Mungkin Habib Rizdieg terbawa pada situasi perang jaman rasul dahulu
yaitu ketika berhasil menaklukan satu daerah maka ada sesuatu yang dapat
dijadikan rampasan perang yaitu harta dan Wanita sebagai
Budak...masalahnya, saat itu harta yang ada cuma berupa Majalah dan
isinya...kebetulan juga tentang Wanita..okelah tiada akar rotanpun
berguna..masih nyambunglah...maka jadilah itu Harta rampasan



Disebutkan di hadis bahwa saat melihat hal-hal tidak baik maka saat anda
berkedip dan masih melihat maka itu terhitung sebagai suatu Dosa



Sebagai harta rampasan, Majalah-majalah itu, masih ada gunanya
tentunya...

Paling tidak bisa dipakai itu para anggotanya untuk latihan kekuatan
MATA terutama saat berhadapan dengan kaum `KAFIR dan
KEMUNGKARAN'



Majalah-majalah itu dijadikan sarana untuk LATIHAN MELOTOT..mereka
bertahan sekuat2nya untuk tidak berkedip...maka dari itu, kalo kita
perhatikan...plototan para anggota FPI sangat bagus, bukan?!

--- In zamanku@yahoogroups.com, "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.liputan6.com/news/?id=164956&c_id=2
>
>
>
>
> 08/09/2008 16:47 - Kasus FPI
>
> Rizieq Menolak Majalah Playboy Dijadikan Bukti
>
>
> Liputan6.com, Jakarta: Ketua Umum Front Pembela Islam, Habib Rizieq,
menyatakan keberatan atas bukti berupa majalah Playboy dan beberapa foto
bugil yang ditemukan di rumahnya. Hal itu diungkapkan Rizieq dalam
sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (8/8).
>
> Dalam sidang kasus insiden Monumen Nasional hari ini, dua orang polisi
yang menangkap Rizieq dihadirkan sebagai saksi. Menurut saksi, di
kediaman terdakwa mereka menemukan beberapa majalah Playboy dan foto
bugil Putri Indonesia saat mengikuti kontes Ratu Dunia.
>
> Namun, pengajuan alat bukti ini ditanggapi negatif oleh Rizieq.
Menurutnya, bukti tersebut tidak ada hubungan dengan dakwaan jaksa.
Selain itu, barang bukti itu bisa mencemarkan nama baiknya.
>
> Sementara saksi dari Laskar Pembela Islam menyatakan, bentrokan
berdarah pada 1 Juni lalu dipicu orasi dari Aliansi Kebebasan Kerukunan
Beragama dan Berkeyakinan yang dianggap menyudutkan FPI.(ADO/Tim Liputan
6 SCTV)
>

Kirim email ke