Saya itu mengajak jangan buru2 ngasih kata Adam kalau bhs asalnya tdk 
bilang Adam.Saya ingat diskusinya Kh bahaudin mudori dg antonius 
Widuri,dimana beliau yang lebih paham bhs Arab dari saya,dia ngatakan 
sari tanah itu banyak sekali unsurnya yo Ca,Mg,P,O,S,N,C.Gimana Allah 
mau nyebut unsur2 tsb padahal nomenklatur Kimia tsb baru ada diabad 
modern.Yo akhirnya solsol tadi.Jadi saya masih belum nerima diarahkan 
ke Adam,kecuali dibahasa aslinya memang Adam disebut.

Lalu soal 74:30.ayat tsb punya asbabul nuzul (latar belakang turunnya 
ayat),si Maghfirah (unbeliever) membantah bahwa Quran ini bukan Allah 
yang buat.Terus turun ayat tsb:Diatasnya ada 19.kalau itu diartikan 
jumlah penjaga neraka berarti tdk ada respon thd ucapan Maghfirah.
Nah saya lebih setuju 19 itu bilangan interlocknya Quran yang memang 
muncul dimana mana.Bahkan bisa menjelaskan surat2 yang diawali dg 
initial: Alip Lam Mim,Alim Lam Ra,Alip Lam Mim Ra,Ya Sin,Shod,Qaf,Ka 
Ha Ngain Shod dsb maka jumlah Alip+ Lam + Ra disurat tsb selalu 
kelipatan 19,so do surat Ya Sin dll berarti jumlah Ya + jumlah Sin 
podo dg kelipatan 19.Malahan jumlah rakaat solat yang 17 rakaat itu 
sarat dg angka 19,kan dah sering saya lontarkan.Memang satu satunya 
kitab yang punya azbabul nuzul yo kitab Q ini.Ini sangat membantu 
memahami maksud Q secara akurat.Jadi Rasul itu kalau ada problem 
biasanya terus turun ayat.Albaqarah itu 7 th baru selesai 
diwahyukan.Mungkin turun bagian tengah dulu lalu turun yang bagian 
depan lalu bagian belakang. 
Lihat itu yang turun duluan sekali jane surat Iqrak (Al-Alaq),tapi 
lokasinya di Q ditaruh di No.96.

Terus soal mbelah laut lihat dibawah.

Shalom,
tawangalun.

- In zamanku@yahoogroups.com, wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ini sekaligus menjawab Om tawang tentang permasalahkan kata dalam 
kurung adalah adam..
>   Dari mana petunjuknya bahwa dalam kurung itu adalah Adam?
>   Anda kan pandai berbahasa arab...coba cari kata salsa di ayat itu 
artinya apa? ya  tanah kering
>   Siapa yang terbuat dari tanah dan diberi mantra kun fayakun?
>   apakah anda?

>   bukan...itu adalah adam..
>    
>   konteks ayat ini nyambung dengan ayat berikutnya mengenai 
bagaimana jin di ciptakan
>   Dan mohon jangan bawa kata-kata yang tidak dimengerti oleh 
Muhammad sekalipun yaitu kata =' karbon'...
>    
>   tidak ada kata itu di bahasa arab.
>    
>   Ayat dibawah ini anda akan meihat kolaborasi Kami di sana 
>    
>   [2:23] Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an 
yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat 
(saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu 
selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. 

Tawang:
Kami wahyukan,pakai kami soale Jibril ikut.
    
>   Juga d sini:
>   [2:50] Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami 
selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-
pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. 
    
 Tawang: 
Angin sendiri merupakan makhluk yang patuh thd Allah,jadi ada 
partisipasi angin juga yang ikutan nahan,makane pakai kata Kami.
Dalam konsep Islam gunung,angin,bumi itu makhluk juga yang tunduk 
pada Allah,makane disuruh njebluk yo gelem.

>   Ini sama dg penafsir ayat 74:30.Yang asalnya diatasnya ada 19,kok 
bisa
> keblasuk pada jumlah malaikat penjaga nerakaa yang jumlahnya 19.
> Akhirnya keajaiban bilangan interlock jadi hilang dong.
> 
>   Untuk 74:30
>    
>   'alayhaa tis'ata 'asyara 
>   [74:30] Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). 

Tawangalun:
Lagi2 malaikat penjaga itu dalam kurung,jadi tafsiran tsb belum tentu 
bener.
    
>   Ibn Tafsi: Over it are nineteen. meaning, the first of the 
guardians of Hell. They are magnificent in (their appearance) and 
harsh in their character
>    
>   jadi kata dalam kurung itu tambahan arti yang pas kan
>    
>   Kalau 74:(dibagi) 30 = 19 itu baru ajaib
>    
>   karena kata 19 cuma satu maka saat di check 19:1 emang ajaib sih 
kata2 yang muncul:
>    
>   
>   kaaf-haa-yaa-'ayn-shaad 
>   [19:1] Kaaf Haa Yaa 'Ain Shaad
>    
>   Sama persis artinya....ajaibkan!
>   
>  
>   Hati Nurani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>                     
> wIRAJHANA :
>    
>   coba lihat di 
> [15:26] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari 
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi 
bentuk. 
> 
>   bENING :
>    
>   Ayat diatas adalah menceritakan bahwa TUHAN menciptakan MANUSIA, 
sedangkan kata ADAM adalah "dalam tanda kurung", berarti ini adalah 
tambahan penterjemah yang bisa salah. Tuhan menciptakan manusia, 
diperlukan Unsur lain, yaitu AYAH dan IBU, sehingga Allah menggunakan 
kata KAMI. Berbeda ketika Allah menciptakan ADAM, maka Allah 
menggunakan kata AKU.
>    
>   adapun kata "tanah liat Kering dan Lumpur hitam, adalah nama 
unsur kimia yang dalam istilah modern adalah Carbon dan sebagainya.
>    
>   Salam,
> --- On Mon, 9/8/08, wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
>   From: wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [zamanku] Re: Kapan Allah pakai Kami dan kapan pakai Aku
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Date: Monday, September 8, 2008, 3:54 AM
> 
>       Orang arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara 
> orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh 
> bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya 
> lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami 
> (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok 
> tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa 
> bahasa mereka istimewa. 
> ---
> 
> Ini menarik pak...padahal orang2 yang mengerti bahasa arab sendiri 
bingung dengan Qur'an
> 
> Pernah baca As suyuti?
> 
> Dikatakan Umar dan Abu bakar yang sahabat nabi saja bingung...jadi 
Apakah orang arab juga mentertawakan khalifah2 yang rashidun itu juga?
> 
> Nah, kalau tujuan allah itu memberi petunjuk harusnya simple 
dong...aku ya aku..kami ya kami...kan konon ia sendiri menyatakan 
tiada tuhan selain allah...
> 
> namundemikian  dengan adanya variasi kata aku dan kami...ini juga 
merupakan petunjuk penting bahwa Qur'an bermasalah dan memerlukan 
tafsir dan Hadis
> 
> bukan cuma itu...
> 
> Ini jelas bukan permasalahan kata ganti..orang ketiga..namun benar2 
jamak..dan
> Memang benar terjadi bahwa ada unsur lain yang ikut untuk 
bersekongkol (saya menggunakan kata ini dengan sengaja..).. untuk 
ikut mengajarkan. .
> 
> dalam contoh anda misalnya
> anda katakan tiada unsur lain yang membentuk... maka digunakan 
kata 'aku'..anda keliru
> 
> Tawang:
> Misalnya Allah berfirman dalam Surat Al Baqoroh, ketika 
> menceritakan Allah berfirman kepada malaikat bahwa Allah hendak 
> menciptakan ADAM " Sesungguhnya Aku hendak menciptakan khalifah di 
> bumi" 
> 
> Mengapa dalam Ayat ini Allah menggunakan kata AKU ?, karena 
> proses penciptaan ADAM Allah tidak melibatkan UNSUR lain, jadi 
ALLAH 
> berfirman KUN atau JADILAH, maka ADAM langsung ada saat itu. 
> --
> coba lihat di 
> [15:26] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari 
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi 
bentuk. 
> 
> dengan menggunakan logika anda...karena Ia menggunakan kata 
kami..maka proses penciptaan melibatkan unsur lain 
> jadi..kami itu adalah Allah+Tanah liat kering?
> 
> Jelas bukan....bahwa allah saja masih bermasalah dan kebingungan 
menyebutkan dirinya itu siapa?
> 
> tunggal atau jamak..
> 
> namun sudah berani2nya meminta kepada para yang maha mulia manusia2 
untuk menyembahnya sebagai satu2nya junjungan..
> 
> terlalu.
> 
> tawangalun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:       
> 
> Dalam Al Qur'an sering kali ALLAH menyebut dirinya "kami", 
> tetapi ada juga Allah menyebut dirinya AKU. 
> Kapan Allah menggunakan kata KAMI dan kapan ALLAH menggunakan 
> kata AKU ? 
> Misalnya Allah berfirman dalam Surat Al Baqoroh, ketika 
> menceritakan Allah berfirman kepada malaikat bahwa Allah hendak 
> menciptakan ADAM " Sesungguhnya Aku hendak menciptakan khalifah di 
> bumi" 
> Mengapa dalam Ayat ini Allah menggunakan kata AKU ?, karena 
> proses penciptaan ADAM Allah tidak melibatkan UNSUR lain, jadi 
ALLAH 
> berfirman KUN atau JADILAH, maka ADAM langsung ada saat itu. 
> 
> Dan ketika ALLAH berfirman " KAMI WAHYUKAN KEPADAMU MUHAMMAD " 
> atau "KAMI CIPTAKAN MANUSIA" Allah menggunakan kata KAMI, karena 
> proses mewahyukan kepada Muhammad ada unsur lain yang terlibat 
> yaitu Malaikat JIBRIL. Allah mengutus Malaikat JIbril untuk memberi 
> wahyu kepada Muhammad, maka Allah menyebut proses pewahyuan ini 
> menggunakan kata KAMI. 
> 
> Juga dalam menciptakan MANUSIA, ALLAH melibatkan AYAH dan IBU 
> melakukan hubungan Sex dan akhirnya menjadi Janin. Sehingga proses 
> terjadinya BAYI, ALLAH melibatkan hubungan sex anatara ayah dan 
IBU, 
> maka Allah menyebut proses penciptaan Manusia menggunakan kata 
KAMI. 
> 
> Inilah indahnya AL Qur'an yang bisa dikupas secara detail, tanpa 
> ada kesalahan... .... 
> 
> Allah SWT Maha Esa, berarti Dia itu satu, bukan dua atau tiga. 
> Maha Suci Allah dari sifat lebih dari satu. 
> Allah SWT itu bukan manusia dan bukan pula makhluk hidup 
> dengan jenis kelamin. Maka Dia bukan laki-laki dan juga bukan 
> perempuan, bukan pula banci (naudzubillah minta dzalik). 
> 
> Adapun bahasa arab, memang punya 14 dhamir atau kata ganti 
> orang. Mulai dari huwa sampai nahnu. Huwa adalah kata ganti untuk 
> orang ketiga, tunggal dan laki-laki. 
> Di dalam Al-Quran, penggunaan kata ganti orang ini sering juga 
> diterapkan untuk lafadz Allah SWT. Al-Quran membahasakan Allah 
> dengan kata ganti Dia (huwa). Di mana makna aslinya adalah dia laki-
 
> laki satu orang. Tetapi kita tahu bahwa Allah SWT bukan laki-laki 
> dan juga bukan perempuan atau banci. 
> Kalau ternyata Al-Quran menggunakan kata ganti Allah dengan 
> lafadz huwa, dan bukan hiya (untuk perempuan), sama sekali tidak 
> berarti bahwa Allah itu laki-laki. 
> 
> Penggunaan kata ganti huwa (yang sebenarnya untuk laki-laki) 
> adalah ragam keistimewaan bahasa arab yang tidak ada seorang pun 
> meragukannya. 
> Maka demikian pula dengan penggunaan kata nahnu, yang meski 
> secara penggunaan asal katanya untukkata ganti orang pertama, jamak 
> (lebih dari satu), baik laki-laki maupun perempuan, namun sama 
> sekali tidak berarti Allah itu berjumlah banyak. 
> 
> Orang arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara 
> orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh 
> bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya 
> lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami 
> (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok 
> tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa 
> bahasa mereka istimewa. 
> 
> Tidak semua kata nahnu (kami) selalu berarti pelakunya banyak. 
> Memang benar secara umum kata nahnu menunjukkan jumlah yang banyak, 
> tetapi orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan 
> ungkapan ini. Sebenarnya kata kami tidak selalu menunjukkan jumlah 
> yang banyak, tetapi juga menunjukkan kebesaran orang yang 
> menggunakannya. 
> 
> Misalnya, seorang presiden dari negara arab mengatakan 
> begini, "Kami menyampaikan salam kepada kalian", apakah berarti 
> jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab 
> kata "kami" yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan 
> bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya. 
> 
> Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya 
> presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak 
mungkin 
> ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. 
> Dan hanya orang bodoh tidak pernah makan sekolahan saja yang 
> mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya gara-gara Dia menyebut 
> dirinya dengan lafadz KAMI. 
> 
> Ini adalah logika paling gila yang pernah diucapkan oleh hewan 
> yang merayap di muka bumi yang mengaku bernama manusia. Dan 
> sayangnya, dengan logika jungkir balik tidak karuan seperti ini, 
> masih saja ada orang yang mau melahapnya mentah-mentah. Masih saja 
> jatuh korban kesesatan tidak lucu dari massa mengambang muslim. 
> 
> Dan sayangnya, masih saja ada yang berusaha memaksakan kpd 
> muslim,lihat Allah makai kata KAMI berarti Tuham lu kan trinitas 
juga.
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
>


Kirim email ke