--- In zamanku@yahoogroups.com, "Iman K." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ttbnice yth,
> 
> Sebenarnya sejak semula saya ingin jawab menjawab dengan anda,
tetapi karena saya melihat kecenderungan anda yang bukan berlandaskan
objektifitas logis maka saya urungkan niat saya untuk jawab menjawab.
Namun kali ini saya sedikit terusik godaan anda, sepanjang anda focus
kepada materi [topik], maka saya akan coba menjawab kritik-kritik anda
terhadap tema yang saya postingkan. 

Nice

Kasih tau kalo saya mulai gak obeyektif


> 
> -----
> From: ttbnice 
> To: zamanku@yahoogroups.com 
> Sent: Thursday, September 11, 2008 2:55 PM
> Subject: [zamanku] Re: Menjawab mereka kaum Intelektual.
> --- In zamanku@yahoogroups.com, "Iman K." <alexander_soebroto@> wrote:
> >
> > 
> > Salam...
> > Sekarang kita akan meneliti apa yang dikatakan oleh mereka yang
> disebut kaum intelektual. Mereka mengatakan bahwa dimata Tuhan semua
> manusia adalah sama saja dan barang siapa yang melakukan perbuatan
> baik maka sudah semestinya dia akan mendapatkan pahala dari sisi Tuhan.
> 
> Nice
> 
> Ini tulisan seolah2 berbau universal padahal jelas2 berbau Islam. Wong
> agama yang mengenal pahala cuma ISlam doang. Jadi intelektualnya yg
> mana neh?
> 
> =========================
> 
> Iman K.
> 
> 1. Yang saya sebut dengan istilah 'mereka kaum intelektual' adalah
semua orang yang berbicara atas nama persamaan dan pluralisme agama
yang  pemikiran logisnya berlandaskan serupa diatas. Dan perlu anda
ketahui bahwa yang pertama sekali mengangkat isyu pluralisme adalah
pemikir kristen sebagaimana yang pernah saya posting sebelumnya. 
Kalau anda luput dari postingan tersebut silakan lihat disini : 
>
http://www.parapemikir.com/articles/6503/1/Perbuatan-baik-Non-Muslim/Page1.html

Nice

Pluralisme itu menurut saya adalah berlakunya suatu aturan terhadap
siapa saja. 

Sementara kalum pluralis agama lebih kepada intepretasi suatu hukum
agama yg bisa berlaku terhadap semua manusia dari perspektif agama
tertentu. JAdi Plural bagi orang Kresten, ya berlakunya hukum2 KResten
terhadap semua manusia. Misalnya si muslim yg hidup dalam jalan
"YEsus" adalah termasuk yg diselamatkan. 

Sebaliknya dalam pluralnya ISlam seorang KResten yg berbuat baik akan
mendapakan pahala sesuai hukum Islam, dan menjadi bekal masuk sorga. 

Sayangnya Si MOther Theresa yg kerjaannya makan babi dan anggur dan
jelas2 ga pernah sholat, mengurangi perbuatan2 baik yg dia lakukan di
dalam hukum ISlam. Apa Islam mau meniadakan hukum haram kepada non ISlam?


============


> 
> 2. Anda terjebak kepada pemikiran partial jika anda mengatakan
Seolah2 Universal tapi sebenarnya berbau Islam. Dengan kata lain anda
akan mengatakan bahwa ajaran islam itu adalah partial dan tidak
universal. Pertanyaannya Apakah anda mampu membuktikan bahwa pemikiran
Islam itu adalah Partial dan bukan Universal? 

Nice

Iya dong, hukum Islam hanya berlaku kepada muslim. Ini jelas sudah
tidak universal. Satu2nya cara untuk menjadikan Islam universal adalah
dengan mendefinisikan semua orang adalah muslim. Penyebab tidak
universalnya Islam yg paling utama adalah dengan adanya penamaan agama.

================

> 3. Bagaimanakah menurut anda yang berbau universal tulen itu?

Nice

Manusia itu kodratnya adalah unik. JAdi ga mungkin ada yg namanya
universal tulen. Wong HAM aja masih debatable. Suatu saat globalisasi
mungkin membuat adanya satu pandangan terhadap nilai2 apapun.
Disinilah universal tulen mungkin bisa terjadi.



==============


> 4. Bagaimanakah menurut anda yang berbau islam tulen itu?

Lho mana saya tau, saya bukan muslim. Saya rasa among muslim sendiri
masih debatable yg mana sih yg muslim itu, kayak status Ahmadiyah.
Atau bahkan status Adam sampe Isa yg harus di ISlamkan supaya konteks
nya ga ngaco.

Sebagai orang luar (CMIIW) Islam tulen itu hanyalah yg bersandar pada
AQ dan HAdis secara literal. Jadi ORang KResten dan Islam yg sama
berbuat baiknya, tetap akan berbeda di mata Awloh karena si KResten
jelas2 tidak menjalankan syariah.



=================

> 
> > Â 
> > Masih jelas didalam ingatan kita sebagaimana yang sudah kita lihat
> dipostingan sebelumnya yang berjudul â?~mereka yang disebut kaum
> intelektualâ?T , mereka mengatakan bahwa Pertama, Allah tidak memiliki
> ikatan keluarga dan hubungan khusus dengan siapapun dan dari bangsa
> manapun, tidak dengan orang barat, timur, utara, selatan atau yang
> lainnya. Oleh karena itu tidak masuk akal kalau Tuhan memilih-milih
> siapa yang akan dimurkainya dan siapa yang akan dikasihinya dengan
> mengabaikan amal perbuatan manusia dari golongan tertentu dan menerima
> amal perbuatan dari kelompok yang lain.
> > Â 
> > Karena hubungan Allah dengan semua manusia adalah sama saja, maka
> tidak mungkin dan tidak masuk akal kalau Allah menerima perbuatan baik
> dari satu orang dan tidak dari orang yang lain. Jika perbuatan baiknya
> sama maka seyogyanya diterima dengan cara yang sama pula berdasarkan
> perinsip keadilan Illahi.
> 
> Nice
> 
> LAgi2 ini adalah prinsip agama Islam. Tidak universal. Ga berbobot...
> 
> 
> =================
> 
> Iman K.
> 
> Lagi-lagi silakan jabarkan apa yang anda ketahui tentang prinsip
islam yang tulen[original] dan silakan buktikan kalau prinsip islam
adalah partial dan bukan universal.


> 
> 
> Salam hormat,
> 
> 
> Iman K
> www.parapemikir.com
>


Kirim email ke