Al-Baihaqi (9/281) dan 
Abudrrazzaq (8618), Ath-Thahawi dalam Maanil Atsar (4/183) 
> 
> 
>  
>  
> 
> 
> --- On Fri, 9/5/08, ttbnice <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: ttbnice <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [zamanku] Re: Mencuri Diharamkan Islam, Korupsi Dihalalkan
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Date: Friday, September 5, 2008, 4:39 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Yang saya bingung, bung Edo. Kok ada aja kasus2 orang keracunan
> makanan padahal sapinya udah di belek atas nama Awloh? Apa sih 
fungsi
> dan manfaat pembelekan yg islami itu?
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] .com, edogawa2000 <edogawa2000@ ...> 
wrote:
> >
> > tawangalun wrote:
> > >
> > > Wah kalau bikin definisi itu angel,tapi barang haram itu 
gampang:
> > > 1.Riba,babi, khamr,darah, daging binatang yang tdk dibeleh dg 
atas nama
> > > Allah.
> > >
> > 
> > 
> > 
> > ====>> Berarti kalo sudah dibeleh atas nama Allah tidak haram toh 
??
> > Jadi selama Babi atau Anjing dibeleh atas nama Allah tidak Haram 
donk !!
> > 
> > > 2.Zat yang bisa merusak tubuh,contohnya rokok,racun dsb
> > >
> > 
> > > ====> Obat Kanker dari dokter termasuk yah ? kan obat tersebut 
juga 
> > > merusak tubuh. Asap Knalpot kendaraan, daging Kambing, Kopi, dan 
> > > beberapa makanan lain juga bisa dibilang haram donk... kan 
barang 
> > > barang tersebut termasuk ZAT yang bisa MERUSAK TUBUH.
> > >
> > > 3.Barang yang diperoleh secara tdk syah.jadi wanita selingkuhan
> > >
> > 
> > > termasuk karena tdk diperoleh secara syah.Uang hasil korupsi
> > > termasuk.Mencetak uang palsu termasuk.Ngicipi duku tanpa seijin 
dulu
> > > penjual termasuk.
> > > nah kalau sejak kecil anda belum pernah kemasukan barang2 tsb 
maka
> > > donga anda akan dijabah (di acc)langsung saat itu juga.
> > >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > =====>> Wanita Selingkuhan termasuk yah ?? Kalo wanita tersebut 
mau
> > diselingkuhin gimana ? Wanita juga merupakan MANUSIA, Dewasa dan 
mampu
> > mengambil keputusan.
> > Kalo mereka menikah sah di catatan sipil gimana ?
> > Pertanyaannya, Siapa yang memiliki kuasa untuk mengatakan Syah 
atau
> > tidak ??
> > >
> > > Shalom,
> > > Tawangalun.
> > >
> > > - In [EMAIL PROTECTED] .com <mailto:zamanku% 40yahoogroups. 
com>, 
> > > "methos z" <methosz@> wrote:
> > > >
> > > > M :
> > > > apa kriterianya kalo barang itu haram apa gak?
> > > > dan definisi barang haram itu apa?
> > > >
> > > >
> > > > 2008/8/26 tawangalun <tawangalun@ >:
> > > > > Yo beda to pak,memberi hadiah kpd delegasi asing itu ada 
unsur
> > > > > menghormati tamu atau mempererat,itu Hukumnya sunah.Tapi 
kalau
> istri
> > > > > Umar tadi dia penerima hadiah,oleh Umar itu dianggap bukan 
barang
> > > halal.
> > > > > Memang kalau mau jadi Islam bener itu abot pak,yang 
ditanyakan
> Allah
> > > > > pada kita saat Judment day itu dari mana hartanya berasal 
dan
> > > > > dikemanakan, hanya itu tapi prakteknya abot pak.Jane kalau 
ada
> orang
> > > > > yang betul2 bisa menjaga barang haram tdk masuk badannya dia
> dongane
> > > > > mahbul.Jaman Umar saja hanya ada satu orang yaitu 
Gubernurnya
> yang di
> > > > > Mesir.Saat tsb Madinah dilanda kekeringan.Lalu Umar manggil
> > > > > Gubernurnya yg di Mesir yang terkenal apapun permintaannya 
dijabah
> > > > > seketika.Tapi Gubernur tadi bilang masak di madinah kan 
banyak
> ulama
> > > > > hebat2,namun karena didesak dia hadir juga.Betul sesampai 
Madinah
> > > > > begitu menadahkan tangannya langit mendung sumiut lalu hujan 
deras
> > > > > sekali untuk nyetopnyapun dia harus ndonga lagi.Tapi jadi 
orang
> > > > > seperti itu berat.Misal sedang ditoko kurma gak boleh kok
> tanpa ijin
> > > > > lalu nyaplok kurmanya yang jual,itu sudah kemasukan barang
> haram,jadi
> > > > > harus ijin dulu walaupun sebiji kurma.
> > > > >
> > > > > Shalom,
> > > > > Tawangalun.
> > > >
> > >
> > >
> >
>



Kirim email ke