Mengapa Muhammad Dikenal Sebagai 'Amin' (dipercaya)
                                           
Muhammad Dikenal Sebagai Orang Kepercayaan Khadijah Sehingga dia
digelari  "Amin".  Jelasnya, Khadijah dikenal jauh ke seberang negara
tetangga2nya, sedangkan nama nabi Muhammad sampai sekarangpun tidak
dikenal orang maupun pengikutnya, karena "Muhammad" itu sendiri
bukanlah nama melainkan gelar orang yang terhormat.  Dengan kata lain,
Abu Bakar juga dipanggil sebagai Muhammad, juga Umar dipanggil sebagai
Muhammad.  Sedangkan nama sebenarnya nabi Muhammad tidak ada yang tahu
sehingga dia dianggap sebagai tokoh fiktif.  Namun, aliran Islam
Ahmadiah mencatat nama kecil nabi Muhammad adalah "Ahmad".

Tawangalun:
kalau tokoh fiktif kok paling banyak bayi lahir didunia ini yang
dinamai Muhammad,mungkin disusul nama Paulus,Yohanes dsb.
Kemudian anak buah Muhammad SAW itu saking percoyonya dg Nabinya rela
menjadi tameng hidup ketika nabi dihujani panah dalam perang
Uhud.Banyak anak buah Nabi yang gugur waktu itu,yang saya kagum kok
bisa ndidik anak buah sampai begitu.
Bandingen dg Yudas murid Yesus yang menyaksikan mukjizat2 Yesus yang
seabbreg wae bahkan tega ngedol Yesus kpd Romawi.


Muhammad bertindak sebagai wali Khadijah ketika dia membawa barang
dagangannya ke Damaskus dan menjual dalam namanya (Khadijah). Klaim
bahwa orang Mekah menyebut Muhammad sebagai Amin karena mereka
menganggapnya jujur adalah salah. Kalau saja klaim ini benar, mereka
tidak akan menolak dan mengejeknya ketika dia bilang telah menerima
pesan Tuhan. Mereka yang kenal Muhammad dengan baik menyebutnya sbg
'pembohong' dan 'orang gila.'

Tawangalun:
kabeh Nabi pernah punya unbeliever.Wong Arab sekarang juga ada yang
gak percoyo dg Muhammad SAW tapi prosentasenya sedikit.Tapi masih
mending Nabi saya semua rojo Saudi adalah muslim,bandingen dg PM
Israel kok satupun gak ada yang Kristen ki piye? padahal Yesus wis
capek2 menunjukkan berbagai mukjizat kok hasilnya nihil? Jangan2 sing
kebangeten itu Yahudine,nah jadi Quran bener kan kalau yahudi dikecam.


Shalom,
Tawangalun.

Kirim email ke