Kami dari Jaringan LSM pernah mengirimkan surat kepada Komisi Penyiaran 
Indonesia (KPI) tertanggal 8 Sept 2008 yang isinya untuk audiensi dan 
klarifikasi soal pelarangan gaya "kebancian" di Media.

Awalnya dalam surat tersebut tawaran audiensinya pada tanggal 11 Sept 08 di 
kantor KPI pukul 10.00. 
Kemudian setelah saya kontak dan proaktif kepada KPI bahwa tanggal tersebut 
tidak  bisa dilakukan. 
Alasannya KPI sibuk, salah seorang pekerja KPI yang bernama ibu Intan 
menawarkan minggu depannya. Kemudian saya juga menyetujuinya.
Kami pun kemudian komunikasi via telpon dan SMS.

KPI menawarkan kembali pada tanggal 15 atau 16 Sept 08, dan kemudian memastikan 
bahwa audiensi dan konferensi pers pada  hari Selasa tanggal 16 Sept 08. 
Tidak lama kemudian saya pun kembali diberikan kabar oleh KPI (melalui Ibu 
Intan) kalau ada perubahan kembali jadwalnya. 
Dan keputusan terakhir pada hari Kamis tanggal 18 Agustus 08 pukul 14.00 
dikantor KPI dan setelah itu ada konferensi pers.

Jadwal tersebut kemudian KPI dan jaringan LSM disepakati bersama, dan KPI 
melalui Ibu Intan memberikan alamat KPI via SMS kepada saya. Kemudian saya 
sebarkan kepada teman - teman jaringan LSM soal jadwal rencana audiensi 
tersebut.

Tapi, pada hari Senin tanggal 15 Sept 08 sekitar pukul 12.00. 
Saya ditelpon oleh KPI melalui Ibu Dewi akan mengirimkan surat via fax kepada 
jaringan LSM (melalui Our Voice) soal PENUNDAAN jadwal audiensi dengan KPI.

Dalam surat KPI tersebut isinya lebih kurang bahwa audiensi pada Tanggal 18 
Sept 08 tidak bisa dilakukan dengan alasannya  KPI AGENDA PADAT dan Terdapat 
Agenda Mendesak. 
Sehingga KPI menawarkan waktu lagi setelah bulan Ramadhan untuk audiensinya 
dengan jaringan LSM.

Kemudian melalui dialog dengan KPI melalui Ibu Dewi bahwa kami akan melakukan 
tetap konferensi pers pada tempat lain. Kemudian Ibu Dewi "meminta"  dalam 
konferensi pers juga melibatkan MUI.
Kemudian saya menjawabnya LAH apa hak KPI minta MUI juga dilibatkan dalam  
konperensi pers  yang akan jaringan LSM llakukan?.

Dari situasi ini menunjukkan bahwa KPI tidak ada niat baik untuk menerima warga 
negara melakukan dialog soal kebijakan yang pro dan kontra tersebut. 
Menurut kami bahwa larangan itu lebih banyak motip  tidak ada
pengakuan pada Identitas Waria khususnya di Media. Karena larangan KPI
ini berasal atas desakan MUI. 


Wasalam


Hartoyo
081376 192516 / 021 92138925



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke